
Beberapa hari kemudian. Hari ini Nomura , Yuki dan Keano pergi ke kuil untuk mengunjungi Aiden, Ayumi, dan Haruka.
"Dad, mom aku datang" Nomura menunduk memberi salam atau nama lain nya (Ojigi).
"Aku kesini membawa serta calon istri dan cucu kalian. Maaf aku jarang datang kesini karena aku takut mengingat hal hal yg menyakitkan. Tapi sekarang aku sudah bisa ikhlas melepaskan kalian."
Nomura menghela nafas,,
"Aku kesini meminta restu. Besok aku akan menikahi Yuki , mommy sekarang tidak bisa lagi mengejek ku. "
Nomura tersenyum, tapi raut wajah nya menampilkan kesedihan yg mendalam.
"Doakan rumah tangga kami yg dad, mom. Aku sangat menyanyangi kalian"
Nomura kembali menunduk memberi salam.
Yuki tersenyum saat Nomura menoleh kepada nya.
Yuki memberi kan Keano kepada Nomura. dia juga ingin meminta restu kepada orang tua Nomura.
Dimulai dari ojigi Yuki berucap dalam hati.
"Maafkan saya tuan dan nyonya. Awalnya saya tidak tau akan seperti ini jadinya, saya akui saya tidak pantas untuk tuan Nomura. Tapi setidaknya saya berjanji akan membuat tuan Nomura bahagia dengan cara saya. Mohon restui kami"
Yuki kembali menunduk, dan segera menggenggam tangan Nomura meninggal kan tempat itu.
"Apa kita tak berpamitan pada nona Haruka??? "
Nomura menggeleng membuat yuki memaklumi.
Ya Nomura masih merasa menyesal dan belum bisa move on dari kematian Haruka. Perasaan bersalah masih menyelimuti nya.
Sampai kapan???
Entahlah,, dia berharap waktu akan menyembuhkan nya..
__ADS_1
Saat d mobil.
"Apa yg kau ucapkan tadi baby???
Yuki menoleh dan tersenyum.
" Rahasia "
"Kau berani main rahasia rahasia an dengan ku??? "
"Of course"
Nomura melotot tajam.
"Hahaha, aku bilang kepada nyonya. Aku akan menghukum mu karena menyia nyiakan ku"
"Aku tak pernah men sia-siakan mu, kau saja yg kabur"
"Hei... Tidak kah kau tau jika mulut mu itu sangat berbisa tuan??? Apa harus ku jabarkan kata yg kau ucapkan waktu itu??? Diotak ku masih terekam jelas bagaimana kau menghina ku waktu itu!!! "
"Kau seperti mommy baby. Cerewet" cicit nya pelan
"Apa kau bilang??? "
Yuki marah. Bahkan saat ini darah nya sudah naik mencapai ubun ubun.
"Ti.. tidak baby. Aku tak bilang apa apa"
PFFT..
Tawa tertahan Okada yg menyetir membuat Nomura menendang kursi pengemudi dari belakang.
Okada sudah kembali dari perjalanan bisnis, yg hanya membutuhkan waktu beberapa hari saja. Jika pergi bersama Nomura memang memakan waktu yg lama. Karena Nomura suka menunda-nunda pekerjaan.
"Berani sekali kau menertawakan ku "
__ADS_1
"Maaf tuan, saya tidak menertawakan tuan"
"Kau pikir aku bodoh hah??? "
"Maaf tuan"
"Maaf, maaf.. Gaji mu turun 50%."
"Yaah jangan tuan,, saya tidak akan mengulangi nya lagi"
"Kau tau siapa aku Okada"
Okada menunduk, dia pikir Nomura sudah mulai berubah saat bertemu nona Yuki. Tapi ternyata tidak.
Okada melirik dari center mirror, Yuki yg tengah melihat nya juga. Okada lansung memelas melihat Yuki seakan meminta pertolongan. Yuki mengangguk paham.
"Kamu yakin akan menurunkan gaji Okada sayang??? "
"Kenapa??? kau tak Terima baby??? Jangan membuat ku cemburu!! "
"Jika kamu menurunkan gaji nya, bagaimana dia akan membantu menyiapkan pernikahan kita esok??? bukankah Okada sangat berkompeten??? "
"Kau memuji nya??? Tunggu sampai rumah, aku akan menghukum mu karena memuji pria lain d hadapan ku"
"Astaga... kenapa jadi seperti ini??? maaf kan aku Okada aku tak bisa membantu mu. Kau lihat bos mu ini bukan??? Sekarang malah aku yg akan d hukum. Dan yg pasti hukuman itu membuat ku tak bisa berjalan esok hari. "
"Tidak sayang, menurut ku biarkan saja gajinya d potong. Atau sekalian saja tak usah d gaji"
"Itu ide yg bagus baby"
Yuki melirik tajam Okada yg menampilkan wajah putus asa..
"Suami istri sama sama kejam. Kalian memang sangat cocok"
...****************...
__ADS_1