Sang Mafia

Sang Mafia
bab 35


__ADS_3

Nomura sampai d d Negara tujuan nya.


Negara yg kata nya tempat Yuki tinggal saat ini.


Nomura melirik sebuah rumah minimalis d pinggaran kota.


Rumah yg sangat sederhana dengan taman bunga d sekeliling nya..


Rumah yg terlihat nyaman dan asri..


Nomura akan membuka pintu mobil, tapi ia urungkan karena melihat seorang pria keluar dari rumah itu, d susul oleh Yuki d belakang nya..


Senyum Nomura perlahan pudar saat melihat tawa ceria ditampilkan oleh Yuki..


Tapi tawa itu tidak untuk nya, melainkan pada pria yg mungkin seumuran dengan nya.


Sakit..


Sangat sakit..


Nomura menutup kaca mobil, ketika mobil yg d tumpangi Yuki berjalan d depan mobil nya..


"Apa kita akan mengejar mobil d depan tuan?? "


Tanya sopir kepada Nomura.


"Ya"


Mobil Nomura berjalan pelan mengikuti mobil yg d tumpangi Yuki.


Sampai akhirnya mobil berhenti d sebuah boutique pakaian pengantin.


Nomura melihat dengan seksama..


Sang pria membukakan pintu untuk Yuki..


D balas senyuman Yuki..


Nomura tertegun..


Apa Yuki akan menikah???


Kenapa hati nya sangat sakit???


"Bagaimana sekarang tuan?? "


Tanya sopir..


"Kita kembali ke hotel saja. Nanti kita pikirkan lagi langkah selanjutnya. "


Sang sopir mengangguk dan mulai menjalankan mobil menuju hotel..


Sesampainya d hotel.


Nomura masuk kedalam dan merebah kan diri d atas ranjang.


Mata nya menatap nanar langit langit kamar hotel.


Apa yg akan ku lakukan sekarang??


Apa aku harus menculik dan membawa nya ke pangkuan ku???


Kenapa aku tak rela melihat nya tertawa bahagia dengan pria lain??..


.


.


.

__ADS_1


Di sisi lain.


Orang yg d pikirkan Nomura sedang sibuk merancang sebuah gaun yg akan ia persembahkan untuk calon istri sepupunya.


Ya, pria yg d lihat Nomura tadi adalah Sepupu Yuki yg bernama Hiroki..


Hanya Hiroki satu satunya saudara Yuki yg tinggal saat ini.


Kedua orang tua mereka sudah meninggal dunia, d terjang tsunami beberapa tahun silam yg menghantam Jepang.


Yuki dan Hiroki selamat karena bantuan orang sekitar.


Yuki masih menetap d Jepang sedangkan Hiroki merantau ke negara ini.


Hiroki mempunyai seorang tunangan bernama Alice dan mempunyai sebuah boutiquei, jadi Yuki d minta untuk membantunya d boutique Alice..


Boutique Alice sangat terkenal sampai ke luar negri..


Dan Yuki d percaya mengelola salah satu boutique Alice yg ada d negara lain.


Untuk itu, besok Yuki akan berangkat.


Yuki mengusap pelan perut nya yg masih datar..


"Kamu tak ingin memberitahu dia jika dalam rahim mu sudah ada calon bayi kalian?? "


Alice masuk kedalam ruangan, dan dia melihat Yuki yg termenung mengusap perut nya..


Yuki menoleh dan menggeleng.


"Tak ada guna nya Alice, karena dia tidak akan percaya. Dan aku takut dia akan membunuh kami"


Alice mendekat dan memeluk Yuki..


"Apapun yg terjadi, ingat jika kamu masih mempunyai kami. Kamu tak sendiri.. "


Bisik Alice..


"Terima kasih Alice"


"Hei hei hei,, apa yg sudah aku lewat kan?? "


Tanya Hiroki dengan bunga dan paper bag d tangan nya..


Mereka melerai pelukan nya..


Alice langsung menghampiri Hiroki dan mencium bibir nya sekilas.


Hiroki memberi kan bunga yg ia bawa kepada Alice


"Hei,, jangan berciuman d depan ku,, kalian sangat tidak sopan"


Teriak Yuki pura pura kesal. Padahal dia sangat bahagia melihat kemesraan sepupu nya..


Teriak an Yuki membuat mereka tertawa dan memeluk wanita yg sedang hamil muda itu.


"Jangan bersedih lagi sepupu ku, aku juga membawakan hadiah untuk mu"


Hiroki menyerah kan paperbag itu kepada Yuki..


Yuki menerima dengan hati, dan melihat isi kado tersebut.


Isi nya bola kaca kristal yg ddalam nya bunga sakura.



Yuki menitikkan setitik air mata haru.


Melihat bunga sakura itu mengingat kan nya Nomura.

__ADS_1


Karena saat mereka melakukan nya bertepatan dengan bunga sakura bermekaran..


Ini akan menjadi satu satu nya kenangan tentang Nomura..


"Hei jangan me nangis"


Hiroki mendekat ke arah Yuki. Dan memegang kedua pundak Yuki membuat nya tersenyum..


"Nah gitu dong"


Tok tok tok..


Suara ketukan pintu membuat mereka menoleh..


"Permisi bu,, maaf menganggu"


"Ya ada apa?? " tanya Alice melihat salah satu karyawan nya berada d ambang pintu..


"Dibawah ada seorang pria yg ingin bertemu dengan Yuki"


Jawab karyawan itu langsung membuat mereka terkejut.


Karena d negara ini Yuki tak mengenal siapapun.


Mereka saling lirik..


"Saya sudah bilang jika d sini tidak ada yg bernama Yuki,, tapi dia tak percaya. Dan berkata jangan bohong karena saya tau semua nya,, bilang kepada Yuki kalau Nomura ingin menemui nya sekarang juga. Begitu kata nya bu,, bagaimana sekarang bu?? "


Tanya karyawan tersebut..


Memang dari awal Alice sudah mewanti wanti semua karyawan jika tak boleh memberi tahu jika Yuki berada d sini.


Takut seorang dari masalalu Yuki akan hadir..


Yuki sudah memperkirakan jika Nomura akan mencari nya,, bukan karena cinta.


Tapi pasti Nomura akan marah kepadanya karena mengembalikan uang yg d berikan.


Yuki tau bagaimana kekejaman sang bos mafia itu.


"Bawa aku dari sini Hiroki, aku mohon. Aku tak ingin melihat nya"


Yuki memohon.


Hiroki mengangguk.


"Kamu bawa Yuki dari pintu belakang, dan segera pergi dari sini. Aku akan menemui s Nomura itu"


Ucap Alice..


Yuki memeluk Alice dan berbisik..


"Berhati hatilah Alice, dia sangat kejam"


"Kamu tidak usah khawatir, aku akan baik baik saja"


Hiroki segera menyeret Yuki dan membawa nya menjauh.


Hiroki juga meminta karyawan yg tadi mengikuti dia dan Yuki. Mereka meninggal kan boutique dengan berjalan cepat melalui jalan jalan kecil yg menghubungkan mereka ke jalan raya yg sudah sangat jauh dari boutique Alice.


Hiroki menyetop sebuah taxi yg akan mengantarkan Yuki ke bandara..


Sedangkan karyawan tadi bertugas pergi ke rumah Hiroki dan membawa semua barang barang yg akan d bawa Yuki dengan taxi yg berbeda.


Tidak mungkin menunggu besok, sekarang Yuki harus berangkat menuju negara yg akan d tempati nya..


Hiroki kembali ke Boutique melalui jalan yg d lalui nya tadi.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2