Sang Mafia

Sang Mafia
bab 16


__ADS_3

Nomura sudah duduk d meja makan, Ayumi sudah berada d samping kanan nya..


Melirik kanan kiri..


"Kamu cari apa??? " Ayumi melihat nya heran


"Hmmmm, Haruka.. "


"D Inggris sayang, "


"Jadi, mommy tak membawa Haruka?? Dengan siapa dia dsana?? "


"Pengawal mu lah, siapa lagi"


"Kenapa mommy meninggal kan nya sendiri d sana?? "


"Mommy mau ngecek boutique, katanya ada masalah yg serius. "


"Kenapa mommy gak bilang sama aku aja?? biar aku yg urus"


"Kamu tidak lihat sudah berapa kali mommy menelfon mu"


"Hah?? Beneran mom??" mengecek ponsel..


"Tapi boong, hehe"


Mmom"


"Mommy tau kamu sangat sibuk, kamu saja setiap hari melalang buana. Bagaimana bisa kamu mengurus urusan boutique yg bukan keahlian mu"


Huft...


"Ya sudah mom,, aku berangkat dulu. Segera lah kembali ke Inggris jika urusan mommy d sini sudah selesai"


Ayumi hanya mengangguk..


.


.


.


Nomura sedang memeriksa beberapa dokumen.


Ia berhenti sejenak saat mendengar ponsel nya berbunyi..


"Hallo Toni"


"Hallo Pak Nomura,, gawat Pak,, gawat"


"Gawat, gawat,, bicara yg jelas" kesal


Toni menceritakan semua kelakuan Dimas kepada nomura,, Dimas yg seperti orang gila karena d tinggal Vivi.


"Ooo,, "

__ADS_1


"HAH"


"Nanti aku telfon lagi" memutus panggilan.


Nomura menekan tombol pada telfon yg langsung terhubung pada Leo.


Tak lama Leo masuk..


"Ada yg bisa saya bantu bos?? "


"Kau urus perusahaan, aku akan ke Indonesia mengurus Dimas,, "


"Kenapa Dimas bos?? "


"Perusahaan nya kacau, dia semakin gila. Kau jalan kan rencana kita"


Leo mengangguk.


.


.


.


"Apa maksud semua ini Dimas??? " mendobrak pintu ruangan Dimas.


"Kapan kau datang??? " tanya Dimas dingin.


"Jangan jawab pertanyaan ku dengan pertanyaan" Nomura tak kalah dingin.


"Aku tak mengerti maksud mu"


"Lalu aku harus apa Nomura??? sudah sebulan"


" Hanya karena satu wanita kau begitu bodoh Dimas??? "


"Ga,, karena dia segala nya bagi ku"


"Jangan pernah kau campurkan urusan pribadi dan pekerjaan,, sangat tidak profesional. DIa hanya seorang j*****g "


"Jangan pernah kau sebut ia ******" teriak Dimas marah


"Lalu aku harus menyebut nya apa??? wanita murahan??" Nomura menghela nafas "Kalau kau masih seperti ini aku tak akan segan mengambil alih perusahaan mu ini"


"Terserah,, aku juga sudah lelah"


"Baik,, kalau itu kemauan mu" menatap tajam Fimas yg juga menatap nya tak kalah tajam..


Tak ada satu pun pengawal yg bisa menghentikan mereka. karena menghentikan mereka sama saja bunuh diri.


Toni datang membawa setumpuk berkas yg akan d tanda tangani oleh Dimas..


Pengawal Nomura saling melirik dan mendorong Toni ke hadapan Nomura dan dimas yg saling bersitegang..


Toni yg tak tau apa apa hanya bisa menyengir dan menggaruk tengkuk nya yg tak gatal melihat kedua bos yg memandang tajam ke arah nya..

__ADS_1


"Maaf Pak,, saya hanya mau menyerah kan dokumen ini" ucap Toni tergagap..


Hening....


Triiiiiing triiiiiing


Dimas berjalan ke arah telfon yg berbunyi d atas meja.


Nomura merebut semua berkas dokumen yg berada d tangan Toni dan membaca d atas sofa ruangan dimas.. ...


"ck" .. memandang miris isi dokumen.. Benar benar kacau.


Semua yg berada d dalam ruangan menoleh kearah nomura.


Dimas mendekati Nomura setelah memutus sambungan telfon dan duduk d samping Nomura..


"Kenapa??? " Dimas bertanya pelan.


"Apa??? " Jawab Nomura santai sambil membolak balik kan dokumen..


"Kenapa tak kau bilang kalau kau sudah mengetahui keberadaan nya??? "


Hoho.. Ternyata Leo sudah memberi tahu... Misi akan kita MULAI..


"Pernah kah kau bertanya?? "


"Maaf" ucap Dimas lirih


"Tak ada yg tak bisa kulakukan, bahkan sehari sesudah pembicaraan kita aku sudah menemukan nya"


"Jadi kau??? Pantas"


"Ua aku hanya ingin melihat.. Sejauh mana kau mencintai nya" jawab Nomura santai


"Dan sekarang aku baru tau betapa bodoh nya kau"


"Terima kasih"


"Jika kau mengganggap dia berharga, kau harus mencari .. Bukan menunggu ia kembali"


"Sku akan menemui nya sekarang"


"bukan sekarang, tapi nanti... Jangan harap kau bisa menemukan nya sekarang, kau harus selesai kan dulu masalah perusahaan mu.. 1 minggu ku beri kau waktu"


"Baiklah, tapi tolong tetap kau awasi dia"


Toni dan para pengawal hanya melongo tak percaya melihat ke dua orang d depan mereka..


Tadi nya mereka berfikir akan ada pertumpahan darah d ruangan itu..


Ternyata apa yg ada dalam pikiran mereka tidak terjadi..


Malah sekarang mereka berdua saling berpelukan seperti teletubbies..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2