
Sementara itu d belahan dunia yg lain, seorang wanita yg tengah hamil muda sedang menggambar wajah seseorang yg selalu menghiasi ingatan nya..
Ia menghentikan gerakan tangan nya..
MELAMUN..
Itu yg selalu dia lakukan jika sedang menyendiri..
PENYESALAN..
Selalu Hinggap d fikiran nya..
Jika saja dia tak melamar kerja d tempat Nomura mungkin semua ini tak akan terjadi..
Wajah yg tampan, badan yg kekar dan perkasa..
Siapa yg tak akan ter pesona..
Yuki segera menggeleng, mengingat percintaan panas nya malam itu..
Ia tak munafik..
Terkadang dia juga merindukan belain tangan Nomura.
Walau hanya semalam, tapi Nomura melakukan nya berkali kali..
Pertama memang agak kasar, yg kedua dan seterusnya Nomura lebih manusiawi..
Penuh kelembutan dan perasaan..
"AKU MENYUKAI SEMUA YG ADA PADA DIRIMU"
Kata Nomura malam itu..
Kata yg membuat Yuki meleleh..
Mungkin Nomura tak sadar mengatakan nya karena d bawah pengaruh n****u yg membara, tapi kata itu terus terngiang d telinga Yuki..
Yuki mengelus perut nya yg masih datar..
"Nak,, mommy akan merawat dan membesarkan mu,, mommy akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk mu. Jangan rewel ya, karena daddy mu tak ada d samping kita.. Mommy menyayangi mu nak.. "
Yuki tersenyum..
__ADS_1
.
.
.
Haruka sampai drumah menjelang malam,, saat keadaan nya sudah membaik dan lebih tenang..
"Selamat sore nyonya"
Sapa Leo membuat Ayumi menoleh.
"Kalian sudah pulang?? "
Ayumi bangkit dan mendekati mereka..
"Bagaimana jalan jalan nya sayang??? "
Haruka tersenyum..
"Hmmm.. sangat menyenangkan mom"
"Syukurlah kalau begitu"
"Mom, aku ke kamar ya. Capek ingin istirahat"
Ayumi menatap nanar kepergian anak bungsu nya, ia langsung melirik Leo..
Sedangkan yg d lirik hanya menggeleng..
"Kalau begitu, saya pamit dulu Nyonya. Selamat sore"
Ucap Leo seraya menundukkan kepala nya..
Ayumi mengangguk dan kembali duduk d sofa setelah Leo berlalu dari hadapan nya.
Apa yg terjadi dengan anak anak nya???
Kenapa prilaku mereka menjadi aneh..
Nomura yg mulai gila karena d tinggal kan wanita.
Sekarang Haruka yg selalu murung akhir akhir ini tak tau penyebab nya.
__ADS_1
Hah...
"Hei Aiden Kai.. Kau lihat prilaku anak mu dari atas sana bukan??? Apa yg harus ku lakukan??? Aku mohon tunjukkan jalan keluar nya. Aku tak sanggup menanggung nya sendiri. Sebenarnya aku ingin ke tempat mu saja,, tapi melihat anak kita yg sedang bermasalah membuat ku urung.. Sedang kan ada aku saja mereka seperti ini, apalagi tak ada aku. Apa kita pernah melakukan kesalahan d masa lalu???"
Ayumi menengadah ke atas.
Seakan sedang berbicara dan bertanya dengan suami nya..
Pertanyaan yg tak akan mendapat jawaban..
Ia akan mencari tahu satu persatu tentang masalah anak anak nya..
Kalau bukan dia, siapa lagi..
Ayumi memencet tombol d ponsel yg menghubungkan nya dengan seseorang..
"Bagaimana??? "
.
.
.
Nomura sampai drumah ke esok kan hari nya..
Seberapa jauh ia pergi, ia akan pulang dengan cepat karena memiliki pesawat pribadi..
Jadi kapan pun mau berangkat, tak perlu menunggu waktu yg lama..
Di ambang pintu,, Ayumi sudah menunggu nya dengan tangan d pinggang dan tatapan membunuh..
Nomura bergidik, satu satu nya orang yg dia takuti hanya satu yaitu orang yg berdiri d hadapan nya saat ini.
Sang mommy..
Ayumi mendekati Nomura dan mulai melakukan aksi nya..
Yaitu memelintir telinga Nomura sampai memerah..
"Awww, sakit mom"
Nomura memelas..
__ADS_1
"Biar tau rasa kamu"
...****************...