Salsa

Salsa
bab 49. Pertemuan dengan Burhan


__ADS_3

Chika bangun dari tidurnya,membersihkan diri lalu berdandan secantik mungkin, Chika mengambil handphonenya lalu menelepon seseorang.


"Baiklah aku akan lihat bagaimana reaksi kamu hari ini?"


Chika dengan langkah terburu-buru melangkah keluar rumah, bahkan Chika tak melihat Salsa yang memperhatikan dirinya, dengan rasa penasaran Salsa mengikuti Chika.


Chika tiba di tempat tujuan lalu menelepon seseorang, setelah itu dia berjalan perlahan, karena tempat tersebut sepi, Chika mempercepat langkahnya, tapi.


"Mau kemana neng?"


Chika tidak menggubris pertanyaan preman tersebut, dia melanjutkan langkahnya, tapi Chika terkejut saat preman itu menahan langkahnya, dengan menarik tangan kanannya.


"Ajak Abang neng, kan enakkan jalan berdua dari pada sendiri"


"Jangan macam-macam ya, bang! nanti saya teriak!" ancam Chika.


"Teriak aja, di sini kan sepi neng!"


Mendengar perkataan preman itu, Chika melihat ke arah sekeliling nya, dan apa yang di katakan oleh preman tersebut benar tempat ini sepi sekali.


Chika mulai cemas, apa yang harus dilakukan olehnya, Chika bersiap akan berlari, tapi hal itu di ketahui preman tersebut, preman itu menghadang langkah Chika.


Chika mulai ketakutan, wajahnya mulai pucat, dan hal itu di lihat oleh Salsa yang baru saja tiba, tapi baru saja Salsa melangkah hendak menolong Chika, dia melihat seorang pria datang dan menolong Chika dari gangguan preman tersebut.


Salsa terkejut saat tahu siapa pria yang sedang menolong Chika, Salsa melihat bagaimana Burhan berkelahi dengan preman itu, untuk menolong Chika yang akhirnya membuat preman itu lari dari tempat tersebut, Salsa pun menarik nafas lega melihat itu, tapi baru saja Salsa bernafas lega, Salsa terpaksa menahan nafasnya lagi saat melihat Chika memeluk Burhan erat, bahkan Burhan pun melakukan hal yang sama, lalu mereka pergi ke arah mobil Burhan dan segera pergi dari tempat tersebut.


Salsa terdiam terpaku untuk beberapa saat lalu kembali naik taksi yang tadi membawanya ke tempat itu.


Salsa meminta supir taksi itu mengikuti kemana Burhan dan Chika pergi.


Salsa dengan sabar mengikuti kemana mereka pergi hari itu, banyak hal yang membuat Salsa terkejut, ada hubungan apa Chika dengan Burhan? Kenapa mereka menjadi bisa sedekat itu?.


"Chika!" panggil Salsa.


Chika menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke arah Salsa.


"Ada apa?"


"Ada hubungan apa kamu dengan pak Burhan?"


Chika terdiam mendengar pertanyaan Salsa, dari mana Salsa tahu tentang hal ini?


"Bukan urusan kamu!"


"Jangan macam-macam kamu!" sentak Salsa.


Chika tidak memperdulikan perkataan Salsa, dia masuk cepat ke dalam kamarnya.


Salsa yang penasaran mengejar Chika, Chika harus menjelaskan sesuatu padanya, jika apa yang ada di dalam pikirannya benar, Chika tidak boleh melanjutkannya, itu bukan hanya akan merugikan orang lain tapi juga dirinya sendiri.


Salsa merasa harus mencegah Chika melakukan semua itu.


"Hentikan rencana kamu!" ucap Salsa begitu berada di dalam kamar Chika.


"Rencana apa?" tanya Chika dengan lagak pura-pura tak mengerti maksud dari ucapan Salsa.

__ADS_1


"Aku bisa menebak rencana kamu, harus kamu ketahui mama Mona pergi meninggalkan kita bukan sepenuhnya salah dia" lanjut Salsa dengan suara agak lembut.


"Terserah, aku tak mau tahu"


"Tapi_"


"Sudahlah apa yang akan kamu lakukan percuma, aku menyukai nya"


"Tapi_"


"Sudahlah jangan ikut campur, aku sudah lulus kuliah berarti aku sudah dewasa"


Salsa menatap ke arah Chika dengan pandangan tak percaya, jika adiknya mempunyai pikiran seperti itu.


"Tapi dia suami, mama kita!" seru Salsa.


"Memangnya kenapa? Dia tampan, kurasa aku jatuh cinta dengannya.


Salsa terpaku di tempatnya, mendengar ucapan Chika, jatuh cinta pada orang yang salah, walaupun Dokter Burhan menarik untuk pria seumuran dengan dirinya, tapi Chika tak boleh jatuh cinta padanya.


"Gila kamu!ingat siapa dokter Burhan itu!" bentak Salsa.


"Aku tak perduli!" balas Chika.


Salsa menatap adiknya yang keras kepala itu, lalu keluar dari kamar itu, rasanya percuma jika dia memaksa Chika sekarang.


Salsa dengan kesal keluar dari kamar Chika, sedangkan Chika tersenyum kecil.


Salsa mengambil handphonenya lalu menelepon seseorang, mereka berdua harus bertemu.


Mereka akhirnya berjanji akan bertemu di restoran yang di sebut oleh Burhan.


***


Salsa yang cantik tentu menjadi pusat perhatian saat masuk ke dalam sebuah restoran di mana dia akan bertemu dengan Burhan, Salsa berharap, tidak ada yang mengenali dirinya dengan pakaian lusuh yang di kenakan olehnya saat ini.


Salsa yang tetap cantik dengan pakaian lusuhnya mencari tempat di mana dia bisa berbicara dengan Burhan secara pribadi tanpa di ganggu.


Tak lama kemudian Burhan pun datang, mereka memesan beberapa makanan dan minuman


Burhan menatap gadis di depannya, terlihat begitu cantik dan menggoda siapapun yang memilikinya pasti beruntung, bathin Burhan.


Salsa yang merasa risi di tatap sedemikian rupa, membuka suaranya.


"Kapan anda dekat dengan Chika?" tanya Salsa langsung, membuat Burhan terkejut.


"Aku sudah melihat bagaimana kalian hari ini" lanjut Salsa melihat kebingungan Burhan.


"Belum lama" jawab Burhan.


"Aku mohon, jauhi Chika, dia adikku dan terlalu muda untuk anda!"


"Aku tak pernah mendekatinya, dia yang mendekatiku, lagi pula tak ada kucing yang menolak ikan yang di sodorkan padanya, bukan?"


"Bukan begitu, anda adalah suami dari Nyonya Mona"

__ADS_1


"Iya, memangnya kenapa?"


"Anda telah beristri, ingat itu! dan nyonya Mona adalah_" Salsa tidak meneruskan ucapannya, Salsa menundukkan kepalanya.


Burhan tersenyum kecut melihat hal itu, dirinya memang sangat mencintai Mona, tapi karena kebohongannya, membuat Burhan membenci Mona untuk saat ini.


"Siapa Mona?" tanya Burhan, Salsa terdiam dia menutup rapat bibirnya.


"Dia ibumu, bukan?"


Mendengar ucapan Burhan, Salsa mengangkat kepalanya dan menatap Burhan tak percaya.


"Aku sudah mengetahui semua dari adik kamu, dan aku sangat membenci kebohongan Mona itu!"


"Tidak! Ibu tidak bermaksud berbohong padamu!"


"Dia_"


"Dia, apa?"


"Dia begitu takut kehilanganmu, dia sangat mencintai kamu" jelas Salsa.


"Begitukah? Apa aku harus percaya pada wanita yang telah meninggal putra-putrinya untuk mencari kesenangannya sendiri, bahkan berbohong padaku" omel Burhan.


"lagi pula, apa kamu tidak membencinya karena telah meninggalkan dirimu, hingga beban keluarga jatuh ke tangan kamu" lanjut Burhan.


Mendengar ucapan Burhan Salsa menatap Burhan dengan tegas lalu menggeleng pelan.


"Tidak! karena aku tahu alasan mengapa dia pergi saat itu" jawab Salsa.


Burhan mencari kejujuran di mata Salsa yang bulat itu, lalu Burhan tersenyum lebar.


"Sangat beruntung Mona mempunyai putri seperti kamu"


"Begitu pula anda, sangat beruntung menikah dengan ibuku yang cantik dan baik hati serta setia" balas Mona.


"Apakah seperti itu?"


"Tentu saja, apa selama dia menjadi istri anda dia pernah mengecewakan dirimu? tidak bukan?" tanya Salsa.


"Saat itu, akulah yang memintanya pergi dari rumah, karena aku tak tahan melihat ibu selalu menjadi sasaran ayah, saat pulang dalam keadaan mabuk" jelas Salsa lagi.


Burhan mengerutkan keningnya, apa itu cerita yang sebenarnya?kasihan Mona, jika itu benar, pantas saat itu sudah berapa kali dirinya melamar Mona untuk menjadi istrinya, Mona selalu menolak, rupanya dia sedikit trauma untuk memiliki suami.


"Aku bahagia melihat ibu hidup bahagia sekarang" ucap Salsa lagi, di dalam suaranya Burhan menangkap ketulusan di sana.


"Apa adik-adik kamu tahu semua ini?" tanya Burhan.


Salsa menggeleng, yang adik-adik nya tahu kalau ibu meninggal mereka karena benci hidup miskin, seperti yang di ceritakan oleh ayahnya saat mabuk.


Salsa merasa bersalah karena tidak menceritakan yang sebenarnya pada adik-adiknya, tapi saat itu Salsa tak ingin adik-adiknya membenci ayah, karena penyebab ibu pergi.


"Kenapa kamu tidak menceritakan yang sebenarnya pada adik-adik kamu?"


"Karena saat ibu pergi, cuma ayah yang kami punya, jika ayah juga pergi karena di benci adik-adik, kami semua akan yatim piatu" jelas Salsa.

__ADS_1


__ADS_2