Sang Mafia

Sang Mafia
bab 67


__ADS_3

Pagi hari, Lani sedang menyuapi Keano sarapan. Eliz sedang beberes dan menyiapkan sarapan pagi.


Jangan tanya kedua majikan mereka. Yg pasti mereka akan terlambat untuk pergi bekerja. Mengingat sekarang sudah pukul 10 pagi.


Yuki terbangun saat merasakan tubuh nya dihimpit sesuatu. Saat menoleh, ia mendapati kaki dan tangan Nomura bertengger cantik d tubuh nya.


Yuki memperhatikan wajah pria yg ada d hadapan nya.. Sangat tampan dan mempesona. Kejadian tadi malam terekam jelas d otak nya.


"Kau sudah bangun?? " pertanyaan Nomura membuat nya tersentak kaget.


Yuki tersenyum, tak sengaja ia melirik jam dinding...


"Astaga.. " teriak yuki dan akan bangkit dari posisinya.


Nomura menahan pergelangan tangan Yuki.


"Aku sudah terlambat bekerja" memelas.


"Kau tak akan bekerja hari ini dan seterusnya"


Perkataan Nomura membuat Yuki molongo kaget.


"Apa maksud mu??? "


"Ya, karena hari ini kau akan ikut dengan ku ke Jepang. Kita harus menikah secepatnya"


"Hah??? Tapi??? "


"Tidak ada tapi tapian. Beberes lah, bawa yg perlu perlu saja. Karena d Jepang kita akan membeli nya lagi"


Nomura bangkit dari ranjang dan langsung masuk ke dalam mandi.


Diambang pintu, Nomura berbalik.


"Mau mandi dengan ku baby??? " tanya Nomura menampilkan senyum smirk nya.


"Tidak, terimakasih" Yuki membuang pandangan nya.


.


.


.

__ADS_1


Nomura tengah duduk d ruang makan, Yuki melayani nya dengan cemberut.


"Kamu harus belajar dari sekarang bagaimana cara melayani suami dengan baik."


Yuki memutar bola mata malas.


"Hei,, jangan manyun seperti itu. Kau minta d cium baby??"


Nomura sudah memajukan wajah nya mendekat.


Yuki segera memundurkan tubuh nya, dan melirik para pengasuh Keano yg sudah menatap mereka dengan senyum malu malu.


Blush..


Wajah Yuki memerah, ia langsung menepuk pelan tangan Nomura.


"Jangan bicara yg tidak tidak, mereka melihat kita" bisik Yuki


Nomura segera melihat para pengasuh dengan tatapan tajam.


"Jika kalian sudah selesai disini. Segera pergi dari hadapan kami. Istri ku malu jika kalian melihat kemesraan kami"


Perkataan Nomura membuat Yuki, Lani dan Eliz tersentak.


Sedangkan Yuki langsung menatap Nomura marah.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu??? "


"Kamu membuat ku malu."


"Aku sudah mengusir mereka"


"Terserah lah tuan, aku jadi berfikir ulang untuk menjadi istri anda"


Nomura langsung menatap Yuki tajam, dan marah.


"Coba saja kau membatalkan nya, maka aku tak akan segan membunuh mu. Jika aku tak bisa mendapatkan mu, maka orang lain pun tak akan bisa. Camkan itu"


Nomura bangkit dari posisi nya. Yuki hanya menatap heran kepergian Nomura.


"Kenapa dia yg marah??? Harusnya kan aku"


Yuki mengedikkan bahu nya tak peduli, dan melanjutkan makan siang nya yg tertunda.

__ADS_1


"Kenapa kau tak menahan ku??! " tanya Nomura yg ternyata kembali.


"Untuk apa??? "


"Ya setidak nya kau memohon pada ku"


"Maaf tuan, itu bukan gaya saya. Dan jangan harap anda akan mendapatkan itu semua dari saya"


Kali ini yuki bangkit dan berjalan menuju kamar Keano.


"Astaga, kenapa dari setiap wanita yg ku temui hanya dia berbeda. Kalau wanita lain akan langsung memohon d bawah kaki ku agar tak ku tinggal kan"


Tadi saat Nomura pergi, dia sangat percaya diri Yuki akan memohon kepada nya.


Ternyata harapan tak sesuai kenyataan. Yuki malah duduk tenang, tak menghiraukan nya.. (Ngarep)


"Kau memang pantas untuk ku baby"


.


.


.


"Apa kita akan memberi tahu bos??? "


"Jangan sekarang.. Dia baru saja merasakan indah nya cinta, jangan rusak kebahagiaan nya.. "


"Tapi bagaimana dengan ancaman mereka??? "


"Kita harus menyusun strategi yg tepat, baru kita lakukan perlawanan"


"Ya, baik lah...


...****************...


Sebentar lagi kita masuk konflik ya..


Gak berat kok..


Yg berat itu nahan rindu ketika LDR an..


Hehehe

__ADS_1


__ADS_2