
"Cihh!!" ucap Setyo sambil meludah.
"aku tak sudi membandingkan dirimu dengan Salsa!" lanjut Setyo.
"Tentu saja! Salsa bukan bandinganku!" bentak Rihana, mendengar ucapan Rihana, Setyo tertawa.
"Kamu memang bukan tandingannya Salsa, lihat sekarang Salsa sudah menjadi apa? Sedangkan kamu, hanya menumpang di rumah ini, karena kamu sudah tak punya apapun!" ucap Setyo.
"Apa maksud kamu Setyo!?" tanya Nyonya Nur penasaran.
"Perusahaan nya sudah gulung tikar ibu, sekarang dia bukan siapa-siapa lagi, bahkan dia sekarang sedang di kejar-kejar rentenir!" jawab Setyo, Rihana menatap tajam ke arah Setyo, Rihana heran dari mana Setyo bisa tahu semua itu, apa selama ini Setyo diam-diam menyelidiki tentangnya.
"Semua itu bohong!" sangkal Rihana.
"Bohong!!" timpal Setyo sambil tertawa keras.
"Di bawah kasur kamu, itu surat hutang siapa? dan kamu kira bisa dengan mudah menikah denganku, dengan berpura-pura hamil, hingga bisa membayar hutang-hutang mu itu!" ucap Setyo.
Rihana mundur sedikit ke belakang terkejut mendengar ucapan Setyo, berarti benar Setyo selama ini telah menyelidiki dirinya secara diam-diam.
"Tapi aku benar hamil karena dirimu!" bentak Setyo.
Setyo mendengar itu tertawa lagi "o, ya!? lalu siapa itu Fajar, atau lelaki gemuk hitam yang membawa kamu ke hotel tempo hari?" tanya Setyo.
Rihana terduduk di lantai mendengar semua yang di ucapkan oleh Setyo, bagaimana Setyo bisa tahu tentang mereka semua, seharusnya ini tidak terjadi, Rihana tanpa sadar mengeluarkan air matanya, Rihana mencoba berdiri namun rasanya kekuatannya hilang, ia menatap ke arah Nyonya nur yang sedang menatapnya tajam.
Rihana tertunduk di tempatnya, tak berani mengangkat wajahnya semua telah terbongkar, Rihana tidak tahu harus berbuat apalagi, rencana nya semua gagal hancur berantakan, Rihana membayangkan bagaimana dirinya akan kembali dalam pelukan lelaki gendut hitam menyebalkan itu.
Setyo pergi meninggalkan Rihana yang terduduk lesu di lantai menuju kamarnya, masalah nya dengan Rihana telah selesai, Setyo berjalan gontai hatinya sudah hancur karena berpisah dengan Salsa dan juga kehilangan calon anaknya bersama Salsa.
__ADS_1
Semalam ketika Setyo masuk ke dalam sebuah cafe, Setyo bertemu dengan fajar yang merupakan teman kuliahnya dulu.
Setyo yang kebetulan membutuhkan teman bicara, bertemu teman lama seperti Fajar adalah keberuntungan. Karena akhirnya ia bisa mengetahui rahasia Rihana dari Fajar yang kebetulan juga teman Rihana.
Fajar dan Setyo bercerita tentang bagaimana kehidupan mereka berdua, selama ini. Setyo menceritakan tentang pernikahannya dan juga tentang kehilangan bayinya, sedangkan Fajar bercerita kehidupannya yang sulit bahqn si hina oleh seorang wanita tapi sekarang dia sudah berhasil balas dendam pada wanita itu katanya, dan entah bagaimana ternyata wanita tersebut adalah Rihana, Setyo tidak mengatakan pada Fajar kalau Rihana yang di maksud, tinggal di rumahnya sekarang, Setyo tersenyum lebar, tapi kemudian kembali menjadi murung karena ia telah kehilangan calon anaknya dan mungkin juga akan kehilangan Salsa, Setyo pamit kepada Fajar setelah membeli beberapa kaleng minuman berakohol lalu menghabiskannya di dalam mobil sendirian.
Nyonya Rihana yang mendengar semua yang di bicarakan oleh Setyo mendekati Rihana yang masih dalam posisi kebigungan dan juga sedih.
"Apa benar semua yang di katakan oleh Setyo, barusan?" tanya Nyonya Nur.
"Tentang apa?" tanya balik Rihana dengan suara yang lemah.
"tentang keluarga kamu yang bangkrut!" jawab Nyonya Nur.
Rihana mengangguk lemah, sambil berkata "iya" dengan suara yang parau.
"Tidak ada yang di manfaatkan di sini, bukankah kamu juga membutuhkan ide dariku, untuk memisahkan putra dari menantu mu yang pengamen itu!" timpal Rihana.
Nyonya nur terdiam, Rihana memang benar, ia sangat terbantu dengan kehadiran Rihana di rumah ini, karena usul dari Rihana telah berhasil membuat Setyo putranya berpisah dari Salsa menantu pengamen itu. Tapi nyonya nur merasa tak terima Rihana telah mengambil kesempatan dalam kesempitan memanfaatkan dirinya, untuk mengatasi masalah nya.
"Memangnya berapa banyak hutang yang harus kamu bayar, kepada para rentenir itu?" tanya Nyonya Nur penasaran.
"100juta" jawab Rihana, mendengar jumlah tersebut Nyonya nur terduduk lemas di kursinya, pantas selama ini Nyonya nur selalu merasa aneh terhadap sikap Rihana, yang selalu ketinggalan dompet, bahkan banyak berhutang kepadanya, ternyata selama ini Rihana sudah tidak mempunyai uang sedikitpun.
Melihat kenyataan ini, Nyonya nur dalam hatinya ingin rasanya mengusir Rihana sekarang juga tapi itu tak bisa ia lakukan, karena ia masih memerlukan otak Rihana, untuk menjerat Setyo, agar tidak bertindak di luar nalar, karena sekarang warisan seluruhnya ada di tangan Setyo.
Nyonya Nur, mendapatkan hak warisan itu sepenuhnya, dengan begini ia baru bisa merasa aman. Rihana masih di butuhkan untuk membuat Setyo menyerahkan warisan tersebut.
Tapi bagaimana? tanya Nyonya nur dalam hatinya, sekarang Setyo tahu bayi dalam kandungan Rihana bukanlah bayi nya, tapi bisa jadi bayi orang lain.
__ADS_1
"Sekarang apa yang harus kita lakukan untuk mengendalikan Setyo?" gumam Nyonya Nur, Rihana yang mendengar itu tersenyum kecil sepertinya Nyonya besar rumah ini yang serakah, tidak akan jadi mengusir dirinya, karena dia masih memerlukan rencana darinya untuk mengikat putranya bathin Rihana.
Rihana bangun dari duduknya di lantai, lalu berjalan mendekati Nyonya nur lalu membisikkan sesuatu.
"Itu tak bisa, sekarang bayi kamu makin di ragukan olehnya"
"Aku akan mengajukan tes DNA untuk memastikan anak ini, memang anak Setyo" jawab Rihana.
"Kamu yakin sekali jika dia itu anak Setyo?" tanya Nyonya Nur, sambil menatap tajam ke arah Rihana, sebenarnya dia pun meragukan anak yang di kandung Rihana adalah anak Setyo, karena Nyonya nur yakin, Setyo putranya tak akan pernah tidur dengan sembarangan wanita.
"Tentu saja, aku yakin!!" jawab Rihana, sambil membalas tatapan mata dari Nyonya Nur.
"Memangnya bisa tes DNA dilakukan ketika bayi dalam kandungan" tanya Nyonya Nur lagi.
"Tentu saja, semua bisa di lakukan dengan kedua tangan ku ini, tak ada yang tidak mungkin" ucap Rihana.
"Aku percayakan semua padamu" ucap Nyonya Nur akhirnya.
Mendengar hal itu, Rihana tersenyum lebar lalu berkata "aku pasti akan melakukan hal yang terbaik untuk anda!" balas Rihana.
Nyonya nur dengan berat meninggalkan Rihana, bagaimana semua telah di mulai oleh Rihana dan akan di akhiri oleh nya juga.
Sekarang yang harus di pikirkan oleh Nyonya Nur adalah bagaimana dia bisa menyalahkan semuanya pada Rihana, jika semua yang di lakukan Rihana gagal.
Nyonya Nur masuk ke dalam kamarnya, terduduk di atas tempat tidur, menghela nafas nya, menyentuh dadanya yang terasa sakit.
Apa aku sakit beneran? kenapa dadaku terasa sesak? bathin Nyonya nur.
Nyonya Nur, berbaring di atas tempat tidur, memejamkan matanya, mencoba berpikir positif
__ADS_1