Sang Mafia

Sang Mafia
bab 89


__ADS_3

Okada tengah berdiri d ambang pintu, pergelangan tangan kiri nya dbalut perban yg rapi.


Sebelum kesini Okada menyempatkan pergi menemui dokter pribadi untuk mengobati luka nya.


"Apa tuan Nomura masih belum bisa d hubungi tuan??? "


Okada melirik pengawal yg berdiri d samping nya.


"Sudah . Ia akan kembali secepatnya"


"Semoga tuan Nomura tidak terlambat, mengingat Amanda adalah wanita yg sangat terobsesi dengan Tuan. "


Okada mengangguk.


"Kita lihat saja bagaimana mereka bertarung mendapatkan bos Nomura. Jika terjadi sesuatu dengan nyonya, baru kita bertindak"


.


.


.


Yuki membuka blazer yg tadi ia gunakan. Meninggal kan tanktop putih, ripped jeans dan stiletto coklat. Ia siap bertarung.



"Kau yakin bisa mengalahkan ku nyonya Nomura??? "


"Setidaknya akan ku coba, lagipula aku akan mempertaruhkan nyawa ku sekalipun untuk orang yg aku cinta i"


"Dan sekarang lah waktu nya. Kau harus mati d tangan ku"


Bug bug..


Amanda mulai menyerang Yuki, Yuki berusaha membalas dan mengelak..

__ADS_1


Pertarungan sengit antar wanita yg memperebutkan Nomura pun tak dapat d d elakkan.


"Matilah kau Yuki,, bersiap lah karena Nomura akan menjadi suami ku"


Yuki tersenyum smirk... Mengepalkan tangan dan meninju mulut Amanda yg menurut nya terlalu banyak bicara.


Amanda menutup mulut nya dengan tangan saat merasa sakit yg luar biasa.


Dan saat itulah Yuki kembali menyerang Amanda. Memukul dan menendang membuat Amanda jatuh tersungkur..


Yuki bersidekap..


"Hanya segitu kemampuan mu, tapi kau berani melawan ku"


Amanda menahan tubuh nya dengan kedua tangan d lantai. Saat akan bangkit, secepat kilat ujung stiletto Yuki menahan punggung tangan nya..


KRAK...


AAAAAAAGGGHHH


Yuki menundukkan badan nya masih dengan posisi sama.


"Itu akibat nya jika kau berani melawan ku Amanda, karena kau bukan tandingan ku"


Yuki mengangkat kaki nya..


Berjalan angkuh keluar ruangan.


D ambang pintu ia berhenti.


"Kalian selesai kan dia,, aku tak ingin membunuh"


Titah Yuki seraya menatap tajam Okada dan beberapa pengawal yg sedari tadi menyaksikan aksi tak biasa dari nyonya bos mereka.


"Satu lagi... aku tak ingin ada Amanda yg lain. Tapi jika pun ada, mereka akan bernasib sama. "

__ADS_1


Okada dan semua pengawal mengangguk patuh.


Mereka saling lirik , ternyata suami istri ini memang sangat cocok. Sama sama kejam.


Keraguan mereka tentang kemampuan Yuki bertarung pun tak terbukti, ternyata nyonya mereka sangat bisa d andalkan.


"Aku tak percaya jika nyonya sangat kejam "


"Hah,, karena kalian belum melihat nya. Bahkan bos Nomura saja takut dan patuh kepada nyonya" Ucap Okada tersenyum mengingat bagaimana Nomura mengangguk patuh kepada Yuki..


"Cepat selesai kan dia, aku akan mengantar nyonya kembali ke mansion. Takut terjadi sesuatu"


Titah Okada kepada bawahan nya yg langsung dijawab dengan anggukan...


Dor.


Senyum miring d tampilkan Yuki yg saat ini sedang berjalan keluar markas.. Ia mendengar suara tembakan yg menjadi pertanda jika Amanda sudah tewas d tangan para bawahan Nomura..


Sopir membukakan pintu untuk Yuki. Yuki masuk kedalam mobil diikuti Okada yg juga masuk dan duduk d kursi depan samping sopir..


"Jangan beritahu Nomura tentang semua yg terjadi"


Yuki mengawali pembicaraan.


Okada hanya diam tanpa kata.


Maaf nyonya, saya sudah lebih dulu memberitahu bos Nomura.. Bahkan saya juga sudah merekam semua kejadian nya. sekali lagi maaf nyonya, saya tak mau berkhianat "..


.


Sementara d tempat lain, Nomura tersenyum melihat video yg dikirimkan Okada..


" Kau memang pantas menjadi istri ku baby"


Muah.. Nomura mencium ponsel yg menampilkan foto mereka bertiga yg menjadi wallpaper d ponsel nya...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2