Salsa

Salsa
bab 34. perubahan sikap Chika


__ADS_3

Chika yang berjanji akan membuat dirinya terlihat oleh orang lain, bukan cuma bayangan Salsa yang sangat buruk di mata orang lain, pagi itu datang ke kantor polisi untuk menjenguk Restu.


Restu terkejut dengan kedatangan Chika yang tidak seperti biasanya, biasanya hanya Salsa yang peduli padanya, entah ada angin apa hingga Chika mau datang menemuinya di kantor polisi pagi ini.


"Ada apa?" tanya Restu


"Aku yang akan mengeluarkan kamu dari sini!" ucap Chika.


Restu tertawa kecil mendengar hal itu, lalu menatap sinis pada Chika " bagaimana kamu akan mengeluarkan aku?" tanya Restu penasaran.


"Aku akan menyewa pengacara untuk kamu!" jawab Chika, mendengar jawaban Chika untuk kedua kalinya Restu tertawa.


"Kamu akan membayar pengacara itu, pakai apa?" tanya Restu lagi.


Chika terdiam, dia memang sudah membayar seorang pengacara untuk Restu dengan mengorbankan uang kuliahnya, yang telah ia kumpulkan selama ini, dengan susah payah Chika akan berkorban apapun, hingga tujuannya tercapai janji Chika pada dirinya sendiri.


Chika akan mengambil hati Restu diam-diam, agar membenci Salsa.


"Salsa mana?" tanya Restu.


"Dia sudah tidak mau,mengurusi kamu,dia kan sudah terkenal!" jawab Chika.


Restu terdiam, Restu teringat perkataan Salsa ketika terakhir kali, dirinya masuk penjara, Salsa tak akan mengurusi urusan dirinya lagi, jika dia kembali masuk penjara .


Restu menarik nafas panjang, ini memang salahnya, wajar jika Salsa bersikap demikian, karena ini adalah perbuatan nya yang sudah kesekian kalinya, dan anehnya dia selalu saja mengulanginya.


Restu tahu, Salsa adalah kakaknya yang baik, tak mungkin dia membiarkan adik-adiknya sengsara.


"Mana pengacara yang telah kamu, sewa untukku?" tanya Restu.

__ADS_1


"Dia, belum datang! Mungkin sebentar lagi" jawab Chika.


Sekitar tiga puluh menit, seorang pengacara menghampiri Chika dan Restu.


"Maaf terlambat,saya sudah mempelajari berkas kasus adik anda, tapi maaf ini kasus yang agak sulit, karena ini adalah perbuatannya yang kesekian kalinya, jadi Restu tak bisa keluar begitu saja, walau ada jaminan" ucap pengacara itu.


Chika menoleh ke arah Restu, Restu menghela nafas, sebenarnya dia sudah mendapatkan peringatan itu, saat terakhir kalinya, dia keluar dari penjara. Tapi tak menyangka, itu akan benar terjadi, hatinya sedikit takut juga, membayangkan dia akan berada di dalam penjara dengan waktu yang lama.


Restu menatap sedih ke arah Chika, Chika jadi kebingungan sendiri, entah apa yang harus di perbuat olehnya, mengatasi masalah ini.


Waktu berkunjung Chika sudah habis, dan Restu pun sudah harus kembali ke dalam sel nya, Chika menatap kepergian Restu yang di bawa polisi masuk ke dalam sel nya lagi.


Chika akhirnya meninggalkan kantor polisi itu,bersama pengacaranya.


Tak lama setelah kepergian Chika, Mona datang menjenguk Restu, dengan menahan rasa sedihnya, melihat putra nya ada di dalam sel, Mona menghampiri Restu.


"Aku membawa seorang pengacara untuk mu, semoga ini dapat membantu, dan sepertinya kita harus mengajukan banding agar kamu ikut program rehabilitasi, itu lebih baik dari pada di penjara ini!" jelas Mona.


"Anda benar nyonya, itu memang lebih baik dari pada di sini" ucap Restu.


Mendengar itu Mona sebenarnya tidak dapat menahan perasaan sedihnya, ingin rasanya ia memeluk Restu saat ini, tapi Mona menahan perasaan itu sekuat tenaga.


"Apa Salsa yang meminta, anda ke sini?" tanya Restu, Mona mengangguk pelan, walaupun sebenarnya ini semua adalah murni idenya, untuk menolong Restu.


Restu menatap ke arah Mona sekali lagi, lalu dia berkata "seandainya, ibu saya masih ada mungkin beliau juga akan bersedih seperti anda" ucap Restu.


Mona terdiam, mendengar ucapan Restu, lalu berkata "bagaimana jika, ibu mu kembali, apa kamu masih mau memaafkan nya?" tanya Mona.


Restu menatap Mona, lalu berkata "seandainya ibu kembali_ aku akan marah padanya,menanyakan kenapa dia meninggal kami?!" ucap Restu.

__ADS_1


Mona mundur beberapa langkah, mendengar ucapan Restu, walaupun dari awal dirinya telah mempersiapkan diri menerima penolakan dari anak-anak nya, tapi jika sudah seperti ini, rasanya sedih di hatinya tak dapat dia tahan, Mona ingin menangis saat itu juga, Mona memegang dadanya, untuk menenangkan perasaan nya. Mona merasa tak bisa lagi, berada lama di tempat itu, Mona pun segera pergi ketika pengacaranya datang.


Restu menatap kepergian, Mona dengan tatapan aneh, seorang wanita yang bukan ibu kandungnya, begitu sedih melihatnya di penjara, tapi mengapa ibu kandungnya sendiri tidak ada di sini, entah ada di mana.


***


Chika, pulang ke rumah dengan perasaan kesal, karena proses untuk mengambil hati Restu, seperti nya akan mengalami sedikit kesulitan, tidak seperti yang di bayangkan olehnya, pengorbanan uang kuliahnya, menjadi sia-sia.


Chika melihat kedatangan Salsa yang di antar oleh Danuarta, dengan tatapan sinis.


"sebenarnya suami, kamu yang mana?" tanya Chika dengan sinis pada Salsa.


"maksud kamu apa?" tanya Salsa menatap tajam ke arah Chika.


"kamu sudah bersuami, tapi pulang pergi bersama pria lain!" seru Chika.


Salsa menatap ke arah Danuarta, dengan perasaan tak enak, karena tuduhan Chika, lalu menoleh lagi ke arah Chika dan berkata "dia manajer ku sekarang!" ucap Salsa.


"lagak nya sudah seperti artis papan atas, saja!" ucap Chika masih dengan nada sinis.


"pulanglah, sepertinya aku harus bicara berdua dengan adikku" ucap Salsa pada Danuarta, Danuarta mengerti bagaimana maksud dari Salsa, Danuarta pun pergi dari rumah Salsa saat itu juga.


Chika menatap tajam ke arah Salsa, mengapa Salsa selalu saja mendapat perlakuan yang baik dari orang yang ada di dekatnya, sedangkan dirinya tak ada satu pun orang di dekatnya, memperhatikan dirinya, Chika merasa hidupnya selama ini hanya sendirian.


Chika selalu merasa kesepian sepanjang hidupnya, dia merasa selalu berjuang sendiri, tanpa ada dukungan dari siapapun, hingga saat ini Chika merasa marah, melihat Salsa dengan mudahnya memaafkan orang yang telah meninggalkan mereka, dan ingin memasukan dirinya kembali dalam dunia mereka, Chika pun merasa Salsa hidupnya selalu penuh keberuntungan, dan itu selalu berhasil membuat rasa iri di hatinya tumbuh dan berkembang sampai saat ini.


Bagaimana pun Chika akan berusaha merusak kehidupan orang yang telah meninggalkan nya, dan juga Salsa yang telah mengambil semua perhatian orang yang ada di dekat mereka.


"ada apa dengan kamu?" tanya Salsa, melihat wajah marah padanya di wajah Chika.

__ADS_1


Chika diam tak menjawab "aku tak akan membiarkan Nyonya Mona yang mengaku ibu kandung kita itu, kembali hidup bersama kita lagi!" ucap Chika dengan suara dingin dan ada amarah di dalam nadanya.


Salsa terdiam, mendengar ucapan Chika, ia sangat terkejut Chika telah mengetahui semuanya.


__ADS_2