Sang Mafia

Sang Mafia
bab 78


__ADS_3

"Bagaimana??? "


"Aku sudah membujuk nya agar menikahi mu. Sebagai ganti nya, aku ingin kau memberi ku bukti bukti terkait kematian Aiden"


"Haha, bukankah aku sudah memberi mu uang Okada??? "


"Uang hanya untuk informasi pernikahan Nomura dan Yuki"


"Kau tak akan bisa mendapatkan nya"


"Terserah kau, karena aku bisa membatalkan pernikahan yg kau impikan dengan Nomura"


Elena melotot...


Tentu saja dia tak mau jika pernikahan ini batal, karena dia sudah menunggu lama agar sampai d titik ini.


Elena bekerja sama dengan orang kepercayaan Nomura. Tentu saja dgn iming-iming uang yg banyak.


Cinta yg buta membuat Elena menghalalkan segala cara.


"Baiklah, aku akan memberikan rekaman bukti itu"


"Bagus. Aku penasaran dari mana kau mendapatkan semua bukti kematian Aiden??? Sedangkan Nomura yg sangat hebat saja tak bisa mendapatkan nya"


"Kalian memang bodoh, tentu saja dari tersangka nya langsung. "


"Kau tau siapa pelaku nya??? "


"Ya, ayahku yg membunuh nya. Saat itu Nomura masih remaja. Tentu saja dengan mudah d kelabui. Ayah ku dengan cepat melenyapkan kan semua saksi, dan menyimpan beberapa bukti yg terkait"


"Apa yg membuat ayahmu membunuh Aiden??? "


"Dari remaja mereka berteman baik, permusuhan mereka d mulai dari pernikahan Aiden dan Ayumi"

__ADS_1


"Cinta bertepuk sebelah tangan??? " Okada menebak membuat Elena mengangguk.


"Ya pernikahan itu membuat ayah ku marah dan mencoba mengalahkan Aiden"


"Tapi tetap tidak bisa??? "


Elena mengangguk.


"Aidet sangat tangguh seperti Nomura. Dan jaln agar dia hancur adalah KEMATIAN"


.


.


.


Yuki sampai d kantor Ayumi.. Tadi Yuki d antar sopir dan membawa 1 bodyguard untuk menemani.


Seluruh karyawan boutique menunduk hormat. Tak ada yg tau jika Yuki adalah istri Nomura, Setau mereka Yuki adalah CEO mereka yg baru, pengganti Ayumi yg sudah meninggal.


Yuki memasuki ruangan Ayumi, diantar salah satu karyawan. Pemandangan yg pertama kali ia lihat adalah bersih dan rapi.


"Terimakasih telah mengantar ku, kamu boleh kembali bekerja"


Karyawan itu mengangguk dan menutup pintu.


Yuki berjalan melihat lihat seluruh ruangan. Susunan majalah fashion dan beberapa buku tersusun rapi dalam sebuah lemari pajangan..


Ia mengambil salah Sa tu buku yg d anggapnya menarik.


Berbagai tulisan Ayumi berada d sana dan beberapa foto seorang wanita yg tampak tidak asing.


Rasanya aku pernah melihat dia, tapi dimana????

__ADS_1


Ah.. aku tau, dia wanita yg waktu itu ada d toilet bandara. Saat aku membersihkan wajah yg belepotan make up.


Tapi apa hubungannya dengan mommy Ayumi???


Kenapa disini mommy menulis jika mereka adalan pelaku nya???


Sudahlah, bukan urusan ku juga..


Yuki meletakkan kembali buku buku itu kedalam rak, ia mulai membaca satu persatu dokumen yg td ia bawa sebelum masuk kedalam ruangan.


Dengan pengalaman yg ia punya, Yuki bisa mengerti dengan cepat.


tok tok tok..


Ketukan d pintu membuat Yuki menoleh.


"Masuk"


Ternyata bodyguard yg Yuki bawa masuk kedalam ruangan.


"Maaf nyonya, sudah pukul 4 sore. Apakah anda ingin pulang sekarang??? "


Yuki melirik jam ada d atas meja. Ternyata karena keasyikan bekerja ia tak tau jika telah duduk d kursi ini selama 4 jam lebih.


Yuki mengangguk..


"Tunggu sebentar, aku akan membereskan ini dulu"


Yuki membereskan semua dokumen yg ada d atas meja dan pulang menuju rumah.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2