
Sudah 3 bulan umur pernikahan Nomura dan Yuki. Tidak ada kendala yg berarti dalam pernikahan mereka.
Hanya saja sifat over protektif Nomura membuat Yuki terkadang lelah menghadapi nya.
Jangan tanya tentang kehamilan. Karena Nomura dan Yuki sudah memutuskan untuk menunda nya dulu.
Keano masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tua nya, takut jika Yuki nanti hamil akan membuat kasih sayang mereka terbagi..
Pelatihan yg harus d jalani Yuki pun sudah berakhir dengan kata "SELAMAT" yg artinya Yuki berhasil melakukan semua pelatihan yg d berikan oleh Yakuza. Sekarang Yuki sudah resmi menjadi bagian mereka.
.
.
.
Saat ini Yuki tengah duduk d ranjang mengemasi pakaian Nomura yg akan ia bawa.
Nomura akan pergi ke Jerman memantau anak cabang perusahaan nya D sana.
"Yakin tak mau ikut baby???"
"Iya sayang, boutique mommy membutuhkan ku sekarang"
"HAH.. ini yg tak ku suka. Kamu lebih mementingkan boutique dari pada aku"
Yuki bangkit dari posisi dan menghampiri Nomura yg tengah berdiri d depan kaca. Membalikkan tubuh Nomura menghadap ke arah nya.
"Sayaang,, aku takut jika ikut malah akan menganggu pekerjaan mu"
"Kau tau baby, aku malah takut meninggal kan mu dan Keano. Takut terjadi hal yg tak ku ingin kan"
Yuki tersenyum, mengalungkan tangan keleher Nomura.
"Sayang, kamu tak usah kuatir. Aku sekarang sudah jadi wanita tangguh"
Nomura mencebik..
"Sombong sekali kau baby"
"Hahaha,, aku belajar dari mu sayang"
__ADS_1
"Aku tidak sombong"
Yuki memutar bola matanya malas.
"Ya ya kau selalu benar "
"Kau mengejek ku baby??? "
Nomura mulai mengecupi seluruh wajah Yuki.
"Tidak sayang, aku mana berani"
"Hah.. Aku jadi tak ingin pergi, biar Okada saja yg pergi"
Jawaban Nomura membuat Yuki jadi serba salah.
"Terserah kamu saja sayang, aku sih senang jika kamu tak jadi pergi. Tapi bukan kah perusahaan sedang membutuhkan mu. Aku tak mau ya, jika kamu bangkrut dan menjadi miskin"
"Kenapa kau takut sekali jika aku menjadi miskin??? "
"Ya karena aku menyukai uang. "
Yuki tak bisa menghentikan Nomura. Takut nya jika Nomura kecewa dan marah.
Dan akhirnya , terjadi lah perang Dunia ke dua d atas ranjang...
.
.
.
Sementara itu d lantai bawah..
Okada tengah menemani Lani yg tengah menyuapi Keano.
"Kenapa tuan mu lama sekali turun?? "
"Mana saya tau tuan, tuan tanya sendiri saja"
"Kenapa kau jutek begitu??? "
__ADS_1
Lani mencebik..
"Hei kenapa mulut mu seperti itu?? "
"Kenapa dengan mulut saya tuan??? Kalau tuan tak suka, ya jangan d lihat"
Lani merasa kesal dengan Okada. Bagaimana tidak, pagi ini Okada mengikuti semua kegiatan nya. Belum lagi pertanyaan dan rayuan gombal yg d anggap nya terlalu garing. Membuat muak..
"Saya suka dengan mulut mu itu, malah sekarang saya ingin mencium nya"
"Hah... Apa saya harus senang mendengar nya tuan??? "
"Tunggu dulu, berhenti memanggilku tuan, telinga ku sudah gatal mendengar nya"
"Terserah saya donk memanggil anda apa,, mulut mulut saya kok,, emang anda siapa???? "
"Aku calon suami mu sayang"
Okada mendekat dan
Cup..
Mengecup bibir Lani sekilas, membuat Lani terdiam.
Tubuh nya meremang merasakan sensasi yg belum pernah ia rasakan sebelum nya.
Sedangkan Okada tersenyum melihat Lani yg terdiam.
"Enak kan??? Aku malah bisa membuat yg lebih enak dari ini. Kamu mau??? "
"Maaf tuan,, saya tidak mau.. permisi"
Lani menggendong Keano dan berlalu meninggalkan Okada yg masih menampilkan senyum menggoda nya.
...****************...
Terimakasih sudah mampir d cerita abal abal aku ini. Aku minta maaf jika masih banyak kekurangan.
Aku cuma bisa up 2 bab dalam sehari ya. Karena juga sibuk d dunia nyata...
Sekali lagi terimakasih banyak🙏
__ADS_1