
Hari ini adalah hari yg d tunggu tunggu oleh Elena. Karena setelah sekian lama ia akan menikah dengan seseorang yg sangat d cinta inya.
NOMURA KAI, Ketua mafia Yakuza yg sangat terkenal, CEO perusahaan yg terbesar. Tampan dan perkasa. Ia bahkan sudah merasakan seeentuuhan tangan Nomura berada d kulit nya.
Walaupun banyak yg harus ia korbankan dalam pernikahan ini, dan meski harus mengkhianati ayah nya sekalipun. Ia tak tak peduli.
Semua persiapan telah rampung, tinggal menunggu pengantin pria datang.
Elena sudah cantik dengan baju pengantin nya.
Iringan mobil mewah memasuki pelataran rumah Elena.
Nomura turun dari mobil dengan setelan jas yg membuat nya semakin tampan.
Rio menyambut Nomura dan rombongan dengan bahagia. Bagaimana tidak, dia akan menjadi mertua dari pengusaha terkaya d negara ini.
Biarlah ia tak mendapatkan Ayumi, yg penting dia bisa melihat anaknya mendapatkan seseorang yg d cintai nya.
Pengawal langsung menyebar d seluruh penjuru rumah.
Nomura menunduk memberi salam hormat pada Rio.
"Selamat datang calon menantu ku"
"Terima kasih telah menyambut ku tuan Rio"
"Jangan panggil tuan, panggil aku daddy seperti Elena memanggil ku"
"Baiklah daddy, "
Nomura d tuntun menaiki panggung.
__ADS_1
Lampu dimatikan membuat ruangan gelap.
Klik.
Satu lampu sorot menampilkan Elena yg berjalan anggun menuju panggung.
Satu persatu foto pre wedding mereka memenuhi layar proyektor.
Semua tamu undangan menatap kagum.
Tak lama kemudian.
Elena tumbang sebelum mencapai panggung. Baju pengantin nya yg putih sudah menjadi merah karena darah yg mengucur deras dari kepala nya.
Tak ada yg mengetahui. Karena lampu sorot secepat kilat menyoroti Nomura yang tersenyum d atas panggung.
Sedangkan para tamu terlihat asyik menyaksikan layar proyektor.
.
.
"Kau menyuruhku menanti wanita Jaalaang itu naik ke pentas dan bercium an dengan suami ku begitu??? "
Yuki melotot marah.
"Tapi bukan seperti ini rencana nya nyonya"
"Perseeetan dengan rencana kalian. Melihat foto foto mereka saja membuat darah ku mendidih.. Jika kau masih banyak bicara, aku juga akan menembak mu dan bos mu yg sok ganteng itu. Lihat.. bahkan dia masih bisa tersenyum."
Okada menepuk pelan kening nya.
__ADS_1
"Istri satu saja belum bahagia, malah sok sok an menambah istri. Lagipula aku lebih cantik dari si Elena jaalang itu. "
Okada menggeleng, terbukti sudah apa yg ada d fikiran nya. Jika mengikut sertakan nyonya nya ini akan berakhir berantakan.
"Apa tugas ku selanjutnya??? Apa aku juga harus menembak semua tamu yg ada di sana??? Tangan ku sudah gatal melenyapkan mereka semua"
"Jangan nona, lebih baik anda menunggu perintah dari tuan Nomura"
Okada langsung mengambil alih senjata yg ada d tangan Yuki.Takut terjadi sesuatu tak terduga jika senjata tak bersuara itu masih berada d tangan Yuki.
"Siapa dia mau memerintah ku??? "
Astaga nona, lebih baik kau tembak saja aku. Aku sudah lelah menghadapi kalian, pasangan gila..
"Tak usah mengumpat ku Okada,, karena aku adalah cenayang yg tau segalanya"
"Ti tidak nyonya.. saya tidak berani"
Yuki segera keluar dari ruangan tempat nya dan Okada tadi bersembunyi.
"Anda mendengar nya bos??? " Tanya Okada melalui intercom.
"Ya,, dia lucu sekali bukan??? " Nomura tertawa lucu mendengar penuturan Yuki.
"Hah??? "
Lucu apa nya bos,, kau tidak tau ???. Jika Telinga ku masih berdengung mendengar omelan nya. Dia mengomel tepat d telinga ku bos😭..
"Kau lanjutkan sisa nya Okada, karena aku akan mengejar istri ku dulu agar dia tak merajuk"
Kan.. Lagi lagi aku yg terkena imbas dari ulah mu nyonya.. Terimakasih banyak nyonya..
__ADS_1
...****************...