Salsa

Salsa
bab 32. Rahasia Rihana


__ADS_3

Tanpa buang waktu, Rihana di dorong keluar dari dalam mobil oleh pria itu.


"jangan lupa untuk mampir ke kamarku, jika kamu ingkar janji?" Lajut pria itu, mengancam Rihana.


Rihana dengan kesal berdiri,dan berteriak kencang sekencang kencangnya melepaskan beban di dadanya, begitu mobil para penjahat itu pergi.


Rihana teringat uang yang ada di dompetnya.


"dompet! mana dompetku?" teriak Rihana mencari dompet nya, yang Rihana ingat, tadi ia simpan di dalam bajunya.


"Tidak mungkin, dompetku hilang!" pekik Rihana. seperti orang hilang akal Rihana mencari dompet nya,yang jatuh entah di mana.


Rihana terduduk lemas di pinggir jalan, air matanya turun begitu saja, sambil merenungi nasibnya, Kenapa kesialan terus terjadi padanya. Menurut Rihana telah banyak yang di korbankan oleh nya dalam hidup ini, tapi mengapa hidupnya tak pernah membaik sampai sekarang.


Bahkan Setyo yang menjadi senjata terakhir nya, tidak pernah memperdulikan dirinya, yang sedang mengandung, ini.


***


Setyo memperhatikan Salsa, yang sedang sibuk dengan para penggemarnya, terkejut saat pundaknya di tepuk oleh seseorang.


"Nasib nya selalu beruntung!" ucap Danuarta.


"Maksud kamu apa?" tanya Setyo.


"Setelah mendapatkan warisan dari ayah mu,sekarang dia menjadi terkenal dalam sekejap, tak ada yang pernah menduga bukan!" oceh Danuarta.


Setyo menoleh lagi ke arah Salsa, apa yang di katakan Danuarta memang benar, nasib Salsa selalu beruntung *itu pasti karena dia adalah gadis yang baik* bathin Setyo


"Tapi harus ada seseorang yang benar-benar menjaga nya, karena pikirannya yang terlalu polos, hingga tak menyadari kejahatan ada di dekat nya" lanjut Danuarta.


Setyo kembali terdiam, untuk kedua kalinya ,Danuarta berkata benar.


"apa maksud kamu orang itu, adalah kamu?" tanya Setyo.


"Mungkin! tapi aku berjanji akan tetap bersama nya!" jawab Danuarta.


"Lalu bagaimana dengan kekasih kamu?" tanya Setyo.

__ADS_1


"Kami sudah putus lama! Dia tidak mencintaiku, Dia mencintai dunia nya,yang telah membesarkan nya" jawab Danuarta.


Setyo menoleh ke arah Danuarta, *apa Danuarta secara tidak langsung mengatakan bahwa hanya dirinya yang akan bersama Salsa* bathin Setyo.


"Apa kamu mengerti apa yang aku ucapkan?" tanya Danuarta, sambil berjalan mendekati Salsa, dan menarik Salsa dari kerumunan para penggemar.


Seperti menunjukan kekuasaan nya pada diri Salsa pada Setyo.


"Sampai jumpa!" ucap Danuarta pada Setyo, saat mereka berpapasan.


Setyo memandang kepergian Salsa yang di tuntun oleh Danuarta, menuju mobil nya, Setyo akhirnya pergi dari tempat itu,setelah Salsa tidak terlihat lagi oleh matanya.


Setyopun pulang ke rumah, lalu masuk ke dalam kamarnya, sepertinya Setyo benar-benar melupakan tentang Rihana saat ini, dia tak perduli Rihana ada di mana atau bagaimana.


Setyo menjatuhkan diri di atas tempat tidurnya, membayangkan bagaimana tadi Salsa saat bernyanyi, Setyo tersenyum lebar, istrinya yang cantik kini sudah punya dunia nya sendiri, ibunya tak mungkin lagi bisa menjamah atau mengganggu nya dengan alasan apapun.


Ada rasa gembira, tapi juga rasa sedih di hati Setyo sekarang untuk Salsa, gembira karena Salsa sekarang mandiri, sedih karena Setyo, ingat perkataan dari Danuarta, yang mengatakan, kalau hanya diri nya yang sanggup menjaga Salsa dengan baik dan itu adalah benar,buktinya ia tak kuasa bersikap tegas terhadap ibunya.


Setyo bangun dari tidurnya saat mendengar pintu kamarnya di ketuk.


"Rihana mana?jangan lupa saat ini, dia sedang mengandung bayi kamu?"


"Aku tidak tahu Bu! tadi dia pulang sendiri!"


"bagaimana itu bisa terjadi?"


"Dia melihat Salsa di sana, marah, lalu pulang!"


"Salsa?"


"Iya Salsa, gadis pengamen lampu merah di perempatan jalan sana!" ucap Setyo mengingatkan.


"Dia sekarang sudah menjadi penyanyi terkenal!" lanjut Setyo.


"Bagaimana bisa?" tanya Nyonya Nur sinis.


"Ibu lihat di medsos, banyak berita tentang Salsa" jawab Setyo, lalu keluar untuk melihat Rihana di dalam kamarnya.

__ADS_1


Kamar Rihana memang masih kosong, Setyo masuk ke dalam, ini kesempatan dia untuk menyelidiki tentang Rihana, karena Setyo sama sekali merasa tidak pernah menyentuh Rihana, bagaimana mungkin Rihana bisa hamil?.


Setyo membuka laci meja kamar Rihana, setelah itu membuka lemari pakaian satu persatu, tapi Setyo tidak menemukan apapun.


Setyo mengangkat kasur Rihana, di sana Setyo melihat sebuah amplop coklat, Setyo segera mengambilnya, dan membukanya, Setyo terkejut saat melihat isi amplop itu adalah semua adalah surat hutang dan surat jaminan hutang.


"Jadi orang tua Rihana sudah bangkrut! pantas dia tak pulang ke rumahnya" gumam Setyo, Setyo segera mengembalikan amplop coklat itu ke bawah kasur milik Rihana, lalu Setyo segera keluar dari kamar Rihana, sebelum yang punya kembali.


Setyo turun menemui ibunya, melihat keadaan ibunya.


"Apa ibu sudah baik kan?" tanya Setyo dengan wajah cemas.


Nyonya nur memandang putranya ada rasa kasihan juga melihat putranya, cemas seperti sekarang padanya, tapi ini terpaksa demi tujuannya menguasai warisan ini.


"Bagaimana perceraian.kamu dengan Salsa?" tanya nyonya nur.


"Sedang dalam proses" jawab Setyo dengan wajah sedih, nyonya nur bisa melihat itu, tapi ia berpura-pura tidak mengetahui semua itu.


"Rihana lebih pantas untuk kamu, di bandingkan Salsa" ucap nyonya nur.


"Iya bu" jawab Setyo, *andai saja ibu tahu kalau sekarang Rihana lebih miskin dari Salsa, pasti ibu tak akan membiarkan aku menikah dengan Rihana* bathin Setyo.


Setelah Setyo memastikan ibu nya tertidur, Setyo keluar dari kamar ibunya lalu, masuk kembali ke dalam kamarnya, untuk beristirahat.


Keesokan harinya...


Salsa masih biasa terbangun di pagi hari walaupun rasanya malas, tapi tetap dia paksakan, walau di rumah ini ada pelayan, tapi Salsa tetap melayani adik-adiknya, Salsa tak ingin adik-adiknya merasa kehilangan sesuatu dalam hidup mereka, Salsa ingin adik-adiknya selalu bergembira menikmati hidup mereka.


Setelah adik-adiknya pergi, handphone Salsa berbunyi, Salsa terkejut saat tahu, telepon itu dari kantor polisi, jika menyangkut polisi, pasti adiknya yang bernama Restu masuk ke dalam nya, dan tentu saja tebakan Salsa benar, Restu sekarang sedang di kantor polisi dengan kasus yang sama, Salsa ingat janji Restu yang terakhir, kalau sampai dia tertangkap lagi, Salsa akan lepas tanggung jawab, sepertinya hal ini harus di lakukan sekarang untuk membuat efek jera buat Restu.


Mona yang melihat Salsa ada di rumah dan sedang bersantai, memutuskan untuk menemui Salsa, Mona melihat Salsa yang sedang kebingungan.


"Ada apa?" tanya Mona.


"Restu di tangkap polisi!" jawab Salsa dengan santai karena itu adalah hal yang biasa selama ini, tapi bagi Mona sebaliknya, Mona menyentuh dada nya yang terasa sesak mendengar berita itu. Restu anak sekecil itu, masuk ke dalam penjara pikiran Mona melayang entah kemana, Mona terjatuh lemas di atas Sofa, membuat Salsa terkejut.


"Kita harus menyewa pengacara!" ucap mona

__ADS_1


__ADS_2