Salsa

Salsa
bab 38. ketiga kalinya kehilangan


__ADS_3

Rihana dengan kecepatan mobil yang agak lumayan cepat, menyusul Setyo dengan perasaan marah.


Rihana merasa sungguh tidak di hargai oleh Setyo, padahal mereka sebentar lagi akan menikah, tapi Setyo masih saja berani menemui Salsa yang akan bercerai dengan nya.


Setyo tiba di rumah sakit, apa yang di katakan sekertaris nya, memang benar, Salsa bukan lah wanita yang sama seperti dulu, sekarang kehidupan nya adalah milik orang banyak, terbukti sekarang di luar rumah sakit Salsa di rawat, banyak wartawan berkumpul untuk mengetahui kabar berita terakhir tentang Salsa.


Setyo tidak turun dari mobilnya dia menunggu Salsa keluar dari rumah sakit tersebut, Salsa pasti akan keluar dari rumah sakit lewat pintu depan, saat ini. Karena menurut kabar Salsa hari ini di perbolehkan keluar. Setyo berharap dia bisa melihat wajah Salsa yang sangat dia rindukan


Salsa yang sudah merasa sehat, merengek pada Danuarta untuk pulang saat ini juga, dan dengan berat hati Danuarta mengijinkan Salsa keluar hari ini, atas ijin Dokter.


Salsa memasang wajah berseri keluar dari ruangannya, karena ia tahu di luar sudah banyak berkumpul para pencari berita tentang dirinya.


Setyo yang melihat para pencari berita bergerak, mempertajam penglihatannya, agar bisa melihat wajah yang sangat dia rindukan, senyum terlihat di bibir Setyo saat melihat wajah Salsa yang segar.


Rihana yang baru saja sampai di rumah sakit, melihat kerumunan wartawan, mengelilingi Salsa tersenyum lebar.


"Ini kesempatan bagus untuk menghancurkan karir mu!" ucap Rihana.


Begitu Rihana melihat mobil Setyo ada di sana, Rihana bergegas turun dari mobilnya, dan berjalan dengan tenang menghampiri para wartawan itu.


Setyo yang melihat kedatangan Rihana, menjadi khawatir dengan apa yang akan di lakukan Rihana pada Salsa, Setyo langsung turun dari mobil nya.


"Siang Salsa!" sapa Rihana.


Salsa menoleh ke arah Rihana, begitu pula Danuarta, Danuarta mencium bau yang tidak enak di bawa oleh Rihana.


"Mana calon suamiku!?" bentak Rihana dengan suara yang lantang.


Salsa dan Danuarta saling pandang, tak mengerti apa maksud Rihana.


"Siapa maksud kamu?" tanya Danuarta.

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan Setyo, ayah dari bayi dalam perut ku!" balas Rihana, Salsa yang mendengar itu, merasakan sakit di hatinya, tapi Salsa membungkam mulutnya rapat-rapat.


"Setyo tidak ke sini!" sarkas Danuarta.


"Bohong! itu mobilnya!" tunjuk Rihana, Salsa menoleh ke arah mobil yang di tunjuk oleh Rihana, itu memang mobil Setyo, lalu dimana Setyo berada?.


Rihana tersenyum sinis, lalu berkata.


"lihat artis yang kalian banggakan, menyembunyikan calon suami orang lain!"


Sebagian para wartawan yang ada di sana, melihat ke arah Salsa dengan pandangan tidak suka, Danuarta yang melihat itu, tidak terima.


"Apa kalian lihat ada orang lain bersama kami?" tanya Danuarta.


"Tidak!!" jawab para wartawan kompak.


"Kamu dengar itu! jangan main fitnah ya!!" protes Danuarta.


Salsa melihat ke arah Rihana, tapi tidak berkata apapun, Salsa menarik tangan Danuarta agar segera pergi dari tempat itu, meninggalkan Rihana, tapi Rihana dengan berani menahan tangan Salsa dan menampar Salsa, peristiwa itu tentu saja merupakan makanan yang lezat buat para Wartawan yang di sana.


Salsa mengusap pipinya yang terasa perih karena tamparan Rihana, yang cukup keras itu. Danuarta menangkap tangan Rihana dan memutarnya hingga Rihana meringis kesakitan.


"Lepaskan tanganku bodoh!" maki Rihana, Danuarta menyerigai marah, menatap ke arah Rihana.


"Sudah ku bilang Setyo tidak ada di sini! kamu bisa tanyakan pada wartawan yang sudah ada di sini sejak tadi malam, apa ada seseorang selain diriku, menemani atau menemui Salsa?" jelas Danuarta, sambil melepaskan tangan Rihana dengan kesal.


Para wartawan yang mendengar ucapan Danuarta, seakan-akan baru menyadari, kalau mereka memang tak melihat siapapun masuk ke dalam kamar Salsa.


"Pak Danuarta memang benar! saya tidak melihat siapapun masuk ke dalam kamar Nona Salsa" teriak salah seorang wartawan.


Rihana yang mendengar itu, mengkerutkan keningnya, lalu kemana Setyo pergi, kalau tidak menjenguk Salsa, Rihana menoleh ke arah mobil Setyo yang kosong, kebingungan.

__ADS_1


"Kamu sudah memfitnah ku dan juga menamparku! semua di sini jadi saksinya, jika kamu tidak minta maaf, jangan salahkan aku, aku akan meminta bantuan seseorang untuk menjebloskan kamu ke dalam penjara!" ancam Salsa, yang merasa tidak terima di perlakukan buruk oleh Rihana.


Rihana menatap ke arah Salsa mencari kesungguhan dalam mata Salsa, dan Rihana menemukan itu di mata Salsa, Salsa sepertinya tidak main-main dengan ucapannya.


"Sialan gue dikerjaiin sekertaris, Setyo!" gerutu Rihana kesal.


"Aku tahu Setyo ke sini,dari sekertaris nya,jadi aku di sini tidak bersalah!" elak Rihana.


Setyo yang melihat peristiwa itu, tersenyum lebar, biarlah Rihana sekali-kali kena batu nya sendiri, akibat ulah nya yang arogan dan menyebalkan itu.


Setyo masih tetap di tempat persembunyian, tanpa ada niat untuk untuk menunjukan keberadaan dirinya pada siapa pun di rumah sakit ini.


"Iya, mungkin Setyo ada di sini, karena mobilnya ada di sini, mungkin dia mau menjenguk temannya, bukan aku! tapi kamu telah memfitnah ku merebut calon suami kamu!" ucap mematahkan ucapan Rihana.


Rihana terkejut, karena yang di ucapkan Salsa benar, Rihana menjadi bingung sendiri, Rihana menatap ke arah Salsa dengan tajam, lalu mendorong Salsa kuat hingga terjatuh membuat Danuarta dan Setyo serta semua yang melihat peristiwa itu terkejut.


"Tidak, Salsa!!" teriak Danuarta, Danuarta jongkok di samping Salsa.


"Kamu baik-baik, saja?" tanya Danuarta, Salsa menggeleng lemah, sambil memegang perutnya yang sakit.


"Perut kamu sakit?" tanya Danuarta lagi, Salsa mengangguk, Danuarta terkejut melihat ada darah yang mengalir dari balik rok Salsa.


"Darah!!" seru Danuarta, Salsa melihat banyak darah keluar dari rok nya, Salsa terlihat mulai menangis, Setyo yang melihat itu dari kejauhan pun, terlihat panik, ada apa dengan Salsa?.


Rihana yang mengetahui hal itu segera mundur, hilang di balik kerumunan orang yang mengelilingi Salsa.


Danuarta segera menggendong Salsa, mencari dokter.


Sedangkan para pencari berita, di jaga ketat agar tidak masuk ke dalam rumah sakit, Setyo yang melihat Rihana sudah pergi dengan mobilnya dari rumah sakit tersebut, Setyo memberanikan diri masuk ke dalam rumah sakit, untuk mengetahui keadaan Salsa, Danuarta yang sedang menunggu Salsa, terkejut melihat kedatangan Setyo, Setyo memberi isyarat agar Danuarta pura-pura tidak mengenalnya, karena Setyo tahu di dekat Danuarta, ada seorang wartawan yang sedang menyamar.


Setyo mengeluarkan Handphone nya lalu mengirim pesan pada Danuarta, menanyakan bagaimana kabar Salsa, Danuarta yang sedang marah tidak mengindahkan isyarat dari Setyo agar mereka pura-pura tidak saling mengenal, Danuarta mendekati Setyo yang berdiri agak jauh darinya, Setyo menatap tajam ke arah Danuarta.

__ADS_1


"Bugh!!" satu pukulan di layangkan Danuarta telak di perut Setyo.


__ADS_2