Sang Mafia

Sang Mafia
bab 11


__ADS_3

"Bagaimana??? "


"Maaf bos, kami gagal" Leo menunduk kan kepala nya..


" Kau tau apa hukuman untuk kegagalan Leo"


" Beri satu kali lagi kesempatan bos"


Nomura menyeringai..


"Kesempatan??? "


"Saya berjanji setelah urusan Johny saya akan membereskan nya bos"


"Untuk kali ini nyawa mu terselamatkan Leo,, tak ada lain kali"


"Terima kasih bos"


.


.


.


Pesawat sudah meng udara, saat ini Nomura dan pasukan nya menuju AMERIKA.


Untuk kali ini Leo tidak d ikut serta kan, karena hukuman yg ia Terima.


Sebelum pesawat mendarat sebuah mobil sudah menunggu d bandara..


Jadi Nomura tak butuh waktu lama untuk mencapai mansion nya..


.


.


.


Dor dor dor


Bidikan yg selalu tepat sasaran..


Menoleh ke belakang mendapati Dimas berdiri lesu..


Nomura merentang kan tangan menyambut Dimas kepelukan nya..


"Bagaimana kabar mu,???"


" Baik"


"Apa penerbangan mu menyenangkan??? "


"Haruskah aku berkata ya??? "


"Come on Dimas ,, semangat lah"


"Aku akan beristirahat sejenak,, setelah makan malam kau beritahu apa misi ku"


"Baiklah" ucap Nomura mempersilakan Dimas berlalu d hadapan nya


Aku tau kau sudah merasa jenuh Dimas,, aku berjanji akan melepas kan mu kali ini jika kau berhasil mengalah kan nya..


Setelah ini terbanglah dengan bebas...


.


.


Setelah makan malam ...


Mereka berkumpul , duduk mengitari meja bulat .


Nomura dan Dimas berada d tengah dengan duduk bersebrangan..


" Johny Alexander " nomura menyerah kan satu foto priA d atas meja..


Mereka mengopor foto itu agar semua bisa melihat..


"Apa masalah nya?? " tanya dimas dingin


"Dia menginginkan mu."


"Maksud mu"?? tanya Dimas lagi

__ADS_1


" Kau telah membunuh adik kesayangan nya"


"Jackson???? "


"Ya.."


"Aku tak ingin membunuh ... "


"Aku tau,, ia mempertaruhkan semua daerah kekuasaannya d bagian selatan jika kau berhasil mengalahkan nya".


Nomura menghela nafas


" One by one"


"Aku tak butuh daerah kekuasaannya itu"


"Hahahaha,, jika kau tak mau,, ya untuk ku saja"


"Jika aku kalah??? " tanya Dimas ke Nomura


"Kau akan terkubur d dunia hitam ini, SELAMANYA"


Dimas menghela nafas kasar nya..


"Kau harus menang melawan nya karena aku akan mengabulkan permintaan mu yg satu itu" mencoba memberi kan penawaran.


"Baiklah, kau tak boleh mengingkari janjimu"


"Nomura tak pernah ingkar janji"


.


.


.


Dengan langkah tegak dan berani, Dimas berjalan memasuki ruangan pertarungan seorang diri tanpa senjata..


Memakai kaos hitam press body dengan kedua tangan dlilit kain.


Celana dan sepatu olahraga..


Ia telah d tunggu oleh Johny


Pak pak pak..


"Aku akui keberanian mu Dimas "


"Aku tak suka basa basi"


"Hahaha,,, ini yg ku suka dari mu.. sangat tegas"


"Kau ada permintaan terakhir??? " tanya Johny menyunggingkan senyum meremehkan.


"Heh, seharus nya aku yg bertanya,, apa kau sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan adik kesayangan mu????"


"Brengsek" Jawab Johny.


Dimas melayangkan satu pukulan tinju nya ke arah dada Johny..


Karena Johny sedang tidak siap, dia mundur satu langkah.


"Cuih " Johny meludah dan mulai membalas Dimas..


Mereka saling membalas,, pukulan dan tendangan mereka berikan..


Sampai akhirnya..


Tak...


Johny tersungkur mengeluarkan darah dari mulut nya...


"Sudah ku bilang,, aku tak suka basa basi.. " ucap Dimas menekan kepala Johny dengan kaki nya..


"Hahaha,, kau jangan sombong dulu"


ucap Johny mengeluarkan sebuah pisau dan menggores kaki Dimas yg berada d atas kepalanya..


Dimas merasa perih dan seketika melepas kan injak kan d kaki nya..


"Kau curang" teriak Dimas..


"Hahaha,,, disini aku yg menentukan peraturan nya"

__ADS_1


.


.


Di dalam sebuah mobil berteknologi canggih Nomura menyaksikan semua yg terjadi..


Dengan kehebatan alat Nomura ia berhasil menyabotase semua kamera CCTV yg berada d ruangan..


"Sekarang waktu nya" titah Nomura seraya bangkit dari kursi yg sedari tadi ia duduki.


Membuka pintu mobil dan berjalan angkuh menuju gedung..


Satu persatu pengawal yg berada d luar jatuh ke tanah..


Tembakan jarak jauh Nomura membuat mereka mati mengenaskan..


.


.


Dari awal Johny memang mengetahui kalau Dimas bukan tandingan nya..


Karena Dimas masih bugar dan muda..


Ditambah kemampuan ilmu bela diri nya yg patut d acungi jempol..


Sedangkan Johny sekarang berumur mencapai 40 tahunan. sudah tua dan tidak bisa bergerak dengan leluasa..


Johny ber diri dan melayang kan pisau itu ke arah perut Dimas..


Tapi Dimas mengelak, dan membalas Johny dengan pukulan dan tendangan..


Johny merasa tersudut dan menganggukkan kepala nya..


Seketika para pasukan nya datang dan memukul dan menendang Dimas membabi buta..


Johny tertawa miring dan hendak keluar dari ruangan..


Saat membuka pintu..


Nomura sudah berdiri d hadapan nya dengan kedua tangan d dada..


Seketika Johny panik melihat banyak nya pasukan berada d belakang Nomura.


Ia juga melotot melihat semua pengawal nya mati ditembak pasukan Nomura..


Nomura mengangkat tangan nya..


Seketika pasukan Nomura masuk dan membantu Dimas d dalam ruangan..


Nomura menggiring Johny..


Johny mengangkat kedua tangan dan berlutut..


Dimas menghampiri dan mengambil pisau yg tergeletak d lantai..


Dimas mengayunkan pisau d tangan nya ke arah Johny..


Dimas tersenyum saat melihat johny mati mengenaskan..


ia menjilat darah johny yg tertinggal d pisau..


Hal yg selalu di lakukan oleh semua para anggota kelompok..


Senyum menyeringai d tampil kan Nomura..


Seketika pertarungan antara pasukan Johny dan Nomura berhenti..


Pengawal Johny seketika mundur melihat bos mereka telah mati..


Saat nomura ingin mendekati dimas ,


tiba tiba


DOOOOR.....


Dimas terduduk d lantai memegang dada nya bersimbah darah...


Seketika ia menutup mata dan kehilangan kesadaran nya....


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2