
Keano merayakan hari jadi nya yg ke 30 tahun.. umur yg begitu matang belum membuat nya ingin segera menikah.
"Kamu harus pikirkan masa depan nak" Selalu Yuki memberi petuah agar ia segera menikah..
Keano memutar bola mata nya malas...
Sedangkan Nomura hanya mengedikkan ke dua bahu nya saat sang anak melirik nya mencari pembelaan..
"Mom,, kalau udah ada jodoh nya pasti aku segera menikah"
"Terserah kamu lah nak,, tapi jangan menyesal bila nanti mommy dan daddy tidak bisa melihat mu menikah. Umur seseorang tidak ada yg tau"
"Mom" Keano memelas saat sang mommy sudah membawa umur..
Nomura mengingat saat dulu Ayumi selalu menyuruh nya menikah.
Jika saja dulu ia tau menikah semenyenangkan ini, mungkin ia tak kan menunda untuk mempunyai istri dan anak.
"Daddy" Nomura menoleh saat Keano memanggilnya..
"Apa dady tak ingin menikah lagi??? "
Nomura bingung dengan pertanyaan Keano.
"Maksudmu??? "
"Mommy kan menyuruh menikah,, bagaimana kalau daddy saja yg menikah lagi??? "
Nomura menautkan kedua alis nya...
"Coba saja daddy mu berani menikah lagi, mommy akan menghukumnya"
Yuki menatap marah dan berlalu meninggalkan Keano dan Nomura.
__ADS_1
"Astaga Keano,, kau cari masalah saja" Nomura memijit kening nya pusing..
"Hehe, maaf dad,, aku cuma lelah d teror agar segera menikah" Keano menggaruk tengkuk nya yg tak gatal.
"Tapi tak perlu bawa bawa nama daddy juga"
"Tapi sebaiknya daddy pertimbangkan usulan ku tadi, apa daddy tidak capek sama mommy yg terlalu cerewet??? "
"Walaupun cerewet, tapi daddy sangat mencintai mommy mu"
"Alah, jika ada yg bening dikit pasti daddy berpaling"
"Jawaban daddy adalah tidak akan berpaling dari mommy mu"
"Iya deh,,, daddy bucin sama istri. Oia dad,, tetangga kita yg baru kabar nya janda lo dad.. Apa daddy tidak mau say hello??? "
Nomura menegakkan tubuh nya..
"Mom,,, kakak dan daddy mau say hello sama tetangga kita yg janda"
Teriak an Akiara Nomura Kai anak ke dua Nomura dan Yuki menggema d seluruh ruangan.
Secepat kilat Keano menutup mulut sang adik yg menurut nya terlalu ember..
Nomura mengingat Haruka sang adik, semua sifat Haruka menurun kepada Kiara. Tanpa terkecuali.
Hah.. Selama ini Nomura selalu merindukan tingkah sang adik, walaupun sudah lama berlalu. Tapi keceriaan nya selalu melekat d ingatan nya.
Yuki datang dari dapur membawa sapu.
"Siapa yg mau say hello sama tetangga kita yg janda??? "
Pertanyaan Yuki membuat Nomura dan Keano bungkam.
__ADS_1
"kakak sama daddy, mom"
Mereka semua melirik Kiara yg cengengesan tidak bersalah.
"Apa benar sayang??? " Yuki menepuk nepuk ganggang sapu d telapak tangan nya.
"Bukan aku baby, tapi anak mu " Ucap Nomura memelas.
"Tapi aku mendengar jika kau juga ingin ikutan sayang"
Yuki menaik turunkan kedua alis nya..
"Tidak sayang, aku mana berani.. Kau satu satu nya... "
Nomura berdiri dan menghampiri Yuki yg tengah kesal. Mengambil sapu yg berada d tangan yuki, melemparkan nya ke arah Keano.
"Sakit dad" Keano meringis saat sapu yg d lempar Nomura mengenai kaki nya...
Nomura tak menyahut, ia berjalan menggandeng tangan Yuki menuju kamar..
"Hahaha,, itu karma nyata untuk mu kk"
Kiara tertawa melihat Keano yg meringis mengusap usap kaki nya..
"Ini semua karena ulah mu Kiara"
"Hahaha, maaf ya kk.. Tapi bagaimana pun aku akan selalu membela mommy"
"Terserah kau lah Kiara,, kakak berangkat dulu"
Kiara mengangguk dan Keano berlalu dari hadapan nya..
...****************...
__ADS_1