
Setiap hari Nomura selalu memantau keadaan Dimas, terhitung sudah 2 hari Dimas belum sadarkan diri..
Tadi pagi saat ia sedang d markas , salah satu pengawal nya memberi tahu kalau dimas sudah sadar..
Ia bergegas menuju rumah sakit dan membuka pintu kamar ruangan.
Dimas menoleh dan tersenyum..
"Kau sudah sadar??? "
"Terima kasih"
"Untuk??? "
"Melepaskan ku"
"Nomura tak pernah ingkar janji, setelah kau pulih,, pulang lah ke Indonesia.. Aku tidak akan pernah mengganggu kehidupan mu lagi.. "
"Bagaimana dengan perusahaan??? "
"Itu adalah perusahaan mu,, kau boleh mengganti nama perusahaan mu menjadi nama yg kau inginkan,, dan perusahaan itu bukan lagi milik kai group. "
"Tapi..... "
"Itu semua kau bangun dari kerja keras mu dan kau layak mendapatkan nya"
"Terima kasih"
"Aku tak suka ucapan itu,, setelah ini kau harus bisa menunjukkan pada dunia bahwa kau adalah pria sukses dan tak terkalahkan. Dan.... Aku tak ingin ada kata bangkrut"
SEnyum tulus menghiasi bibir nya yg tipis.
" Para pengawal akan menjaga mu, aku harus ke Inggris "
"Inggris??? ada misi lain??? " tanya Dimas heran
" Haruka kuliah d Oxford sebulan lalu, aku ingin melihat nya"
"Tunggu dulu,, kenapa bisa kau izinkan adikmu kuliah sejauh itu"
Helaan nafas berat terdengar.
"Mommy" satu kata sudah menggambarkan semua nya.
"Ya, ya kau selalu tak bisa membantah mommy mu"
Mengedikkan kedua bahu..
"Kau tau siapa mommy ku" memelas
"Hohoho, mana Nomura kejam yg ku kenal" dimas mengejek
__ADS_1
"Sudah lah, kau jaga kesehatan mu,, aku pergi dulu" Nomura berbalik dan berjalan menuju pintu..
"Sekali lagi terimakasih bos" ucapan Dimas membuat nya berhenti tapi tetap membelakangi Dimas.
"Hmmmm" jawab Nomura dan menghilang d balik pintu..
.
.
.
.
Selama perjalanan nya ke Inggris nomura sudah menghabiskan beberapa botol minuman..
Sungguh hati nya dilema...
Seperti orang yg patah hati๐..
Apa seperti ini patah hati???
Ia menggeleng..
Merasakan cinta saja tidak pernah
Bagaimana bisa merasakan patah hati..
.
.
.
Ia sudah sampai d unit apartemen sang adik..
Mommy nya sudah menyiapkan makan malam mereka..
"Kamu sakit Haruka?? " Nomura melihat gelagat aneh sang adik..
"No kak,, aku baik baik saja"
"Kenapa wajah mu lesu??? "
"Mmm.. Pelajaran disini,.. Sedikit.... Sulit"
"Sudah kukatakan untuk kuliah d Jepang saja, kamu malah sok sok an kesini"
"Kak,, aku kan cuma bilang sedikit, seeediii kiiit kakak" menaikkan tangan ke udara, jari telunjuk dan jempol membuat gerakan ๐ค..
"Ya sudah, jika kamu menyerah, hubungi kakak" Nomura bangkit dari ruang makan menuju kamar nya "
__ADS_1
"kakakkk kkk" Haruka memelas dan menghentak kan kedua kaki nya..
"Mom" mengadu ke pada sang ibu.. Minta pembelaan..
Sang ibu malah melakukan seperti yg Nomura lakukan, bangkit dari posisi duduk nya tapi ia mengarah menuju dapur meletakkan semua peralatan makanan yg tadi mereka gunakan..
.
.
.
Nomura memencet tombol pada ponsel nya..
"Kau tau sesuatu tentang Haruka"?? Nomura bertanya kepada seseorang yg berada d seberang.
"Semua aman terkendali bos, tidak ada yg mencurigakan, kenapa bos?? "
"Entah lah aku merasa ada yg aneh dengan sikap nya, jangan lengah. Aku tak ingin ada kesalahan "
"Baik bos"
"Ingat Leo, cukup sekali kau melakukan kesalahan, tidak ada lain kali"
"Bos bisa percaya saja,, saya berjanji bos"
Sambungan telfon terputus..
Nomura keluar kamar dan mendapati sang ibu duduk menonton siaran TV..
"Mom"
Ayumi menoleh
"Aku curiga dengan Haruka mom"
"Mommy juga nak, tapi bodyguard mu selalu bilang baik baik saja. " seraya melirik kanan kiri takut Haruka mendengar.
"Haruskah kali ini aku menyesali keputusan ku mom?? "
"Maafkan mommy nak, tapi kita lihat nanti,, jika tak termaafkan, kamu bisa membawa nya pulang" putus Ayumi..
"Aku akan menambah beberapa pengawal lagi mom"
Ayumi mengangguk setuju..
.
.
.
__ADS_1