
...CINTA TAK HARUS MEMILIKI.....
Kata yg sering kita dengar.
Dimana pun dan kapan pun..
Kata yg selalu d terap kan Leo dalam hati nya..
Ia akan menunggu sampai ia siap mengungkapkan nya.
Tidak sekarang, tapi mungkin nanti..
.
.
.
Saat ini Haruka sedang berada d bandara mengantarkan Leo yg akan kembali ke Jepang..
Wajah yg sudah mulai ceria.
3 hari Haruka larut dalam kesedihan.
Ia mengurung diri d kamar,, membuat Ayumi heran dengan prilaku anak bungsu nya itu.
Untung saja Leo masih d sana, jadi Leo bisa mengatasi semua kesedihan Haruka..
"Kakak udah janji, jangan ingkar ya kak"
"Hmmmm,, gimana ya??? "
Ucap Leo pura pura berfikir..
"Kak"
Memelas..
"Kakak fikir kan nanti.. "
"Hei kak,, kakak tau gak bahaya ingkar janji??? "
"Memang nya apa???" tanya Leo bingung.
"Kita bakal susah dapat jodoh lo kak.. iii.. kakak gak takut seumur hidup gak punya istri?? "
"HAH??? Siapa yg bilang kayak gitu??? " Leo melotot
"Teori nya memang seperti itu kak"
Leo tersenyum dan mengisap pelan pucuk kepala Haruka..
"Kakak rela gak nikah seumur hidup, asal bisa melihat mu tersenyum dan bahagia Haruka"
"Iiih kakak so sweet banget. Gemes deh"
Haruka merangkul tangan Leo dari samping seraya menyandarkan kepala nya..
Hal yg membuat Leo sangat sangat bahagia..
__ADS_1
Senyum terbit dari sudut bibir nya..
Bisakah ia menghentikan waktu barang sejenak???
Sungguh, ia menikmati detik ini...
Lamunan Leo buyar saat Haruka menepuk pelan pundak nya..
"Kak.. "
"Ya, Haruka.. "
"Kakak melamun??? "
"Ti tidak.. baiklah,, kakak akan berangkat.. kamu baik baik disini ya.. "
Leo membelai rambut Haruka..
Entah kenapa perlahan tapi pasti ia mendekat kan wajah.
Dan
CUP..
Satu kecupan tepat d pucuk kepala Haruka..
Haruka melotot.. Bingung...
Leo tak kalah bingung..
ASTAGA..
"Ma maaf kan kakak,, " Ucap Leo canggung..
"hmm,, gak papa kak" Jawab Haruka tak kalah canggung.
Leo melambaikan tangan berjalan menjauh..
D balas dengan gerakan sama oleh Haruka..
"Kak.. kenapa aku merasa ada sesuatu yg tak biasa nya??"
Haruka terpaku melihat punggung kokoh itu menjauh hingga tak terlihat..
.
.
.
Saat ini Nomura tengah mengadakan rapat d perusahaan nya.
Entah kenapa Nomura merasa rapat ini sangat membosankan..
Apa karena memang berjalan lambat atau ia yg tidak memahami nya..
Karena biasa nya ia jarang menghadiri rapat rapat penting.
Semua sudah d handle oleh asisten pribadi yg sangat terpercaya.
__ADS_1
Siapa Lagi kalau bukan Leo..
Huft..
Kalau bukan keadaan yg sangat urgent, mungkin ia sudah membatalkan nya..
"Bagaimana pak?? " tanya sekretaris yg menggantikan Leo
"Kita tunda sampai minggu depan"
Ucap Nomura tegas dan bangkit dari posisi duduk nya.
Ia berlalu meninggal kan ruang rapat membuat semua mata menoleh tak percaya.
Bagaimana tidak,, semua sudah mereka siap kan jauh jauh hari dan bukan nya mendapat kan kata DEAL., malah mendapat kata TUNDA..
Sang sekretaris menghela nafas kasar melihat kekecewaan para pemegang saham..
"Atas nama pak Nomura saya meminta maaf atas ketidaknyamanan anda semua.. Terimakasih sudah berkenan hadir"
Sang sekretaris berdiri dan menunduk.
Semua hadirin satu persatu bangkit dan menunduk.
Mereka meninggal kan ruang rapat dengan wajah kecewa..
TOK TOK TOK..
"MASUK"
Pintu perlahan terbuka.
Sekretaris Nomura masuk dan menyerahkan beberapa laporan terkait rapat barusan..
Nomura membaca sekilas dan meletakkan dokumen tersebut d atas meja..
"Kau tau,, entah kenapa beberapa hari ini pikiran ku tak tenang membuat ku tak bisa berkonsentrasi dengan baik"
Nomura berkata sambil menyandarkan punggung nya d kursi kebesaran nya..
"Apa kah ada masalah sehingga membuat bos tidak berkonsentrasi?? "
Nomura memijit pelan pelipis nya.
"Entah lah,, aku pun tak tau.. Tapi aku merasa akan ada masalah yg sangat besar menunggu ku"
"Mungkin itu hanya perasaan bos saja"
"Ya aku harap seperti itu"
"Saya permisi dulu bos"
Nomura mengangguk dan sekretaris nya berlalu meninggalkan ruangan Nomura..
Percaya atau tidak ikatan bathin saudara kandung tidak pernah salah..
.
.
__ADS_1
.