
Setyo melihat Rihana, yang sedang berjalan dengan temannya, wajah yang tak asing bagi Setyo karena sepertinya Setyo pernah melihat teman Rihana itu tapi Setyo lupa di mana mereka pernah bertemu.
Setyo mengurungkan niatnya untuk pergi dari tempat itu, Setyo memilih untuk menunggu Salsa masuk ke dalam mobil dan pergi dari tempat tersebut, Setyo takut Rihana berbuat sesuatu pada Salsa, jika Rihana melihat Salsa ada di depan matanya, seperti yang sudah-sudah.
Salsa berjalan bersama kru yang baru, mereka sangat menerima kehadiran Salsa, hingga Salsa merasa bukan orang baru. Salsa menjadi bersyukur atas kemudahan yang dia peroleh dalam melakukan pekerjaannya.
Salsa masuk ke dalam mobil, bersama kru nya, Salsa terkejut saat melihat dari kaca jendela mobil, seorang Rihana dengan perut besarnya.
"Sepertinya sebentar lagi dia akan melahirkan" ucap Salsa, ada rona sedih di dalam ucapan Salsa itu.
Tapi kemudian Salsa tersenyum mengingat sebentar lagi Setyo akan menjadi seorang ayah, walau itu bukan anak dari rahimnya tapi dari rahim wanita lain.
Bagi Salsa jika Setyo bahagia tentu saja dirinya pun akan bahagia. Salsa terus melihat ke arah Rihana yang berjalan perlahan karena perut gendutnya, Salsa terkejut saat melihat Rihana bersama seseorang dan Salsa sangat mengenalnya.
"Apakah mereka berteman?" tanya Salsa pada dirinya sendiri.
***
Rihana tersenyum lebar pada Ratna, setelah sekian lama akhirnya Rihana bertemu dengan temannya akrab nya. Rihana pernah bertemu sekali dengan Ratna, lalu merekapun berjanji untuk bertemu kembali hari ini, Mereka saling berpelukan, lalu berjalan berdampingan masuk ke dalam sebuah restoran yang cukup besar.
"Aku tak menyangka kamu bisa menjadi selebriti!" ucap Rihana, padahal yang Rihana tahu Ratna temannya itu teman yang amat pemalu dan pendiam.
Ratna tertawa lebar mendengar perkataan Rihana, karena dirinya pun tak menyangka dirinya bisa seperti sekarang. semua berkat Raymond teman yanga jahat tapi juga berjasa,bagi dirinya.
Ratna jadi ingat bagaimana dia bisa menjadi artis, Ratna yang kala itu pendiam tak sengaja bertemu dengan Raymond, mereka berkenalan lalu menjalin sebuah hubungan tanpa Ratna ketahui ada udang di balik batu, Raymond mendekati dirinya.
Setelah mereka dekat, Raymond ternyata menjebak dirinya, Raymond yang malam itu mengajak nya makan malam telah menyiapkan suatu rencana yang jahat, Ratna dengan bahagia menyantap makan malam di restoran yang memang terkenal sangat lezat, tapi setelah selesai Ratna merasakan dirinya lemas dan terbangun di pagi harinya di atas sebuah tempat tidur yang ada di sebuah kamar yang indah, dengan seorang pria yang juga tertidur di sampingnya, yang membuat Ratna terkejut lagi tubuhnya saat itu sudah dalam keadaan polos begitu juga pria itu, Ratna bisa menebak apa yang terjadi padanya, saat itu juga Ratna langsung menangis.
Setelah malam yang naas itu, keberuntungan Ratna malah datang, ternyata pria yang tidur bersama nya adalah seorang pencari bakat yang akhirnya memperkenalkan Ratna pada teman-teman nya hingga akhirnya dia menjadi selebriti seperti sekarang.
__ADS_1
"Panjang ceritanya, lain kali aku akan menceritakan nya padamu!"
Ratna melihat perut Rihana yang membesar, Ratna pun tak menyangka seorang Rihana mau juga hamil, karena yang dia tahu Rihana orang yang sangat menjaga penampilannya, hingga pernah Ratna dengar dari mulut Rihana, bahwa dirinya tak akan mau mempunyai anak, jika mesti mengandung.
"Aku juga tak menyangka kamu akhirnya hamil juga" ucap Ratna.
"Ceritanya panjang juga" balas Rihana, mereka tertawa lepas setelah itu.
Rihana dan Ratna saling bertukar cerita saja saat itu, tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperlihatkan mereka dengan seksama, Setyo mengurungkan niatnya pergi dari tempat tersebut, begitu melihat Rihana, Setyo ingin mengikuti Rihana untuk mengetahui apa saja yang di lakukan Rihana di luar.
Setyo duduk santai sambil memperhatikan dan mendengarkan apa yang Rihana dan Ratna bicarakan, selama ini pembicaraan mereka tak ada yang perlu di khawatirkan oleh Setyo, mereka berdua ternyata hanya membicarakan masa lalu mereka.
Setyo berdiri dari duduknya, lalu segera pergi dari restoran tersebut, setelah Rihana dan Ratna keluar. Setyo masih mengikuti Rihana dan Ratna kemana mereka pergi.
"Jika kamu artis, berarti kamu kenal tidak dengan bintang baru bernama Salsa?" tanya Rihana, sambil berjalan perlahan di samping Ratna, Ratna menghentikan langkahnya lalu menatap ke arah Rihana, "ada apa dengan Salsa?"tanya Ratna mendengar nama Salsa entah kenapa mood nya langsung hilang.
"Dia wanita penggoda suamiku" jawab Rihana.
Ratna jadi teringat keluarganya hancur, karena perbuatan seorang pelakor yang dengan berani merebut ayahnya dari ibunya, hingga keadaan rumah tidak sama lagi sejak itu, rumah yang hangat menjadi dingin, dan gersang seperti tak ada kehidupan, karena ibu menjadi jarang berada di rumah karena merasa ayahnya pergi karena kesalahannya tak pandai bergaul dan kakaknya satu-satunya memilih untuk melanjutkan sekolah nya ke luar negeri, agar tidak melihat ayah bersama istri barunya, tinggal Ratna sendiri di rumah itu, sejak saat itu dirinya menjadi tertutup dan lebih banyak berdiam diri.
"Benarkah?" tanya Ratna tak percaya.
"Begitulah, calon suamiku menunda pernikahan nya dengan ku karena dia, padahal aku sudah mengandung anaknya" lanjut Rihana.
"Ada yang bisa aku bantu?" tanya Ratna.
"Tolong pastikan Salsa tidak mendekati calon suami dan ayah dari anakku"
"Bagaimana caranya??" tanya Ratna pada Rihana, Rihana membisikkan sesuatu pada Ratna dan Ratna akhirnya mengangguk pelan.
__ADS_1
Rihana dan Ratna akhirnya berpisah hari itu, tanpa di ketahui oleh Setyo mereka ternyata punya rencana untuk Salsa.
"Aku terlalu banyak prasangka kepada Rihana" ucap Setyo di dalam mobil. Setyo pun akhirnya pergi dari tempat tersebut setelah memastikan Rihana tak melakukan apapun pada Salsa.
Sedangkan Rihana terlihat tersenyum saat melihat Setyo sudah meninggalkan tempat itu, sebenarnya Rihana tahu jika Setyo berada di tempat tersebut, karena sebenarnya dia telah menyewa seseorang untuk mengikuti kemana Setyo pergi setiap hari, karena Rihana ingin memastikan tak ada lagi yang menghalangi pernikahannya dengan Setyo.
Rihana tahu beberapa hari ini Setyo menemui Salsa bahkan bertemu dengan Ratna, karena itu Rihana menghubungi Ratna yang kebetulan ternyata seorang artis sama seperti Salsa. Kesempatan ini tak akan di lewati oleh Rihana, untuk menghancurkan Salsa jika Salsa berani mendekati Setyo lagi, Setyo adalah milik Rihana, itu semboyan Rihana sekarang.
Rihana membuka pintu rumah secara perlahan, dia tahu ada Setyo di dalam, dia tak ingin menunjukan perasaan marahnya melihat Setyo mendekati Salsa, sebisa mungkin Rihana akan berusaha untuk menahan rasa marahnya, karena untuk sekarang Rihana benar-benar berniat mengambil hati Setyo.
Setyo yang melihat kedatangan Rihana melihat ke arah Rihana, melihat perut Rihana yang besar membuat rasa iba di hati Setyo, apalagi rasa bersalah Setyo karena telah berprasangka buruk, pada Rihana tadi.
Setyo menghampiri Rihana, menggandeng tangannya, membantu Rihana berjalan di atas tangga, Rihana yang terkejut tersenyum kecil, mendapat perhatian dari Setyo, Rihana merasa usahanya selama ini hampir berhasil, karena sepertinya sebentar lagi dirinya akan memetik hasil dari kesabaran.
"Seharusnya dengan perut besar seperti ini, kamu harus pindah kamar, agar tak perlu repot-repot naik tangga seperti ini, aku akan minta pelayan untuk membersihkan kamar yang kosong di bawah untuk kamu" ucap Setyo.
"Sepertinya begitu, tapi aku tak mau jauh dari kamar kamu"
"Aku juga akan pindah ke bawah" lanjut Setyo.
Mendengar perkataan Setyo, Rihana menatap tak percaya pada Setyo, perasaan Rihana melambung jauh saat ini, hatinya penuh dengan bunga, apa benar hati Setyo sudah melunaknya padanya?bathin Rihana.
"Benarkah??" tanya Rihana tak percaya.
"Tentu saja, bukankah sebentar lagi kamu melahirkan"
Rihana mengangguk pelan lalu, tersenyum lebar pada Setyo, lalu memeluknya, Setyo yang terkejut terdiam sebentar, tapi kemudian membalas pelukan Rihana.
Mereka pun akhirnya saling berpelukan, tanpa di sadari oleh mereka ada seseorang yang tersenyum sinis melihat adegan di depan matanya.
__ADS_1
"Aku tak akan pernah membiarkan Setyo jatuh ke tangan kamu, aku kenal wanita seperti apa, kamu!"