Sang Mafia

Sang Mafia
bab 65


__ADS_3

Sedangkan Yuki hanya melongo menatap ketua mafia yg d kenal kejam tersebut.


Bagaimana tidak, kalau dia tau akan d lamar seperti ini.Dia takkan susah membuat surat wasiat untuk Keano. Dan tak kan menyebarkan berita jika ia akan d bunuh.


Bahkan ia sudah memberikan pesan selamat tinggal kepada Hiroki dan Alice mengatakan agar menjaga Keano dengan baik. Bikin malu saja.



"Kau tak perlu menyiapkan ini semua, karena yg aku butuh kan hanya ketulusan mu saja"


Nomura melirik Okada dengan tatapan tajam. Seakan berkata jika ide yg dia sarankan sia sia saja.


"Kalian kembalikan ruangan ini seperti semula, SEKARANG!! " titah Nomura.


"Tunggu" ucap Yuki sedikit berteriak.


"Jangan d ubah, aku suka seperti ini"


"Tapi tadi kau bilang tak perlu"


"Astaga tuan, saya kan hanya basa basi saja"


Yuki tersenyum menjawab perkataan Nomura.


"Ayo kita lanjutkan" ucap Yuki mengalihkan pembicaraan.


Nomura menyodorkan sebuah pistol ke hadapan Yuki. membuat nya terbelalak kaget.


"Haha, aku hanya becanda. " ucap Nomura santai.


" Becanda mu sama sekali tidak lucu tuan. Kau tak tau jantung ku sudah berdegup dengan kencang. Untung sayang!! "


Akhirnya Nomura membuka kotak berwarna hijau tosca yg berisi sebuah cincin simpel cantik.



"Will you marry me??? " tanya Nomura sambil berlutut.


"Sekarang" titah Okada dari balik intercom.


Tulisan 'will you marry me' terlihat d menara Eiffel. Sangat besar dan cantik karena dihiasi lampu lampu. Ntah berapa kocek yg harus d keluar kan Nomura. Yg pastinya sangat buanyak sekalliiiih.


(Kan author terlalu halu jadinya, ngebayangin pak suami melakukan hal yg romantis seperti ini juga)


Yuki menutup mulut nya dengan tangan. Tak percaya jika Nomura melakukan ini semua.


"Cepat katakan ya, jika tidak aku benar-benar akan menembak mu" Ancam Nomura pelan membuat Yuki terbelalak kaget.


"Astaga baru saja aku menikmati ke romantis an ini. Memang benar, mafia memang beda"


Yuki mengangguk. "Yes i do"

__ADS_1


Nomura berdiri dan menyematkan cincin d jari manis Yuki.


Tapi....


"Cincin nya kekecilan" bisik Yuki saat Nomura memaksakan cincin nya masuk kedalam jari manis Yuki.


"Kita letak kan d jari kelingking mu, aku pikir ini sangat pas mengingat tubuh mu yg sangat kurus tak terawat" putus Nomura.


Hah.. Yu-ki memutar bola mata nya malas. memaksa kan diri untuk tersenyum lalu mengangguk.


Sedangkan Nomura melotot tajam pada Okada yg memilih cincin untuk Yuki.


Tetooot...


Acara lamaran romantis berarti gagal.


"Aduuuh.. Siap siap dapat hukuman.. Apes..... "


.


.


Setelah acara lamaran yg penuh drama. Yuki d antar sampai rumah bahkan sampai kedalam kamar nya.


Nomura sudah memesan kamar d hotel tempat berlangsung nya lamaran tadi. Tapi Yuki langsung menolak tegas.


"Kenapa kamu mengantar ku sampai kamar??? "


"Yg ada aku tak selamat jika bersama mu"


"Itu kau tau. Ayo kita lakukan lagi dan lagi"


"Tidak, tidak untuk hari ini. Kamu tidak lihat sekarang jam berapa tuan???" Yuki melirik jam dinding dalam kamar.


"Astaga, sudah jm 11. Aku belum melihat Keano hari ini" teriak Yuki yg langsung berlari mencari keberadaan Keano.


Nomura hanya bisa tersenyum dan menggeleng kan kepala nya menatap kepergian Yuki.


Biasanya Yuki tidur berdua dengan Keano. Tapi hari ini, dia sampai melupakan anak gembul nya itu. Karena acara yg d buat Nomura.


Yuki membuka satu persatu kamar yg lain. Hati nya merasa lega melihat Keano sudah tertidur lelap d dalam box bayi nya. 2 orang memakai baju pengasuh tidur d ranjang samping box bayi Keano. Salah satu nya adalah Lani.


Wait...


Kenapa Lani tidur d sini???


Dan kenapa ada kamar bayi yg sudah d hias sedemikian rupa???


Yuki memicingkan mata nya. Siapa lagi pelaku nya jika bukan Nomura.


Dia berjalan cepat menuju kamar ingin melayang kan protes karena tidak d ikut serta kan dalam mengambil keputusan menyangkut sang buah hati.

__ADS_1


Saat sampai d kamar.


"Astaga... " teriak Yuki.


"Kenapa kau berteriak seperti itu???"


Bagaimana tidak teriak, Nomura tidak memakai pakaian sehelai benang pun. Tidur telentang d ranjang dengan merentang kan kedua tangan nya.


"Tolong pakai baju anda, TUAN"


"Baju ganti ku tidak ada, jadi terpaksa aku seperti ini"


Yuki memutar bola mata nya malas.


"Ya seharusnya kamu pulang saja, lagian rumah mu juga tepat d sebelah, hanya membutuhkan waktu beberapa detik agar sampai" omelan Yuki membuat Nomura bangkit dan mendekat.


"Jadi kau mengusir ku baby??? " perlahan tapi pasti Nomura semakin mendekat dan akhirnya sampai tepat d hadapan Yuki.


Walaupun sudah menjadi calon istri, tapi tatapan tajam Nomura membuat Yuki menutup mata nya takut.


Yuki membuka mata dan hendak kabur, tapi cekalan d kedua tangan membuat nya tak bisa bergerak sedikit pun..


Dan akhirnya..


PASRAH..


Jalan satu satu nya..


"Kamu sudah tak bisa kemana mana baby. Sekarang menurut lah jika kamu tak ingin mendapatkan hukuman yg lebih berat" Ucap Nomura mulai menciumi seluruh wajah Yuki.


Ciu man dari wajah berpindah ke leher. Tangan Nomura tak tinggal diam, menjelajahi tubuuuh Yuki yg masih d balut gaun.


SLIIIIIP...


Satu gerakan tangan saja, gaun itu sudah jatuh ke lantai...


Nomura dengan liiiiiaaar menciiiiiumi tubuh Yuki yg hanya berbalut kain tipis menutupi aset berharga nya.


Satu persatu kain itu d buka. Dan nampak lah pemandangan yg membuat Nomura menelan saliva.


Burung puyuh nya sudah tegak menantang badai.


Saat akan melangkah lebih jauh..


Tiba-tiba Yuki menoleh.


DAN....


"Aaaaaaaaaaaaaaaa"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2