Sang Mafia

Sang Mafia
bab 29


__ADS_3

Nomura melihat 3 panggilan tak terjawab dari sang mommy.


Tadi dia sedang berada d kamar mandi..


Dia sedang bermain solo dan membayangkan wajah Yuki.


Hasrat nya bangkit hanya dengan memikirkan tubuh polos yg membuat nya ingin menyentuh nya lagi tapi terhalang keadaan..


Nomura segera memanggil ulang sang mommy..


Takut ada sesuatu yg gawat dengan Mommy nya..


"Hallo mom, ada apa mommy menelfon ku?? "


"Iya mommy sangat merindukan mu anak sulung ku"


"Mom.."


Nomura sedikit kesal, karena mommy nya tak pernah serius jika berbicara dengan nya.


"Serius sayang,, apa kamu tak merindukan mommy?? "


Nomura memutar bola mata nya malas.


"Apa yg mommy inginkan?? "


"Kau sangat peka sayang,, mommy ingin pesawat jet terbaru"


"HAH??? untuk apa mom?? "


Tanya Nomura melotot mendengar permintaan mommy nya..


"Hei,, jangan pelit ya Nomura.. Uang mu sangat banyak, bahkan tak akan habis jika memberikan mommy satu pesawat jet saja"


"Serius lah mom,,"


"Mommy ingin pergi ke bulan dengan pesawat itu"


"Astaga mom,,"


Nomura memijat pelan pelipis nya pusing


"Aku akan tutup telfon nya mom"


"Tunggu nak,, baiklah"


Akhirnya Ayumi menyerah menjahili sang anak sulung yg kaku itu..

__ADS_1


"Kami akan kembali ke Jepang"


"Apakah Haruka sudah libur?? "


"Kami akan menetap kembali d Jepang Nomura"


"HAH??! bukan nya Haruka masih lama d wisuda?? "


Nomura sedikit terkejut mendengar penuturan sang mommy,,


bukan nya tak paham maksud Ayumi.


Cuma ia ingin memastikan pendengar an nya,, hati nya merasa lega jika Haruka kembali ke sini karena dia tak perlu merasa kuatir yg berlebihan.


"Haruka ingin melanjutkan kuliah nya d Jepang.. Kamu ini, masa ini saja tidak paham. Bagaimana bisa kamu mengelola perusahaan sebesar itu jika hal sepele saja tak paham. Kamu membuat darah tinggi naik. Bikin kesal saja"


Nomura menjauh kan ponsel dari telinga nya,, mendengar amarah Ayumi yg meleber kemana mana..


Apa hubungannya dengan perusahaan..


Nomura menggeleng dan tersenyum lucu..


Karena sudah lama ia tak mendengar kan celotehan sang Mommy yg membuat nya rindu..


"Nomuuuuuuraa"


"Ya mom,, aku masih disini"


"Huft.. Secepatnya urus kepindahan Haruka"


Tiiit..


Panggilan terputus sepihak..


Nomura tersenyum bahagia..


Ia tak perlu bersusah payah membujuk sang adik karena Haruka sendiri lah memutuskan pindah kembali..


Dalam senyum nya Nomura melirik sekilas amplop yg d tinggal kan Yuki..


Entah kenapa dengan cepat ia membuka


Dan..


Betapa terkejut nya Nomura melihat isi nya..


Bukan karena surat pengunduran diri Yuki..

__ADS_1


Tapi dia melihat segempok uang d dalam nya..


Nomura sangat yakin kalau itu adalah uang yg terakhir ia berikan kepada Yuki pagi itu..


Sedikit rasa bersalah hinggap dalam hati nya..


Menganggap semua wanita sama, padahal Yuki sangat berbeda dari semua wanita yg d kenal nya..


Tak ada satu wanita pun yg mengembalikan uang yg sudah ia beri.


Hanya Yuki satu satu nya..


Nomura juga melihat satu surat lain..


Untuk tuan Nomura..


Maafkan saya jika tidak memberikan surat ini secara langsung.


Saya takut jika nanti anda akan marah besar dengan isi surat ini.


Saya juga tidak bisa mengambil uang yg anda berikan.


Karena uang itu akan mengingat kan saya kepada Anda.


Terimakasih karena anda sudah memberikan saya kesempatan untuk menyentuh anda.


Sesuatu yg sangat saya impikan selama ini..


Karena saya sudah mengagumi anda dari awal kita bertemu.


Saya menyukai Anda tuan, tapi saya sadar diri jika anda tidak bisa saya gapai..


Maaf kan jika perasaan saya ini sangat lancang.


Saya akan pergi dan berharap seorang bayi tumbuh d rahim saya, dan itu adalah suatu hadiah terbesar dalam hidup saya .


Saya minta maaf dan Terima kasih


Yuki..


Nomura tersenyum miris membaca surat itu.


Entah kenapa sedikit bahagia mendengar penuturan yg tulus dari Yuki.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2