
Haruka duduk bersandar d kepala ranjang.
Mungkin d luar ia bisa tersenyum dan tertawa.
Tapi dalam hati ia merasakan sakit yg teramat.
Apa harus dia melakukan nya??
Saat d Inggris, dia sudah memutuskan untuk menggugurkan bayi nya saat sudah berada d Jepang.
Tapi entah kenapa saat sampai, ia merasa dilema.
Ia takut melakukan dosa untuk yg ke dua kali nya..
Ia juga takut setelah melihat beberapa video yg menampilkan kesakitan saat menggugurkan kandungan..
Tak terasa air mata nya jatuh mengaliri pipi nya yg mulai chubby..
.
.
.
Nomura mendapatkan kabar jika bawahan nya melihat Yuki d suatu Negara.
Nomura berencana ingin menemui Yuki dan membawa nya kembali ke mansion mewah milik nya.
Bukan d jadikan pelayan melainkan istri satu satu nya.
Ya kepergian Yuki membuat Nomura akhirnya mengerti jika ia sudah jatuh cinta kepada wanita polos dan ayu itu..
Waktu mengajarkan nya bahwa begitu sakit kehilangan seseorang yg tulus mencinta i kita..
Tapi ia akan merahasiakan nya dulu kepada keluarga nya..
Jika Yuki sudah berada d sini, barulah ia akan memberi tahu semua terutama pada sang mommy..
.
.
.
__ADS_1
Saat ini Haruka dan Nomura sedang duduk manis d meja makan.
Sedangkan Ayumi sedang menata makanan d atas meja.
Entah kenapa bau masakan mommy nya membuat Haruka mual dan ingin memuntahkan isi dalam perut..
Tapi untuk saat ini ia mencoba bersabar agar mommy tak curiga..
"Maaf mom, kak,, aku akan ke kamar sebentar. "
Tanpa jawaban Haruka segera berlari menuju kamar nya.
"Jika kakak dan mommy sudah lapar, langsung makan saja. Jangan tunggu aku"
Teriak Haruka d tengah perjalanan.
Membuat Ayumi melirik Nomura. Seakan bertanya.
Sedangkan Nomura hanya mengangkat kedua bahu nya tidak tau..
Sesampainya d kamar. Haruka dengan cepat menuju kamar mandi dan tak lupa ia mengunci pintu.
Ia memuntahkan semua isi dalam perut nya, ia terduduk lemas dengan air mata yg tak henti mengalir..
Haruka memukul perut nya yg masih rata..
Ia benci situasi ini..
Jika dalam film yg sering ia tonton, saat hamil adalah saat dimana suami perhatian dengan istri nya.
Berbeda dengan dirinya sekarang yg harus hamil tanpa suami.
Setelah beberapa lama dalam kamar mandi, Haruka membuka pintu dan terperanjat kaget.
Saat melihat Ayumi dan Nomura sudah berdiri d hadapan nya.
Apa kakak dan mommy mendengar semua yg ku katakan??
Bagaimana ini???.
"Kamu tidak apa apa nak?! "
Tanya Ayumi memutus lamunan Haruka.
__ADS_1
"Hmmm, " Haruka mengangguk.
"Kamu sakit?? mau kakak antar ke dokter?? "
Nomura bertanya dengan kuatir.
"Gak usah kak, aku cuma masuk angin saja. Cuaca d sana dan d sini sangat berbeda, membuat tubuh ku bermasalah"
Haruka tersenyum meyakinkan sang kakak.
Nomura dan Ayumi mengangguk mengerti.
"Makan lah sarapan mu dulu"
Titah Nomura melirik makanan d atas nampan yg berada d tangan Ayumi.
Secepat kilat Haruka merebut nampan d tangan sang mommy dan meletakkan nya d atas nakas samping ranjang nya.
"Nanti saja kak, aku tak berselera saat ini. Boleh kah aku istirahat sebentar?? "
Tanya Haruka melirik Ayumi dan Nomura bergantian dan d jawab dengan anggukan kepala.
Haruka menuju ranjang nya, sang mommy menyelimuti tubuh Haruka hingga batas dada.
Nomura dan Ayumi meninggalkan Haruka sendiri dalam kamar.
Setelah pintu d tutup.
Ayumi melirik Nomura.
"Nak"
"Ya mom,, aku juga merasa ada yg aneh dengan sikap Nomura. Saat ini aku akan pergi perjalanan bisnis ke luar negeri. Mungkin seminggu, setelah ini aku akan mencari tahu semuanya mom"
Jawab Nomura yg mengerti kekhawatiran Ayumi.
Ayumi mengangguk
.
.
.
__ADS_1