Sang Mafia

Sang Mafia
bab 24


__ADS_3

Dengan tangan gemetar dan cucuran air mata, Haruka menembak seseorang yg sangat ia cintai..


Haruka mendengar semua pembicaraan Leo dan Kevin..


Lihat lah betapa hancur nya hati Haruka mendengar penjelasan Kevin..


Dia benar benar sangat bodoh karena d buta kan oleh cinta..


Tadi d apartemen ia sempat mendengar salah satu pengawal menyebut nama tempat yg sangat jauh dari perkotaan.


Ia mengelabui sang mommy,, mengatakan jika dia akan ke kampus karena ada kelas dadakan.


Tanpa curiga sang mommy memberikan izin karena Haruka juga mengikut sertakan satu pengawal.


Saat d perjalanan,, Haruka mengancam agar mengantarkan nya ke tempat yg dia sebut tadi.


Bagaimana bisa menolak,, bukan sekedar ancaman .


Haruka meletakkan senjata tepat d belakang kepala sang pengawal.


Tadi Haruka sempat mengambil senjata yg berada d samping kiri pinggang pengawal itu..


Dan d sinilah Haruka berada, tepat d depan mayat orang yg d cintai nya..


Seketika tubuh nya luruh, tapi dengan cepat Leo menopang tubuh Haruka yg akan menghantam tanah..


Tangisan pilu Haruka dengan segala penyesalan nya membuat semua orang yg berada d sana ikut haru..


Penyesalan selalu datang terlambat..


.


.


.


.


"Kamu sudah tenang??? "


Leo mengambil botol air mineral yg sudah tersisa setengah d tangan Haruka.


Saat ini Haruka dan Leo berada d sebuah taman yg tak jauh dari tempat lokasi..


Setelah kejadian, Leo membawa Haruka menjauh agar bisa menenangkan diri.


Sedangkan jasad Kevin sudah d urus oleh para bawahan Leo..


Haruka mengangguk..


"Makasih ya kak"

__ADS_1


Leo mengernyit kan dahi..


"Untuk apa??? "


"Untuk semua nya kak, harus nya aku mendengarkan kata kata kakak. maaf kan aku karena salah menilai perlakuan kevin selama ini."


Leo tersenyum..


"Oia kak satu lagi, aku mohon.. jangan sampai kak Nomura tahu"


Leo menghela nafas kasar..


Lagi lagi ia akan berbohong..


Dan akhirnya mengangguk kan kepala pelan..


"Kakak akan tutup mulut "


Haruka tersenyum..


Cantik....


Pujian yg tak akan pernah sampai ke telinga Haruka..


.


.


.


Rencana nya Nomura yg akan menuntaskan Kevin, karena Leo d nilai lamban.


Tapi Leo bisa meyakinkan Nomura, tidak ada kata gagal..


Dan ternyata, tidak hanya omongan, Leo bisa menyelesaikan misi nya dengan sempurna...


Tapi..


Tanpa d ketahui Nomura , bukan Leo tapi Haruka lah yg menyelesaikan..


"Kau memang bisa d andal kan Leo".


Sejenak Nomura menyandarkan punggung nya d kursi singasana nya..


Memejamkan mata..


Dan entah kenapa bayangan Haruka memenuhi kepala nya..


Ya,, mungkin karena terlalu rindu dengan adik kesayangan nya itu..


Nomura membuka mata dan mengambil ponsel nya yg berada d atas meja..

__ADS_1


tuut tuut tuut...


"Hai kakak ku sayang"


Senyum secerah mentari memenuhi layar ponsel.


"Hmmm, kamu dimana?? "


"aku lagi d taman dekat kampus kk, kakak kangen aku kan?? "


Menghela nafas..


"Jangan kepedean, aku hanya ingin melihat apa kau baik baik saja"


"Hahaha,, sudah lah kk.. akui saja jika kakak kangen aku,, ya ya 😏"


"Hah, sudahlah Haruka. kakak tutup dulu "


"Hahaha,, baiklah kk. aku mencintaimu.. Sangat"


Panggilan terputus.


Nomura mengernyit kan dahi bingung..


Seperti ada yg tak beres dari sang adik..


Tapi ia ambil pusing, karena para pengawal sudah menjaga Haruka dengan sangat ketat..


.


.


.


Haruka menutup telfon sepihak..


Tangis yg tadi sudah berhenti sekarang kembali mengalir deras.


Ia merasa sangat bersalah dengan Nomura..


Ternyata cinta Kevin tak ada apa apanya d bandingkan cinta tulus sang kakak.


Walaupun Nomura tak pernah mengungkapkan nya,, tapi dari perlakuan nya saja sudah cukup menjadi bukti..


Leo menghapus air mata Haruka dan tersenyum..


Sungguh,, melihat Haruka menangis membuat nya sakit..


.


.

__ADS_1


__ADS_2