
Nomura berjalan angkuh setelah turun dari mobil menuju gedung perusahaan..
Semua karyawan yg berpas pasan langsung menunduk takut..
Padahal mereka melihat sesuatu yg mengganjal..
Saat ini sang bos memakai dasi bewarna merah muda..
OMMO..
Mimpi apa sang bos semalam????
"Ppuffft" tawa tertahan keluar dari mulut Leoo..
"Ada yg lucu Leo?? " Nomura menaikkan satu alis menatap tajam.
"Maaf bos, saya rasa anda sangat cocok memakai dasi itu"
"Terimakasih atas saran mu, gaji mu turun 50 persen"
"Ta tapi bos"
"Keluar lah" titah Nomura dingin..
Nah lo..
Perasaan saya bilang bagus.
Salah saya dimana atuh bos????
Lagian tidak ada salah nya kan memakai warna yg cerah dari pada selalu memakai serba hitam..
"Kalau kau tak keluar juga, aku akan memecat mu hari ini juga"
"Ba baik bos "
Leo segera beranjak dari ruangan Nomura dengan perasaan yg tidak bisa d jelas kan dengan kata..
Nomura bangkit dan menuju balkon ruangan kerja nya.
Ia sengaja membuat balkon khusus untuk nya menghisap tembakau dari rokok.
Karena tak mungkin ia merokok dalam ruangannya yg ber AC..
Ia perokok aktif, tapi jika ada masalah yg membuat nya pusing barulah ia ber alih ke narkoba dan minuman keras..
__ADS_1
Tak lama kemudian..
"Boss" Leo berteriak memanggil nomura.
"Aku d balkon leo" Nomura berdiri d sisi pagar balkon membelakangi pintu.
"Bagaimana rencana kita tentang Johny?? Apakah kita akan melakukan secepatnya???"
"1 bulan lagi, aku akan menurun kan Dimas dalam misi ini" menghembus kan asap ke udara..
"Bos yakin dimas mau melakukan nya?? "
"Entah lah, aku merasa Dimas sudah jenuh melakukan semua yg berkaitan dengan mafia" Mematikan puntung dan berjalan masuk ke dalam ruangan.
"Lalu bagaimana selanjutnya bos"
"Aku akan melepaskan nya dari jeratan dunia hitam, misinya sudah selesai"
Nomura duduk d kursi singgasana nya dan menyenderkan punggung.
"Ya, saya merasa inilah saat nya bos melepaskan nya. Selama ini Dimas sudah bekerja keras melakukan yg terbaik. "
"Ya,, dan karena dia lah aku bisa berdiri tegak d sini. Perusahaan d Indonesia kurasa belum cukup untuk membalas semua jasa nya padaku"
Sorang pria yg menyelamatkan nyawa Nomura.
Seseorang yg lemah dan menjadi tangguh d bawah pelatihan kelompok Nomura.
Seseorang yg tak punya semangat hidup dan putus asa, d beri makan dan tempat tinggal saja ia sudah bersyukur..
Dimas adalah kaki tangan yg sangat d percaya Nomura. Karena setia bahkan ia tak pernah takut akan kematian..
*
*
*
"Bagaimana perusahaan Dimas???" tanya Nomura saat panggilan nya d angkat.
"Baik baik saja Nomura"
"Apa kau betah menjalankan peran mu sebagai CEO dsana???
" Ya.. apa yg kau butuhkan Nomura???"
__ADS_1
"Haha kau memang tau yg ku inginkan"
"Sure,, tidak mungkin seorang Nomura menelfn ku jika tak ada yg ia inginkan"
"Sebulan lagi kita akan ke Amerika.. Ada sesuatu yg penting harus kita urus.. "
"Tak bisa kah aku hanya menjalankan perusahaan disini saja Nomura??? "
"No,, hanya kau yg bisa ku andalkan. Persiapkan dirimu,, perusahaan harus dalam keadaan stabil saat kau tinggalkan"
"Baiklah"..
Sambungan telfon terputus..
Nomura melempar ponsel nya ke ranjang.
BIMBANG.
dan
RAGU.
satu sisi ingin melepaskan Dimas tapi d sisi lain hanya Dimas yg bisa ia andal kan.
Bermula dari pertemuan yg tidak d sengaja saat ia d kejar musuh saat d Indonesia.
Berpakaian lusuh dan memprihatinkan.
Mendengar semua cerita Dimas membuat nya seperti bercermin pada masa lalu saat ayah nya meninggal,,
DIHINA
dan
DIRENDAHKAN..
Membuat nya semakin yakin kalau Dimas akan sukses dan tak terkalahkan .
Seperti diri nya..
.
.
.
__ADS_1