Salsa

Salsa
bab 23. keputusan Salsa


__ADS_3

Salsa menghabiskan waktu, dengan mengerjakan pekerjaan nya, sedangkan Setyo di ruangannya uring-uringan tidak jelas, membuat sekertarisnya, kalang kabut.


Begitu jam kerja selesai, Salsa langsung keluar dari ruangannya, dan berniat langsung pulang, tanpa berniat bertemu dengan Setyo, Setyo yang melihat Salsa berjalan terburu-buru, berusaha untuk mempercepat, pembicaraan yang sedang dia lakukan dengan salah satu staf nya, tapi ternyata Salsa telah berhasil naik lift, Setyo yang kesal turun melewati tangga untuk mengejar Salsa, tapi Setyo gagal, Salsa sudah masuk ke dalam mobil, Setyo menuju ke arah mobilnya, untuk mengejar Salsa, Salsa tiba di rumah, terkejut melihat di rumah nya ada seorang tamu wanita, sedang bermain dengan adik-adiknya.


Salsa terkejut, saat wanita itu membalikkan badan ke arah nya.


"Ibu" lirih Salsa ketika melihat wajah wanita itu mirip dengan ibunya.


"Maaf, apa kata kamu tadi?" tanya wanita itu.


"Aku Mona, tetangga sebelah rumah anda!" lanjut Mona memperkenalkan dirinya.


"Salsa, apa adik-adik ku merepotkan Anda?" tanya Salsa.


"Tidak, mereka menyenangkan" Mona menjawab sambil menggelengkan kepalanya, pelan.


Setyo datang dan masuk tanpa mengetuk pintu, membuat Salsa dan Mona terkejut, Salsa mendengus kesal.


"kita harus bicara!" ucap Setyo.


"Nanti saja, aku sedang malas!" jawab Salsa.


"Tapi kita harus bicara!" ucap Setyo sedikit memaksa, mecengkal tangan Salsa kuat, Salsa meringis kesakitan.


"Maaf, bisa lepaskan tangan anda, dia kesakitan!" ucap Mona pada Setyo, Setyo segera melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Salsa.


"Maaf, sepertinya aku permisi pulang dulu!" pamit Mona.


"Jangan!!" cegah Salsa, membuat Setyo dan Mona terkejut.


"Pulanglah, besok saja kita bicaranya, aku masih kesal!" ucap Salsa pada Setyo, Setyo menatap tak percaya ke arah Salsa, tapi Salsa seperti tidak perduli akan hal itu, Setyo dengan wajah sedih meninggalkan rumah itu.


Mona menatap putri nya, wajah Salsa sekarang terlihat sedih dan kecewa, setelah kepergian Setyo.

__ADS_1


Mona menarik Salsa dalam pelukannya, ada dorongan yang kuat dari dalam hatinya, untuk melakukan itu pada Salsa.


Mona tanpa sadar, menitipkan air matanya, melihat kesedihan di mata putri sulungnya ini. Pasti selama ini kehidupan yang di jalani oleh putri nya amat berat.


"Menangis lah!" bisik Mona dengan lembut di telinga Salsa, tangis Salsa seketika mengeras, tidak tertahankan, isakan tangis yang menyedihkan dari Salsa, membuat Mona harus berusaha keras untuk tidak ikut menangis bersama putrinya.


Setelah sekian lama, Salsa baru berhenti menangis, Salsa menatap Mona dengan intens "kenapa anda mirip sekali, dengan ibuku?" tanya Salsa.


"Betulkah?" tanya Mona pura-pura terkejut, Salsa mengangguk pelan.


"Tapi ibuku, tidak secantik anda!" lanjut Salsa.


Mona tertawa kecil mendengar hal itu, putri sulung nya ini ternyata belum berubah, dia masih polos seperti dulu.


"Apa kamu, punya masalah dengan pria itu?" tanya Mona pelan, takut menimbulkan kecurigaan pada Salsa.


"Dia suamiku, kami sedang berselisih paham!" jawab Salsa.


"Entahlah, mungkin aku harus melepaskan dirinya, aku tidak di sukai oleh ibunya" jelas Salsa.


Entah mengapa Salsa, tiba-tiba merasa dekat dengan wanita yang mirip ibunya ini, dengan mudahnya Salsa bercerita tentang kehidupan rumah tangganya, Mona yang mendengar cerita Salsa mengepalkan telapak tangannya *berani nya, mereka mempermainkan putriku, akan ku balas mereka* ancam Mona dalam hatinya.


"Tenanglah, anggap saja aku ibumu, kamu bebas bercerita apapun, jika aku bisa, aku pasti akan membantu" ucap Mona.


Salsa memeluk Mona erat, Salsa seperti telah menemukan kembali, ibu nya yang telah lama pergi.


***


Mona pulang ke rumahnya dengan gembira, dibalik cerita sedih putrinya, ada hikmah yang membuatnya merasa gembira, Mona merasa bisa lebih mudah mendekati putrinya.


"Juna! kamu di sini!" seru Mona melihat Juna adik iparnya sedang duduk santai di sofa.


"Kakak ipar dari mana?" Juna menatap sedikit curiga, karena tidak biasanya kakak iparnya pergi tanpa ijin Kakaknya.

__ADS_1


"Dari tetangga baru, di depan rumah" jawab Mona, menepis semua kecurigaan Juna, tadi sebelum kemari Juna menelepon kakaknya, katanya kakaknya ada di rumah tapi ketika tiba rumah ini kosong, tak biasanya kakak iparnya pergi, tanpa pamit kakaknya, ternyata cuma pergi ke tetangga depan rumah.


"Wanita atau pria tetangga depan kita?" tanya Juna penasaran.


"Wanita, tapi sudah menikah, tapi sayang pernikahan nya bermasalah, suaminya tidak baik" cerocos Mona.


"Kasihan sekali, apa wanita itu cantik?" tanya Juna lagi.


Mona menatap ke arah Juna "jangan macam-macam, banyak wanita yang antri di belakang kamu, jangan cari wanita yang sedang bermasalah dengan suaminya" omel Mona, Juna tertawa kecil mendengar omelan, Mona.


Memang benar apa yang di katakan Mona, banyak wanita yang antri tapi tidak ada satupun yang cocok di hatinya "tapi mereka semua menyebalkan!" ucap Juna.


"Eh, bukannya kemarin kamu sempet cerita, kalau kamu sedang suka sama seorang perempuan!"


Juna menarik napas panjang "dia sudah menikah ternyata" jawab Juna, Mona seketika tertawa mendengar itu.


Juna kesal mendengar tawa, dari kakak iparnya, lalu dia bangun dari sofa, keluar rumah melihat ke arah rumah yang ada di depan rumah kakaknya, Juna sedikit penasaran.


Juna tidak melihat, siapa pun di rumah itu yang keluar, dengan kecewa Juna masuk lagi ke dalam, melihat Mona sedang menyiapkan makan siang untuknya "aku ingin menikah dengan wanita seperti kakak iparku, yang selalu membuat kakak ku tenang dalam bekerja" cerocos Juna tiba-tiba, membuat Mona tertawa untuk kedua kalinya.


"Sudah, makan saja dulu, nanti di teruskan curhat nya" ucap Mona.


***


Setyo pulang ke rumah, dengan kesal. Setyo langsung masuk ke dalam kamarnya, lalu berbaring di atas tempat tidurnya.


"Aku rindu, untuk mencium bibirnya!" teriak Setyo kesal, Setyo yang tadi pagi-pagi sengaja menunggu kedatangan Salsa untuk menyambut kedatangan dan meminta maaf,karena tak bisa membantu Salsa pindah rumah, merasa terkejut saat Salsa ternyata marah padanya, biasanya Salsa selalu baik dan memaafkannya.


Bahkan Setyo tak menyangka, Salsa benar-benar marah padanya, hingga mengusir dari rumahnya, Setyo menggaruk rambut nya yang tidak gatal, bagaimana caranya bisa membujuk Salsa agar tidak marah lagi, Setyo benar-benar ingin memeluk Salsa saat ini.


"Ya Tuhan!! Aku ingin memeluk dan mencium istriku!!" Teriak Setyo lagi, untung kamar ini kedap suara, jadi Setyo tak perlu khawatir teriakkan nya akan terdengar oleh ibu nya.


Setyo mengguling-gulingkan tubuhnya di atas kasur dengan gelisah *apa aku telah jatuh cinta dengan istriku* bathin Setyo. Setyo mengeluarkan handphone nya, membuka layar handphonenya, melihat beberapa foto Salsa yang dia simpan di handphone nya, Setyo tersenyum melihat semua foto itu, tapi kemudian cemberut, saat sadar kalau Salsa begitu cantik *bagaimana kalau nanti di sana, dia menemukan pria lain* bathin Setyo ketakutan karena dia meninggal istrinya tinggal sendirian di rumah itu *pasti tetangga di sana, tidak akan menyangka kalau Salsa, telah menikah, Salsa masih muda* bathin Setyo lagi *aku harus berbuat sesuatu, aku akan memantau situasi di sana, apa ada lelaki lajang tidak di sana* pikiran bodoh mulai menyerang diri Setyo.

__ADS_1


__ADS_2