Sang Mafia

Sang Mafia
bab 6


__ADS_3

"Mommy kami pulang" teriak an Haruka menggema d seluruh sudut rumah...


Ayumi menoleh dan menutup majalah fashion d tangan nya..


Mendekati dan mencium sekilas pipi sang ibu yg duduk d sofa ruang keluarga..


"Mana kakak mu??? " Ayumi melirik kanan kiri


"Tuh kakak" Haruka menunjuk dengan dagu nya..


Ayumi tersenyum melihat Nomura yg kesusahan berjalan. ditangan nya terdapat puluhan paperbag..


Dengan setengah kesal Nomura meletakkan kasar semua paperbag d atas meja..


"Kakak, jangan d banting.. Barang mahal lo" Haruka memelas melihat semua barang yg tergeletak tak berdaya d atas meja.


Bahkan ada beberapa yg terjatuh kelantai dan berserakan..


"Kamu membuat ku seperti pelayan"


"Kan kakak sendiri yg bilang,, akan membawa kan semua belanjaan ku"


"Iya, karena kamu mengajak ku ke toko itu"


"Toko apa?? " Ayumi heran dengan perdebatan kedua anak nya.


"Toko underwear ma, kakak janji membawa kan semua belanjaan kalau aku mau d temani pengawal kakak"


"Tak mungkin kan aku masuk kedalam toko yg isinya pakaian dalam wanita semua"


Nomura mengeluh


"Kan kakak bisa belajar, nanti kalau kakak d ajak istri kakak bagaimana??? "


"Aku suruh dia pergi sendiri.


"Kamu serius sayang?? Mengajak kakak mu yg dingin ini ke toko itu?? "


Haruka menggangguk kan kepala tanpa rasa bersalah..


Ayumi melotot dan seakan tak percaya.

__ADS_1


"Good baby, mommy jadi penasaran bagaimana raut wajah kakak mu saat itu"


menopang dagu dengan tangan , satu jari mengetuk pipi seolah membayangkan..


"Mom" Nomura kesal


Perpaduan sifat Ayumi dan Haruka membuat nya memijit pelipis.


Anak dan ibu sama saja, sama sama somplak..


"Kamu beli apa aja nak??? " tak mengindahkan kekesalan Nomura


"Banyak mom, baju, sepatu, tas, bla bla bla"....


Suara Haruka semakin lama semakin mengecil karena Nomura sudah berjalan menjauh menuju kamar nya..


Ia butuh meng istirahat kan tubuh nya yg sangat lelah, ternyata menemani seorang wanita belanja lebih melelahkan dari pada bertarung d medan perang..


.


.


.


Ia menoleh ke pintu saat sang adik memasuki kamar nya..


"Kak??? "


Menghembuskan nafas kasar..


APALAGI SEKARANG????


"Hmmm"


Haruka mendekati Nomura, semakin lama semakin dekat dan sampai akhirnya mereka berhadapan..


Satu tangan Haruka mencapai leher kakak nya.


Nomura mengalihkan pandangan, menjauh kan kepala. Ia takut jika Haruka mendekati nya berarti ada saja yg bermasalah..


Waktu itu pernah haruka mencium pipi nya.

__ADS_1


Tidak masalah kalau hanya mencium.


Masalah sebenarnya adalah saat jejak bibir Haruka yg sengaja memakai lipstik merah menempel d pipi nya..


Untung salah satu pengawal memberi tahu, jika tidak??? Betapa malu nya ia karena hari itu ada rapat penting..


"Selesai" teriak Haruka senang.


Nomura menoleh ke arah kaca besar dalam kamar nya.. Takut ada sesuatu..


Ia melihat sebuah dasi bewarna merah muda bertengger cantik d leher nya..


"Jangan gila Haruka, kakak gak suka" tak sengaja membentak sang adik..


Lelehan air mata jatuh d pipi sang adik..


"Oo.. sh.. it"


"Baiklah adikku sayang, kakak akan memakai nya hari ini,, hanya hari ini saja"


marah tertahan...


"No, every day" tangisan tambah keras


"Ok.. promise"


Senyum Haruka mengembang, ia sangat senang..


"Kakak sudah berjanji, jangan ingkar.." Haruka berlari keluar kamar setelah memberi satu paperbag ke Nomura..


Isi nya puluhan dasi yg masih baru.. Dengan warna warna cerah, bahkan ada yg bermotif kembang kembang, es cream dan masih banyak lagi..


Nomura mengacak rambut nya kasar.. Ia selalu tak bisa bersikap tegas dan berkata TIDAK kepada adik kesayangan nya itu..


HARUKAAAAAA.....


D balik pintu kamar, Haruka sedang tertawa tertahan mendengar teriakan sang kakak.


.


.

__ADS_1


.


Sebentar lagi kita akan masuk konflik ya!!


__ADS_2