
Keberangkatan Ayumi hari ini membuat semua orang rumah heran.
Apalagi akan pergi lama.
Biasanya saat Ayumi pergi dia akan memastikan semua hal sekecil apapun itu.
Makan anak anak nya atau mewanti wanti para pelayan agar tak melakukan kesalahan.
Tapi hari ini, jangan kan pamit. Melihat puncak hidung Ayumi saja tidak.
Satu orang yg tau penyebab nya..
Haruka..
Dia sudah tau kenapa Sang mommy tak pamit.
Itu karena ulah nya..
Haruka menghembuskan nafas kasar melihat kepergian sang kakak dari balkon kamar nya.
Tadi dia sudah d ajak Nomura, tapi Haruka memberi beberapa alasan tak ikut mengantarkan Ayumi ke bandara.
Ia takut jika Sang mommy tak mau menemui nya..
Kemarin saat mendengar berita Ayumi masuk rumah sakit, Haruka ingin pergi tapi langsung d tahan salah satu pelayan paruh baya yg sudah lama bekerja d sana.
Ia akan mengantarkan sarapan untuk majikan nya yg belum d sentuh sedikit pun, tapi tak sengaja mencuri dengar semua percakapan Ayumi dan Haruka..
Dan sekarang Haruka sudah mengambil keputusan. Ia akan meninggalkan keluarga Kai dan mulai dengan kehidupan nya yg baru d negara lain.
Dengan cepat ia mengemasi beberapa pakaian dan membawa beberapa barang yg penting saja.
Haruka melangkah pelan keluar rumah..
Tapi sayang, harapan tak sesuai kenyataan.
Haruka d cegat beberapa pengawal dan mengunci nya dalam kamar.
Semua itu adalah perintah dari Nyonya besar mereka.
__ADS_1
Agar bisa mengawasi Haruka dengan ketat, agar tak meninggalkan rumah sampai dia kembali.
Haruka mendadak lesu.
Mungkin dia harus menunggu Sang mommy kembali, baru dia memikirkan langkah selanjutnya.
Atau mungkin dia akan mencari waktu yg tepat untuk kabur dan meninggalkan negara ini..
.
.
.
Satu bulan berlalu tanpa terasa.
Ayumi masih betah d negara yg terkenal paling romantis d dunia.
Nomura semakin hari semakin heran melihat tingkah Haruka.
Bagaimana tidak, setiap hari Haruka akan merengek kepada nya untuk membeli kan makanan yg tak sampai ke otak nya.. Bahkan tak mengenal waktu.
Pernah juga Haruka menyuruh Nomura memakai pakaian badut..
Tentu saja awalnya dia menolak, tapi rengekan Haruka membuat nya tak berkutik..
Dan lihat lah hari ini..
Nomura tengah memanjat pohon mangga dibelakang rumah nya pagi buta..
Waktu menunjukkan pukul 5 pagi.
Bukan mangga yg sudah masak,, tapi Nomura Harus memetik buah yg masih muda.
Mana tau Nomura mangga yg muda atau yg tua.
Memang nya dia penjual buah???
Nomura menggeleng dan bergidik ngilu saat Haruka menyodorkan satu potong buah mangga yg dia cocol dengan saus sambal.
__ADS_1
Jangan kan memakan, membayangkan saja Nomura enggan.
"Apa perut mu tidak sakit makan buah itu sepagi ini?? "
Akhirnya Nomura bertanya.
Haruka menggeleng dan sangat menikmati buah mangga sepiring besar d hadapan nya.
"Serius kakak tidak mau?? Aku habisin ya??"
Nomura menggeleng
"Silahkan kamu habiskan, tapi jika kakak mendengar kamu mengeluh sakit. Kakak tidak akan mengantarkan mu kerumah sakit, kamu pergi saja sendiri"
Haruka mengangguk.
Nomura meninggalkan Haruka menuju kamar nya bersiap berangkat ke kantor.
Tak mungkin ia tidur lagi, karena itu akan membuat nya kebablasan dan tak akan pergi ke kantor.
Sesampainya d kamar..
Ia memencet tombol panggilan kepada Ayumi..
1x
2x
3x
Baru d angkat Ayumi..
"Ya ada apa nak?? "
"Mom"
"Hmm,"
"Mom, sungguh.... Aku merasa Haruka sudah gila"
__ADS_1
...****************...