Sang Mafia

Sang Mafia
bab 66


__ADS_3

"Maaf tuan, saya tidak tau jika anda kembali" Ucap Eliz salah satu pengasuh Keano.


Ia terbangun saat mendengar suara d kamar sebelah. Takut jika ada orang yg berniat jahat atau pencuri mungkin. Berjalan pelan dan sangat hati hati...


Memberani kan diri keluar kamar dan melihat keadaan. Siapa yg menyangka dia malah melihat adegan blue secara langsung tanpa sensor.


Sejenak dia terpana menyaksikan, tapi kesadaran nya kembali saat mendengar teriakan nyonya bos nya..


"Sejak kapan kau d sana??? " tanya Nomura marah melihat pengasuh Keano berada d ambang pintu.


"Maaf tuan, baru saja. " Ucap nya menundukkan kepala takut.


DUAAR...


Pintu tertutup tepat d hadapan nya. 1 inci lagi mungkin mengenai hidung mancung nya..


Dia mengusap dadanya kaget dan langsung berlari menuju kamar Keano.


Sedangkan d dalam kamar. 2 sejoli sedang merasakan malu yg luar biasa.


Bagaimana tidak, tidak jadi mereguk kenikmatan malah d pergoki sang pengasuh..


Siapa suruh tak menutup pintu saat akan *** ***.


Yuki menepuk pelan kedua pipi nya. Wajah yg sudah merah bak tomat masak.


"Ini semua gara gara mu" ucap Yuki mengawali pembicaraan.


"Kenapa jadi salah ku?? " Tanya Nomura heran.


Baru kali ini Nomura merasa malu. Biasanya dia akan santai saat para pengawal melihat nya sedang berhuu bungan badan dengan seseorang. Mungkin karena dia melakukan dengan orang yg d cintai nya, biasanya hanya dengan para wanita pang gilan yg tak memakai hati.

__ADS_1


"Ya, karena kamu tak menutup pintu "


"Sekarang kan sudah d tutup, malah aku sudah mengunci nya. Ayo kita lanjut kan" Ajak Nomura menaik turunkan kedua alis nya.


"Aku sudah tidak mood" ucap Yuki merebahkan tubuh d ranjang dan membelakangi Nomura.


"Hei, kenapa tidur mu seperti itu?? " pertanyaan Nomura membuat Yuki menoleh.


"Lalu seperti apa seharusnya aku tidur??? " Yuki balik bertanya.


"Seperti ini" Nomura membalikkan tubuh Yuki menjadi telentang. Nomura naik ke atas tubuh Yuki dan mengangkat kedua tangan Yuki keatas.


Dan....


(Tak usah d jabarkan ya, karena jiwa para jomblo akan meronta ronta saat hanya bisa membayangkan tanpa bisa merasakan.. Hehe maafkan author. Hanya becanda kok..)


Sementara itu, sang pengasuh sedang duduk termenung mengingat semua yg sudah dia lihat.


"Kamu kenapa eliz??? " tanya Lani dengan mata berat yg masih mengantuk membuat Eliz menoleh.


"Kau bangun??? "


"Bagaimana tidak bangun, kamu bergerak membuat kasur pun ikut bergoyang"


Bergoyang????


Astaga, kenapa aku membayangkan tuan dan nyonya bergoyang ya???


Eliz tersenyum dan kembali menggeleng.


"Kau tidak gila kan??? " tanya Lani

__ADS_1


"Enak saja kau" jawab Eliz melemparkan bantal.


"Kau tau apa yg ku lihat barusan??? "


Lani menggeleng.


"Aku melihat secara langsung tuan dan nyonya bermesraan" ucap Eliz dengan antusias.


"Hah??? Kau serius???" tanya Lani.


Eliz mengangguk..


"Lalu???? "


"Hah, tadi kau bilang aku gila. Sekarang kau malah penasaran dengan cerita ku"


"Ya, selama ini aku bekerja dengan nona mika tak pernah dekat dengan lelaki. Saat tuan datang aku langsung menebak jika tuan adalah daddy Keano. Karena wajah mereka sangat mirip sekali"


Eliz mengangguk meng iya kan.


"Lalu kau melihat mereka sedang apa??? " tanya Lani yg masih penasaran.


"Mereka sudah tak memakai pakaian sehelai benang pun. Dan mereka... Aaa, bahkan aku malu untuk menceritakan nya" jawab Eliz.


Lani hanya menatap Eliz tanpa kedip. Entah kenapa ia juga ikut membayangkan.. Tapi langsung menggeleng kan kepala.


"Sudah lah, sekarang kita lanjut kan istirahat kita. Kau tak mau bangun kesiangan bukan??? yg ada kita langsung d pecat" ajak Lani.


Eliz langsung menyusul Lani yg sudah lebih dulu merebahkan diri dan menutup mata..


...****************...

__ADS_1


__ADS_2