Sang Mafia

Sang Mafia
bab 63


__ADS_3

Okada d sibukkan dengan acara lamaran yg akan d lakukan oleh Nomura..


Berkali kali Okada menyuruh para pekerja untuk mengubah tata letak hiasan yg akan d pakai.


Bukan semata mata Okada yg menginginkan d ubah. Tapi Nomura lah memerintah.


Okada selalu mengecek keinginan Nomura melalui video call. Okada sudah menyuruh agar s bos langsung datang ke tempat.


Tapi berbagai alasan Nomura membuat Okada menghela nafas berat.


"Bunga itu terlalu berlebihan. Jangan memakai warna itu. Jangan pakai riasan yg itu. bla bla bla. Masih banyak yg lain nya"


"Hah, beginilah nasib bawahan. Apa salah nya sih s bos kesini langsung. Kan bisa memastikan semua nya.. Hah.. mana waktu lamaran nya nanti malam lagi.. 😞"


Keluh Okada..


"Pak" sapaan salah seorang pekerja membuat Okada menoleh.


"Ya"


"Bagaimana pak?? Apa ini sudah oke?? "


Okada melihat sekeliling..


"Bagus, begini saja. Terima kasih"


"Sama sama pak, kami permisi dulu"


Okada mengangguk.


"Semua ide yg ada d otak ku, sudah ku tuang d sini bos. Kau mah enak, tinggal suruh suruh saja. Aku tak peduli jika nona Yuki tak menyukai nya"


.


.


Siang hari.


Yuki tengah d sibukkan dengan setumpuk pekerjaan, saking sibuk nya, ia tak mengetahui jika d luar ruangan nya orang orang tengah geger dan takut.


Akhirnya Yuki mendengar kasak kusuk d luar, membuatnya penasaran, dan keluar dari ruangan nya.


Betapa terkejut nya Yuki melihat beberapa karyawan sedang adu jotos dengan beberapa pria yg memakai pakaian hitam.


"Ada apa Kayla?? " Tanya Yuki penasaran.


"Ini miss, Orang-orang ini membuat takut para pelanggan kita"


Yuki mendekat.


"Maaf, anda anda sekalian siapa??? " tanya Yuki kepada pria pria tersebut.


"Kami kesini bertugas menjemput anda nona" jawab salah satu pengawal dan mendekati Yuki.


"Tunggu dulu," Yuki menahan dada pria tersebut dengan kedua tangan nya.


"Siapa yg menyuruh kalian menjemput ku?? " Tanya Yuki lagi..


"Maaf nona, kami tidak bisa memberi tahu karena ini adalah kejutan"


Yuki berjalan mundur. Ia sudah siap berlari meninggal kan boutique.


SATU


DUA


TIGA


DAN

__ADS_1


Yuki akhirnya bisa keluar dan mencoba berlari menjauh.


Tapi salah satu pria tersebut dengan sigap menangkap tubuh Yuki dari belakang.


"Maaf nona, maafkan kami"


Pria menggendong yuki d bahu mereka, seperti membawa karung beras.


Tentu saja yuki memberontak. Tapi kekuatan nya tak ada apa apa nya d banding kekuatan para pria pria berotot tersebut. Membuat nya akhir nya pasrah, saat dia d masukkan kedalam mobil.


"Tuhan.. Jika ini waktu ku, aku akan pasrah dan menyerah".


" Boleh kah aku bertanya??? "


"Silahkan nona"


"Apa yg kalian inginkan dari diri ku??? "


"Nyawa nyonya"


"Hah??? Apa??? " tanya Yuki berteriak dan melotot.


"Apa salah ku?? "


"Karena nona sudah berani menganggu hidup bos kami"


"Aku??? Kapan?? Aku merasa tidak ada masalah dengan orang lain. Siapa bos mu itu???" Yuki berusaha berontak dan memukul mukul semua pria pria itu.


"Maaf kan kami nona, sekarang anda duduk lah dengan tenang. Karena bos kami akan mengambil anak nona jika masih berontak"..


" Jangan.. aku mohon " Yuki memelas dan akhirnya duduk dengan tenang.


Yuki masih memikirkan apa yg akan dia lakukan.. Dan dia ingat dengan Keano. Kalau dia tak selamat dari orang orang ini Keano bagaimana???


AHA.. Aku tau..


"Maaf, untuk apa nona?? "


"Aku akan membuat surat wasiat untuk anak ku. Jika aku tak mati d tangan kalian. Aku sudah menitipkan semua harta ku yg tak seberapa untuk kelangsungan hidup Keano."


Para pria tersebut hanya tersenyum tipis menanggapi permintaan Yuki. Dan menyerah kan kertas dan pena seperti yg Yuki mau.


Yuki yg tengah sibuk dengan tulisan nya, sampai ia tidak tahu jika mobil berhenti d sebuah salon ternama d kota itu.


"Kita sudah sampai nona"


Salah satu pria tadi membukakan pintu dan Yuki keluar.


Sejenak Yuki terpana karena melihat bangunan d depan nya, siapa yg tidak tau salon ini.


"Kenapa kalian membawa ku kesini??? "


Tidak ada yg menjawab, mereka menuntun Yuki agar masuk ke dalam.


Diambang pintu, Yuki disambut hangat oleh para pegawai. Mereka membawa Yuki masuk kedalam ruangan khusus.


Perawatan yg d mulai medicure, lulur, facial dan masih banyak lagi perawatan lain.


Di akhiri dengan memakaian Yuki gaun dan makeup yg membuat nya cantik tiada tara.


"Apa ini aku??? " tanya Yuki saat becermin.


"Ya, ini anda nona" jawab salah satu pegawai dengan tersenyum.


"Kenapa aku bisa secantik ini??? "


"Anda sudah cantik nona, cuma mungkin anda jarang melakukan perawatan diri"


"Ya, karena aku mempunyai balita jadi aku tak ada waktu merawat diri. Waktu ku habis untuk mencari pundi pundi uang untuk masa depan anak ku"

__ADS_1


"Seharusnya nona harus pandai merawat diri dan badan anda. Karena d luaran sana banyak pelakor yg mengintai suami kita nona"


Ucapan pegawai tersebut membuat Yuki tertegun. Kenapa dia baru ingat dengan Nomura??? Pasti ketua mafia itu bisa mengeluarkan nya dari keadaan ini.


Yuki mencari cari tas nya.


"Mana tas ku??? " tanya Yuki.


"Anda tidak membawa apa apa saat masuk kesini"


Yuki mengingat ingat.


"Astaga.. tas ku masih d boutique"


Yuki menghela nafas kasar nya.


"Apa kau tau jalan keluar dari sini??? "


Salah satu pegawai mengangguk membuat Yuki berbinar.


"Di mana??? "


"Di pintu yg anda lalui saat masuk tadi nona"


KRIK KRIK KRIK


Jawaban polos pegawai itu membuat Yuki terbelalak kaget.


"Maksudnya jalan lain, pintu belakat gitu??? " setengah kesal.


"Tidak ada pintu lain selain pintu depan yg tadi nona"


Hah....


Yuki lagi lagi menghela nafas kasarnya.


Tak ada jalan lain selain PASRAH DAN MENYERAH.


Oh Keano apa yg harus mommy lakukan sekarang??? Apapun yg terjadi setelah ini dengan mommy, mommy ingin kau tau jika mommy sangat menyayangimu.. Maafkan mommy yg tak bisa menjaga mu sayang😭..


"Kau tau kenapa aku d dandani seperti ini??? "


Mereka menggeleng.


"Karena aku mau dibunuh oleh pria pria d depan sana. Mereka mendadani ku agar mereka tak repot mencari perias mayat"


Jawaban Yuki membuat mereka melongo.


"Sudahlah,, susah menjelaskan nya. Terima kasih sudah merias ku menjadi cinderela"


Yuki membuka pintu ruangan dan keluar.


Sementara itu dalam ruangan.


"Aneh sekali nona itu" ucap salah satu pegawai membuat teman teman nya mengangguk.


"Padahal dia akan melakukan lamaran, tapi malah d bilang akan d bunuh. Apa mungkin calon suami nya tidak memberi tahu jika ia akan dilamar??? "


"Entah lah.. Biarkan saja lah nona tadi, yg jelas calon suaminya sudah membayar mahal untuk perawatan ini"


Akhirnya mereka melanjutkan tugas mereka masing masing.


...****************...


Author mau bikin cerita ini sad ending.


Bagaimana menurut reader???


Jawab d kolom komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2