Sang Mafia

Sang Mafia
bab 72


__ADS_3

Pagi ini Yuki tengah mempersiapkan pakaian kerja Nomura. Walaupun pengantin baru, Nomura tetap harus pergi ke perusahaan.


Tak ada acara bulan madu bagi pasangan ini. Mengingat sudah beberapa hari ia meliburkan diri.


"Baby.. "


Panggilan Nomura membuat Yuki keluar dari walk in closet.


"Ya sayang"


Yuki menghampiri Nomura yg masih tidur tiduran d ranjang.


"Kenapa kamu tak membangunkan ku??? "


Nomura merentang tangan ingin memeluk.


"Kamu nyenyak sekali sayang, ayo bangun... nanti terlambat"


Yuki langsung masuk ke dalam pelukan Nomura. Tempat ternyaman nya saat ini.


"Aku bos nya. Aku bisa datang kapan saja"


Yuki memutar bola mata nya malas.


"Terserah kamu lah sayang"


.


.


Setelah berpelukan sekian menit. Akhirnya Nomura bangkit dan segera bersiap.


Jika tidak mengingat hari ini ada rapat penting, lebih baik dia tidur lagi bersama Yuki pagi ini.


Dari tadi malam Okada sudah mewanti wanti Nomura agar besok pergi ke kantor dan jangan terlambat.


Tidur yg d maksud Nomura adalah tidur tambah plus plus.


Nomura menggendong dan menciumi pipi gembul Keano yg tadinya tengah anteng tidur an d karpet ruang keluarga dengan botol susu menempel d mulut nya..


"Sayang dia lagi minum susu"


Yuki mengingat kan Nomura yg tak lepas menciumi seluruh wajah dan tubuh anak nya. Takut Keano nanti tersedak.


"Ah.. Aku jadi ingin minum s**u mu juga baby"

__ADS_1


Ucap Nomura lantang.


BLUSH...


Yuki melotot mendengar pernyataan Nomura dan melirik kanan kiri.


ASTAGA...


Ternyata para pelayan melihat interaksi mereka yg membuat Yuki semakin merona malu..


"Kenapa kau melihat ku seperti itu??? "


"Kau sangat tidak tau malu tuan"..


"Untuk apa malu dengan istri sendiri" ucap Nomura santai.


"Terserah kau lah tuan"


Yuki segera beranjak menuju dapur menyiapkan sarapan pagi keluarga kecil mereka.


Setelah memanggil Nomura, Yuki duduk d meja makan d sebelah kiri Nomura.


Sedangkan Keano tengah bermain dengan Lani.


Tak ada percakapan selama sarapan,


Lani menunduk ketika Nomura membersihkan mulut bya dengan tisyu pertanda sarapan nya telah selesai.


"Suruh dia menunggu sebentar"


Lani mengangguk dan berlalu meninggalkan meja makan.


.


.


Lani menghampiri Okada yang sedang menggendong Keano.


"Tuan bilang sebentar lagi akan kesini tuan"


Okada menoleh dan mengangguk.


"Terima kasih"


Tadi hanya Lani pelayan yg d temui Okada karena pelayan lain sedang melakukan pekerjaan mereka.

__ADS_1


Terpaksa Okada menyuruh Lani. Karena Okada tak berani menemui Nomura langsung, terlalu lancang menurut nya.


Karena tugas nya d perusahaan dan markas bukan d mansion.


Awalnya tugas Okada hanya d markas saja karena Leo yg bertugas d perusahaan.


Tapi semenjak Leo menghilang dan tak kembali akhirnya Okada turut andil ke perusahaan.


2 orang ini adalah anak emas Nomura.


Lani segera mengangkat tubuh Keano kembali ke gendongan nya.


Sejenak tatapan mereka bertemu, dan sangat dekat.


Deg deg deg...


Jantung Okada berdetak kencang.


"Kenapa dengan jantung ku??? Apa aku sakit jantung??? Sepulang kerja aku harus memeriksanya"


"Ehem"


Deheman Nomura membuat mereka menoleh dan langsung berdiri tegak.


"Selamat pagi tuan, nyonya"


Okada menunduk kan setengah badan nya memberi salam..


"Kenapa tadi kalian berpelukan ?? " Tanya Yuki.


"Maaf nona Mika, kami tidak berpelukan, saya hanya mengangkat tubuh Keano yg tadi d gendong tuan Okada"


Lani menjelaskan kronologi.


"Berpelukan pun tak apa apa Lani. Okada cukup tampan untuk d jadikan suami"


Nomura melotot tajam.


"Berani sekali kau memuji pria lain d hadapan ku baby"


"Astaga, kenapa aku dapat suami yg sangat posesif begini" YUKI


"Ya ampun bos, saya rela tak d puji oleh istri mu. Karena itu adalah musibah untuk saya" OKADA


"Ihh, sosweet sekali tuan. Aku jadi ingin mempunyai suami seperti anda tuan" LANI.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2