
Salsa dan Danuarta pagi itu pergi ke bandara, untuk kemudian terbang ke pulau Bali, di Salsa mendapat undangan di sana untuk bernyanyi.
Baik di dalam mobil ataupun pesawat kedua nya tidak banyak bicara seperti biasanya, sepertinya telah terjadi sesuatu di antara mereka. Salsa menoleh ke arah Danuarta yang duduk di sampingnya, Salsa melihat Danuarta sedang memejamkan matanya, wajah putih dengan hidung mancung, membuat penampilan Danuarta begitu sempurna, Salsa menghela nafas panjang, lalu mengalihkan pandangannya dari Danuarta ke arah jendela pesawat, di luar sana Salsa melihat kumpulan-kumpulan awan yang indah.
Danuarta membuka matanya, saat menyadari Salsa telah mengalihkan pandangannya dari wajahnya, tadi Danuarta sengaja memejamkan matanya, saat tahu Salsa akan menoleh ke arahnya, sebelum Salsa menyadari kalau dirinya dari tadi sedang melihat ke arah nya.
Danuarta tersenyum kecil, hatinya yang dingin sedikit menghangat, dengan berdekatan dengan Salsa seperti ini. Selama ini setelah di kecewakan oleh mantan kekasihnya yang lebih memilih karirnya dari pada dirinya, hati Danuarta sedikit mengeras, rasanya dia tak ingin membuka hatinya lagi, tapi setelah bertemu dengan Salsa dan juga melihat dan mengetahui bagaimana perjuangan hidup Salsa, hati Danuarta sedikit melunak.
Semoga kita bisa selalu berdekatan seperti ini bathin Danuarta.
Mata Danuarta melihat ke arah jemari tangan Salsa yang kecil, ingin rasanya Danuarta menyentuh tangan itu saat ini,mungkin rasanya akan nyaman dengan menggenggam tangan milik Salsa itu.
"Bodoh!apa yang aku pikirkan!" maki Danuarta pada dirinya sendiri, Salsa terkejut mendengar hal itu, lalu menoleh ke arah Danuarta, yang sekarang sedang melihat ke arahnya, tak ayal lagi kedua mata mereka bertemu kembali dengan jarak yang lumayan dekat, jantung dan hati keduanya saling berdetak tidak karuan, secara bersamaan kali ini mereka mengalihkan pandangan mereka, Salsa kembali melihat ke arah jendela pesawat sedang Danuarta melihat ke arah yang lain.
Mereka akhirnya terdiam sepanjang di dalam pesawat tersebut, hingga akhirnya mereka harus turun mereka baru membuka mulut nya, untuk saling berbicara yang perlu di bicarakan.
Danuarta membawa Salsa ke sebuah hotel yang di sediakan penyelenggara acara yang khusus buat Salsa. Salsa melihat dan menatap hotel yang baru saja di masuki olehnya,hotel yang sangat indah dan bagus membuat Salsa tersenyum, lebar.
Di malam hari nya...
Salsa yang sudah bersiap tampil terlihat sangat cantik dan juga anggun, penampilannya tentu saja akan membuat siapapun terpana, dan tak akan mengalihkan pandangannya lagi selain ke arah nya, pesona seorang bintang benar-benar terpancar di dalam diri Salsa malam ini, dan itu di lihat oleh Danuarta, Danuarta mendekati Salsa yang sedang mencoba menenangkan diri, karena sebentar lagi dia akan naik ke atas panggung.
"Tenanglah, kamu sudah cantik! apapun yang kamu lakukan mereka pasti akan tetap suka!" ucap Danuarta, mendengar hal itu Salsa tersenyum.
"Apa aku cantik?" tanya Salsa.
"Bukan hanya cantik tapi juga menarik!" puji Danuarta.
"Benarkah?"
"Tentu saja"
"Kita akan tampilkan penyanyi kesayangan kita yang cantik! Salsa !" terdengar suara MC memanggil Salsa.
__ADS_1
"Naiklah!"
Salsa naik ke atas panggung perlahan dan berjalan sangat anggun, membuat semua yang ada di sana mengalihkan perhatian nya pada Salsa yang saat ini memakai baju berwarna hitam yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih, Salsa begitu menarik perhatian semua orang.
Salsa membuka penampilannya dengan mengucapkan beberapa kata pembuka, yang membuat semua orang di sana makin terpesona padanya.
Danuarta yang melihat hal itu, makin terpesona pada Salsa, mata nya tak bisa menolak pesona yang di pancarkan oleh Salsa, hingga tak sedikit pun Danuarta mengalihkan pandangan nya pada Salsa malam itu, sampai waktu Salsa di panggung itu selesai.
Danuarta segera menyambut Salsa di bawah panggung, Danuarta benar-benar menjaga Salsa dengan baik dan juga telaten.
Salsa yang hendak turun, di jaga oleh seseorang yang katanya penggemar dari Salsa, Salsa dengan senang hati menerima penggemar nya, Salsa terkejut saat penggemar nya itu tiba-tiba memeluknya, tapi Salsa tidak marah, karena sekarang dirinya adalah publik figure, tapi ada seseorang yang berdiri di samping Salsa terlihat tidak suka dengan hal tersebut.
Danuarta membuat Salsa dan yang lain yang ada di situ terkejut melihat Danuarta yang secara arogan mendorong penggemar Salsa, hingga dia terjatuh, Salsa menjadi pusat perhatian dalam seketika dan wartawan mulai melakukan aksinya.
Danuarta entah menyadari atau tidak akibat dari perbuatannya, menarik tangan Salsa untuk segera pergi dari tempat tersebut.
Danuarta melepaskan tangan Salsa di yang kiranya sudah aman menurutnya, Danuarta menatap tajam ke arah Salsa.
"Kurang ajar, dia!" maki Danuarta.
"O ya! jadi kamu membiarkan dirimu di peluk oleh nya!" bentak Danuarta.
"Bukan begitu, tapi bukankah lah itu lumrah bagi seorang fans pada seorang idolanya" jelas Salsa.
Danuarta terdiam, menarik nafas panjang, perkataan Salsa menyadarkan dirinya kalau tadi dia telah berbuat kesalahan yang fatal, entah mengapa tadi hatinya begitu marah melihat seorang lelaki tak di kenal memeluk Salsa begitu saja.
"Akan aku urus soal dia nanti!" seru Danuarta.
Salsa terdiam, Salsa mengikuti langkah kaki Danuarta yang mengajak nya, kembali ke hotel tempat mereka menginap.
Danuarta yang sangat kacau saat itu, menutup pintu kamarnya rapat-rapat, membodohi tingkah laku yang tidak masuk akal, padahal selama ini, dirinya terkenal sebagai pengacara yang bisa mengendalikan emosinya, hingga memenangkan suatu kasus.
Tapi dalam menghadapi peristiwa tadi emosi nya langsung naik begitu saja, tanpa bisa di tahan.
__ADS_1
Danuarta masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan diri, lalu berganti pakaian dengan pakaian tidurnya, karena hari sudah malam juga.
Sedangkan Salsa dia sudah membersihkan diri, dan sekarang sedang berbaring di atas tempat tidur, untuk beristirahat.
"Hari yang melelahkan!" ucap Salsa. Salsa teringat kejadian yang baru saja terjadi, Salsa penasaran, apa yang membuat Danuarta berbuat seperti itu? Pasti besok ada hal merepotkan nya lagi, pikir Salsa lalu menghela nafasnya, lalu memejamkan matanya.
***
Keesokan harinya...
"Nona Salsa, tolong ceritakan pada kami apa yang telah terjadi kemarin!?" tanya salah seorang wartawan, ketika Salsa duduk seorang diri, menikmati sarapan paginya di sebuah restoran yang ada di dalam hotel tersebut.
"Hanya kesalahpahaman sedikit" jawab Salsa.
"Itu tidak mungkin! kami melihat luka korban cukup parah! sebenarnya apa yang terjadi pada manager anda?" tanya wartawan lainnya.
"Sepertinya kalian salah paham, urusan kami telah selesai, aku minta maaf atas sikap manager ku!" timpal Salsa.
"Apa menager anda sedang dalam masalah?" tanya yang lainnya.
"Setahu saya tidak, dia baik-baik saja!" jawab Salsa lagi.
"Tapi kami lihat kelakuan manager anda seperti orang yang sedang cemburu?"
"Kalian jangan mengumbar gosip yang lain, tak mungkin manager saya cemburu!" sangkal Salsa.
"Tapi kami melihatnya seperti itu! apa kalian yakin tidak mempunyai hubungan?"
Salsa terdiam tak bisa menjawab pertanyaan itu, bagaimana bisa para wartawan yang ada di sana saat ini, memikirkan kalau dirinya dan Danuarta mempunyai sebuah hubungan, hubungan mereka murni selalu soal pekerjaan.
Salsa hendak bangkit dari duduknya, ketika melihat di sekitar dirinya, sudah banyak orang yang berkumpul, mengelilingi nya.
Salsa yang hendak berdiri kembali terduduk ketika ada suatu tangan menarik tangan nya kuat hingga Salsa kembali duduk di tempatnya, Salsa menatap tajam ke arah orang tersebut, yang merupakan salah seorang wartawan.
__ADS_1
"Maaf nona Salsa aku tidak sengaja!" ucap orang tersebut, dengan sedikit memperlihatkan ekspresi takut.