
Happy Reading! and always to smile!🙂
Ternyata seseorang yang memegang pundak Nadya adalah Aidyn, pacarnya. Ya mereka baru 1 mingguan berpacaran. Aidyn termasuk most wanted di sekolah ini,ia juga merupakan ketua OSIS sekaligus REDFY (nama gengnya).Aidyn selalu ada disaat Nadya membutuhkan sandaran.
"Hei! Sedang apa kamu disini? apakah kamu tadi nangis?"tanya Aidyn melihat mata Nadya yang sembab sambil duduk disampingnya dengan mengelus lembut pipi Nadya.
"Nggak! aku nggak nangis kok. lagian kenapa aku harus nangis?kan ada kamu yang selalu buat aku tersenyum dan bahagia"elaknya dengan senyum tipis
"Dan lagi, kamu tanya "kenapa aku disini?" kamu sendiri kenapa disini? bukannya sekarang ada rapat OSIS?"
"Oh, tentang rapat OSIS itu…emm ternyata aku yang salah"kata Aidyn dengan menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.
"Salah? maksudnya?"heran Nadya
"Ternyata rapatnya besok, bukan hari ini"kata Aidyn dengan cengengesan
Lalu kedua tangan Aidyn memegang erat pundak Nadya
"Terus kenapa kamu disini?"tanya ulang Aidyn
"Aku hanya ingin menenangkan diri disini"
"Menenangkan diri?"
"Iya, tadi…ehm tadi guru-guru memberikan banyak tugas. Dan lagi aku hanya sedih mengingat fakta bahwa Anika sudah tiada padahal ia adalah teman satu-satunya yang ku punya selama ini. Tapi aku yakin Anika sudah tenang disana dan bahagia"kata Nadya
Hampir mengatakan kalau dia baru saja dibully lagi oleh Angelyna cs dan Floretta cs dan matanya mulai berkaca-kaca karena teringat akan Anika, sahabatnya selama ini setelah sahabat sejak kecilnya pergi dan tak pernah kembali.
Aidyn langsung mendekap kepala Nadya dan memeluknya erat
"Aku tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan aku tahu alasan kenapa kamu selalu berbohong tentang ini padaku. Aku harus melakukan sesuatu! sebelum terjadi sesuatu yang tidak pernah kubayangkan"kata Aidyn dalam hati
Nadya dan Aidyn memang beda kelas tapi mereka tidak masalah dengan itu.
Aidyn selalu berkata"tidak masalah jika mereka beda kelas, yang terpenting adalah kepercayaan diantara mereka."
Aidyn dikelas 10 IPA 1 sedangkan Nadya dikelas 10 IPA 2. Aidyn tidak sendiri dikelas 10 IPA 1 karena disana ada 2 sahabatnya yaitu Aizar Payden Tader dan Earnest Jastin Walden sedangkan 1 sahabatnya yang lain yaitu Karsen Ustin Valdo dikelas 10 IPA 2, yang satu kelas dengan Nadya. Dan Karsen lah satu siswa yang tidak pernah ikut serta membully Nadya.
"Tunggu! kalau kamu kenapa kesini"
__ADS_1
Aidyn diam beberapa saat kemudian menjawab pertanyaan Nadya.
"Aku tadi lihat kamu duduk sendiri di sini, jadi aku kemari"kata Aidyn
"Oh, jadi gitu. Yaudah yuk masuk kelas! sebentar lagi kelas kamu ada gurunya"tambah Aidyn
Mereka berjalan bersama menuju kelasnya masing-masing dan larut dalam pikiran masing-masing.
***
Disebuah panti asuhan, Rumah Kasih. Nadya tengah menjemur pakaian termasuk seragam sekolahnya tadi. Saat Nadya selesai menjemur pakaian dan berniat masuk ia melihat sosok Anika yang dulu selalu menunggunya didepan pintu, sosok itu tersenyum pada Nadya membuat Nadya ikut tersenyum, meski itu senyuman getir. Ketika Nadya ingin lebih dekat sosok itu, sosok itu sudah menghilang dari sana. Nadya menatap sekelilingnya berusaha mencari Anika namun nihil, Nadya tak melihat siapapun juga. Nadya terduduk di tanah dengan air mata yang perlahan menetes.
"Anika…aku rindu denganmu. Aku ingin kita bersama lagi seperti dulu."kata Nadya yang masih terduduk di tanah dengan air mata yang mengalir deras dipipi mulusnya.
***
Siang telah berlalu dan menjadi malam. Nadya tengah belajar di kamarnya dengan buku-buku dimeja belajarnya. Tiba-tiba Windy mengetuk pintu dan masuk. Windy berkata ingin bicara dengan Nadya diluar. Saat diluar Windy menyerahkan sebuah paket untuk Nadya. Windy tidak tahu siapa pengirimnya tapi dipaket itu tertera pengirimnya dari Korea. Pengirim yang selalu mengirimkan paket untuk Nadya.
Nadya membuka paket itu. Ada sebuah jaket Hoodie berwarna maroon dan sebuah surat didalamnya. Pengirim itu menulis bahwa ia membeli jaket Hoodie itu sebagai hadiah untuk Nadya.
Dan dalam surat itu tertulis nama pengirim paket itu adalah Selma Priscilla Marynka. Nadya berpikir seperti tak asing dengan nama itu. Beberapa detik kemudian Nadya langsung berdiri dengan wajah terlihat terkejut dan bahagia. Nadya segera pergi ke kamarnya dengan membawa paket itu dan mengunci pintu kamarnya. Nadya begitu bahagia menerima paket itu apalagi saat mengetahui siapa yang mengirim. Nadya tertidur pulas dengan senyum diwajahnya.
***
"Apa? bagaimana bisa?"tanya bu guru dengan heran
Dan ada lagi yang mengangkat tangan kanannya lagi,kali ini adalah Celsi, teman Angelyna
"Bu, saya kehilangan uang"
"Berapa banyak uang yang hilang, Celsi?"
"100 ribu, Bu"
"Baiklah, anak-anak letakkan tas kalian diatas meja dan keluarkan semua isi didalamnya!"tegas Bu guru pada seluruh siswa-siswi.
Semua siswa-siswi nampak sedang mengeluarkan semua isi didalam tas mereka begitupun dengan Nadya. Nadya terkejut saat mendapati ada sebuah handphone didalam tas nya dan saat mengambil sesuatu dari dalam tasnya lagi ia mendapati uang 100 ribu. Semua penghuni kelas pun ikut terkejut akan hal itu.
"Nadya, ikut Bu guru!"perintah Bu guru
__ADS_1
Saat ini Nadya dan Bu guru sedang berada diruang guru dan suasana disana hening sejenak, sampai…
"Apa benar kamu yang mencuri barang-barang itu?"tanya Edward selaku kepala sekolah
"Tidak pak, bukan saya yang mencuri barang-barang itu"kata Nadya dengan kepala tertunduk
"Tapi buktinya barang-barang itu ada didalam tas kamu, 'kan?"
"Iya pak, saya akui barang-barang itu ada ditas saya tapi bukan saya pak! bukan saya yang mencurinya!"
"Nadya! Ini kesempatan terakhir kamu untuk menjawab,jadi jawablah dengan jujur! Apa kamu yang mencuri barang-barang itu?"
"Bukan pak, bukan saya pencurinya"
Suasana hening sejenak lagi,lalu…
"Baiklah, jika itu pilihan kamu. Maka mulai hari ini kamu dikeluarkan dari sekolah ini"
"Tapi pak, seharusnya bapak menyelidiki hal ini terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan"kata Nadya yang langsung berdiri mendengar dirinya dikeluarkan dari sekolah
"Tidak, tidak perlu lagi penyelidikan karena barang bukti sudah pasti dan jelas. Maka mulai detik ini juga kamu dikeluarkan dari sekolah ini"tegasnya dan berlalu meninggalkan ruangan guru begitupun guru-guru yang lain.
Kini Nadya tengah menandatangi surat pengeluaran dirinya dari sekolah. Lalu Nadya meminta pada sang guru agar bisa belajar dikelas untuk terakhir kalinya agar ia tidak terlihat seperti dikeluarkan dari sekolah. Nadya kini tengah berjalan menuju kelasnya dengan langkah yang tak bersemangat.
Saat Nadya tiba di dalam kelasnya, ia berjalan pelan menuju kursinya namun langkahnya terhenti saat melihat coretan kata-kata kasar di mejanya.
Selain itu,ANGELERD kembali membullynya dengan menariknya keluar kelas menuju taman belakang sekolah dan mulai melakukan bully dengan pertama Angelyna mendorong Nadya hingga tersungkur di tanah.
Belum sempat Nadya bangkit tangannya sudah diinjak oleh Belva dengan keras hingga Nadya meringis kesakitan.
Selain Belva, Celsi juga ikut membully Nadya dengan menarik rambutnya dengan keras dan beberapa helai rambut Nadya rontok. Tak ada seorangpun yang dapat menolong Nadya saat ini karena memang tempat ini tak pernah didatangi siapapun.
Dengan usaha yang keras Nadya akhirnya bisa melarikan diri dari mereka. Kini didepan halaman sekolah SMA SEMESTA ia membuang jepit rambut yang selalu ia pakai hadiah dari Aidyn dan nametag nya.
***
Kini Nadya sedang berdiri di atas jembatan dengan air mata yang mengalir deras dipipi mulusnya kemudian Nadya menceburkan dirinya kedalam air dan bersamaan dengan itu angin menerbangkan debu di mejanya dan terlihat ukiran bertuliskan"selamat tinggal semuanya"……Tiba-tiba saat Nadya tenggelam…
Silahkan komentar di kolom komentar! Dan jangan lupa untuk follow n' vote sebanyak-banyaknya!
__ADS_1