
Aaaaa gggg hhhh...
Lani berteriak saat satu tangan Okada mengucurkan banyak darah...
Teriak an Lani membuat Keano langsung terbangun dan menangis..
"OBati tangan Okada Lani, aku akan membawa Keano masuk"
Yuki segera keluar mobil dan membawa Keano masuk kedalam rumah.
"Kenapa kau tak bilang jika tangan mu terkena tembakan tuan??? "
Okada tersenyum mendengar kepanikan Lani.
"Kau mencemaskan ku sayang??! "
"Tentu saja tidak"
Lani membuang muka dan membanting pintu mobil saat keluar.
"Kau lucu sekali Lani, aku semakin menyukai mu.. "
Okada membuka jas yg ia pakai, melihat tangan nya yg terluka
"Aaah... Bukan hanya satu,, tapia ada dua"
Okada mulai membersihkan tangan nya. Saat ini ia berada dlm kamar mandi tamu d dekat dapur. Tak mungkin sekarang ia langsung kerumah sakit, takut musuh kembali menyerang dan lagipula ia dalam keadaan terluka.
Saat membuka pintu, Okada terkejut melihat Lani yg sudah berdiri d depan pintu membawa kotak p3k.
"Ini obat untuk mengobati luka anda, silahkan obati sendiri. Saya masih banyak pekerjaan"
Lani memberi kan kotak itu dan saat akan meninggalkan Okada, tangan nya lebih dulu d tahan.
"Bantu aku"
pinta Okada memelas.
__ADS_1
"Hah... "
"Bantu aku mengobati luka ku, ku mohon"
Lani mengangguk dan mengajak Okada duduk d kursi meja makan dapur..
"Sssttt.. Pelan pelan,, sakit ini"
Okada meringis saat Lani mulai mengobati tangan nya.
"Katanya mafia, masa luka kecil begini saja sakit??? *"
"Itulah, sakit nya bukan hanya d tangan saja. Tapi juga disini"
Okada membawa tangan Lani menuju dada nya..
Lani melotot bingung..
"Apa d sini juga terkena tembakan tuan??? "
Okada mengangguk..
"Kau tergoda dengan dada ku??? jika kau mau, kau bisa menyentuh nya "
ucapan Okada membuat lamunan Lani buyar...
"D dada mu tak ada yg terluka tuan, kau membohongi ku"
Lani langsung menepuk pelan dada Okada.
CUP..
Okada mennncium bibir Lani membuat nya menutup mata, saat Okada merasa tak ada perlawanan. Ia melangkah lebih jauh, mulai meelumaat dan mengabsen seluruh mulut Lani dengan buuas..
"Ehem"
Deheman seseorang membuat kegiatan mereka berhenti, dan serentak menoleh.
__ADS_1
"Maaf kan kami nyonya" Okada langsung berdiri diikuti Lani yg berdiri d sebelah nya.
Lani hanya bisa menunduk malu..
"Bagaimana tangan mu Okada??? kurasa tidak begitu parah, buktinya kau bisa menciumm Lani dengan sangat buas"
"Sekali lagi maafkan kami nyonya"
Okada menundukkan kepala nya.
"Jika kalian tak segera menikah, aku takut akan ada Okada junior berada dlm perut Lani"
Okada mengangkat kepala nya.
"Apa anda merestui kami jika segera menikah nyonya??? "
"Tentu, jika kau bisa menuntaskan musuh yg tadi menyerang kita"
"Anda serius nyonya??? "
"Saya tak pernah main main dengan ucapan saya Okada"
"Terima kasih nyonya, beri saya waktu"
Okada menampil kan senyum terbaik nya..
"Waktu mu hanya 24 jam dari sekarang"
Okada mengangguk senang.
"Dan kamu Lani, kembalilah bekerja. Aku bisa membatalkan kata kata ku tadi jika kamu masih disini menemani Okada"
Tanpa jawaban Lani langsung berlalu dari hadapan Yuki dan Okada.
"Pepet terus Okada, jangan kasih kendor,, hanya selangkah lagi maka kau akan temukan kebahagiaan mu"
Yuki menepuk pundak Okada dan segera pergi..
__ADS_1
...****************...