Sang Mafia

Sang Mafia
bab 41


__ADS_3

Keluarga kecil Kai sedang duduk d meja makan menunggu sarapan yg d siap kan pelayan..


Seraya menunggu, Ayumi melirik kanan kiri.


Biasanya kakak beradik ini akan cekcok d pagi hari.


Tapi pagi ini mereka diam tanpa kata..


Kentut nya pun tak bersuara..


Nomura duduk temenung, satu tangan nya D atas meja sambil menopang dagu. Penglihatan nya menerawang.


Sedangkan Haruka menunduk kan kepala seraya memilih milin ujung drees milik nya.


"HAH"


Helaan nafas Ayumi membuat kedua anak nya menoleh.


"Sepi ya,, kayak kuburan"


Ayumi mengawali kalimat nya..


"Ia mom,, dan mommy penguasa kuburan nya"


Jawab Nomura masih tetap dengan posisi nya..


Ayumi melotot.


"Enak saja kamu."


"Mommy sendiri kan yg bilang rumah ini kayak kuburan. Dan dirumah ini kan mommy penguasanya. Jadi... "


"Sssst diamlah Nomura.. Kalian tau apa yg mommy fikirkan?? "


Ayumi memotong pembicaraan Nomura dengan mengajukan pertanyaan..


Haruka menggeleng.


"Mana kami tau mom,, memang nya kami cenayang?? "


Jawab Nomura.


"Mommy sedang membayangkan cucu cucu mommy bermain dan berlari d rumah ini.. Pasti menyenangkan bukan?? "


Nomura menghembuskan nafas kasar, ia sudah membayangkan pasti kata kata mommy selanjutnya akan meleber kepada nya..


DEG..

__ADS_1


Sedangkan sekarang jantung Haruka berdetak dengan kencang.


Apa sekarang waktu nya membicarakan ini???


Haruka sudah memutuskan memberi tahu keluarga nya.


Terserah apa kata Mommy dan kakak nya..


Jika mereka menerima dia akan sangat bahagia.


Jika tidak, maka ia akan meninggalkan keluarga Kai dan pergi menjauh dari negara ini.


Bukan kah harta Kevin lebih dari cukup untuk dia dan anak nya.


"Mom"


Panggilan Haruka membuat Ayumi dan Nomura menoleh kearah nya.


"Ya sayang, ada apa?? "


Seketika Haruka menjadi takut dan ragu mengatakan nya..


Apalagi melihat tatapan tajam Nomura..


Haruka menggeleng..


Saat Ayumi ingin membuka suara, pelayan datang menata sarapan d meja makan membuat Ayumi tak jadi melanjutkan kata kata nya.


"Baiklah,, selamat makan"


Ucap Ayumi..


Lagi dan lagi Haruka mengalami morning sickness..


Kali ini dia tidak bisa menahan nya dan akhirnya berlari ke arah wastafel dapur.


Tempat terdekat nya sekarang.


Tak mungkin ia berlari ke kamar,, sangat jauh..


Yang ada muntah nya akan muncrat kemana mana.


Ayumi dan Nomura segera mengejar Haruka..


Tanpa jijik sedikit pun, Nomura memijat tengkuk Haruka..


Ayumi tertegun.

__ADS_1


Apa yg selama ini ada d fikiran nya adalah benar???


"Mom.. "


Panggilan Nomura membuat Ayumi menoleh


"Kita harus bawa Haruka ke rumah sakit.."


Ayumi tak menjawab.


"Tiiidaaak"


Teriak an Haruka membuat mereka terkejut.


"Maaf kak, mom. Gak usah bawa ke rumah sakit, aku cuma masuk angin biasa. paling nanti sembuh sendiri"


"Apanya yg masuk angin biasa, sudah 2x kamu muntah muntah kayak gini. "


"Gak kak, gak usah"


"Jangan melawan Haruka. Ayo cepat.. "


Nomura menarik pelan tangan Haruka.


"Stop. Biar mommy yg bawa Haruka ke rumah sakit. Sekarang kamu sarapan duluan, dan berangkat ke kantor. Nanti kamu terlambat"


"Tapi mom"


Sanggah Nomura.


"Gak ada tapi tapian"


Ayumi melotot tajam.


"Hmmm, ya sudah aku sarapan d kantor saja. Aku pergi dulu. "


Nomura mencium pipi Ayumi dan Haruka bergantian. Dan segera berlalu menuju perusahaan.


Setelah kepergian Nomura Ayumi melirik anak bungsu nya, sedangkan yg d lirik hanya bisa menunduk takut..


"Mommy tunggu kamu d kamar mommy, sekarang"


Tegas dan terbantah.


Ayumi meninggal kan Haruka menuju kamar nya..


...****************...

__ADS_1


__ADS_2