
"Kau bahagia baby??? "
Saat ini mereka tengah berada d dalam mobil menuju mansion.
"Ya, sangat bahagia.. Dan kau harus ingat tuan, jika aku tidak mau d dua kan"
Yuki menatap Nomura tajam.
"Haha.. Tidak akan baby, kamu tak ada dua nya"
Yuki memutar bola mata nya malas.
"Alah, gaya mu. Kalau saja kamu tak cerita, mungkin kamu akan tetap menikahi s jaaalaaang itu"
"Kau sangat cantik jika sedang marah seperti ini baby. Aku jadi ingin memakan ku saat ini"
Nomura mendekat kan tubuh nya mendekati Yuki. Tapi secepat kilat Yuki mundur.
"Kau tak lihat jika Okada sedang melihat kita??? "
"Kau melihat kami Okada??? "
"Tidak bos, saya fokus melihat jalanan"
"Okada tidak melihat kita baby. Jika dia berani maka aku akan mencongkel mata nya keluar"
"Dilihat atau pun tidak, aku tak mau jika melakukan nya d sini"
Yuki menyilang kan tangan menutupi dada.
"Haha,, kau pikir aku benar-benar akan melakukan nya dsini baby??? aku tidak segila itu"
Ucapan Nomura membuat Yuki merona karena malu.
"Aku akan bersabar sampai d rumah"
__ADS_1
Nomura berbisik sambil mengecupi telinga Yuki membuat nya Mendeeeesaaah. Ciuman yg berpindah ke leher dan berakhir d dada Yuki..
Sedangkan Okada menghela nafas dan langsung memakai headset ke telinga nya.
Tak ingin mendengar suara suara gaib yg membuat bulu kuduk nya merinding..
Bagaimana tidak, suara itu mampu membangkitkan sesuatu yg tersembunyi.
Hah.. Apa kalian tak kasian dengan nasib ku??? Aku juga ingin merasakan nya tapi status jomblo ini membuat ku tak berdaya....
.
.
Keesokan harinya, Nomura d bawa pihak yg berwajib untuk dimintai keterangan mengenai kematian Elena dan Rio.
Tapi apapun yg ia lakukan tak serta merta membuat nya d tahan. Karena kekuasaan yg ia punya dan tentu uang yg berbicara.
Nomura d panggil pihak berwajib hanya formalitas karena Nomura melakukan aksi nya d tengah keramaian, tak seperti biasa senyap dan tanpa jejak.
.
.
Yuki melotot melihat foto dekorasi gedung yg dpilih Nomura. Foto yg d kirim oleh pihak WO. Rencana Nomura akan mengadakan resepsi d aula perusahaan nya.
"Kau suka dekorasi nya baby, seminggu kita akan mengadakan resepsi"
"Tapi untuk apa kita resepsi??? "
"Tapi kau yang menginginkan nya, Aku sudah membuat rangkaian acara yg lebih megah dari yg kemaren itu"
Hah.. Yuki sebenarnya tak menginginkan acara resepsi seperti ini. Kemarin ia hanya sedang sakit hati dan merasa cemburu.
Bisa berada d samping Nomura saja sudah membuat nya sangat bahagia.
__ADS_1
"Kau tidak suka??? Apa ada yg akan d ganti??? "
Yuki menggeleng,, ia bisa apa jika Nomura sudah final dengan keputusan nya.
"Tapi sebelum nya aku minta maaf,, karena mungkin dalam waktu dekat aku belum bisa berhenti dari Yakuza. Karena sekarang aku belum menemukan orang yg tepat untuk menjadi pengganti ku"
Yuki tersenyum dan mengangguk.
"Tidak apa apa. Aku mengerti"
"Tapi.... "
"Tapi apa???" yuki mengernyit heran.
"Jika sudah menjadi istri ku kamu harus melakukan irezumi"
Hah????
"Sakit kah??? " Yuki sudah memelas.
"Sedikit baby"
"Apa harus??? "
Nomura mengangguk.
"Aku takut"
"Aku akan menemanimu baby"
Yuki mengangguk.
"Itu baru istri ku.. Kuat dan berani"
Yuki mencoba tersenyum walau dalam hati sangat takut dan cemas. Tapi inilah resiko yg harus dia ambil jika memilih suami seorang MAFIA...
__ADS_1
...****************...