
Tidak terasa hari sudah semakin sore.Ifan beranjak dari singa sana nya berjalan memutari kursi dan mengambil jas yang dia selempangan disitu. Ifan keluar dari ruangan nya dan menuju ruang sebelah.
"Lo ngk pulang"
"Ini juga mau pulang, tapi gue nebeng ya Fan, gue mau langsung kerumah"
"Tak, pulang sendiri, gue jalan keluar sebentar. Bilangin sama ratu, gue pulang telat. Nanti kalo tidak dikabarin, bisa bisa ratu kita ngoceh sepanjang malam. lo tau kan gimana mama?"
"iya nanti gue bilangin"
"awas aja lo kalo lupa, gue potong gaji lo"
"anjirr,, sialan lo. bisa nya cuma ngancem doang, ya sudah sini kunci mobil lo yang satu lagi. gue tadi ngk bawa mobil"
Ifan lalu melemparkan kunci mobil nya kearah angga.
"ok. gue cabut duluan, awas kalo lo lupa"
"siipp"
ifan berlalu pergi dari ruangan Angga menuju mobil nya. Diperjalanan ifan tidak sengaja melihat seorang gadis yang lagi diganguin preman.Ifan tidak bisa melihat wajah gadis itu karena tertutup oleh gerumunan preman tersebut. Semula ifan tidak peduli dan melewati nya saja, beberpa meter terlewat entah kenapa hati ifan tergerak untuk menolong gadis itu. Ifan memutuskan turun
"Berhenti"Ifan menatap preman itu satu persatu dengan dingin.
mendengar suara ifan preman tersebut berhenti dan menengok kearah ifan.
__ADS_1
"Eh ada yang mau jadi pahlawan nih" ujar salah satu preman yang gondrong. seperti nya dia bos dari preman tersebut.
"hajarrr"
terjadi baku hantam antara preman dan ifan. Ifan tidak hanya ahli dalam bidang bisnis tapi dia juga ahli dalam bidang bela diri. kalo hanya untuk kemampuan preman tersebut tidak membuat ifan kalah. hanya dalam lima menit semua preman tersebut tumbang.
"Maaf bg,, tolong lepaskan kami"
"cepat pergi dari sini, sebelum kalian saya habisi" ujar ifan dengan dingin nya
preman tersebut berlalu pergi.
ifan berjalan kearah gadis tersebut
sedangkan Gadis yang ditolong ifan tersebut tergerak mendengar suara ifan. Dia sangat takut. Gadis itu tak lain adalah Anggel.
Anggel mendogak keatas, terlihat jelas air mata dipipi nya dan mata Anggel yang berkaca kaca.
Ifan terperangah melihat Anggel.
"Ternyata dia, tapi dia terlihat sangat imut. dengan air mata yang masih mengalir dipipi nya yang merona, mata bening, dan bibir merah itu. seakan memanggil aku untuk mengecup nya. Astaga apa yang aku fikirkan. sempat sempat nya aku berfikiran jorok sementara gadis ini masih terlihat ketakutan" Batin Ifan nelangsa
Ifan menggeleng gelengkan kepala nya, dia mencoba menghilangkan fikiran nya yang liar. melihat itu Anggel jadi khawatir. Dia takut ifan kenapa kenapa setelah berkelahi dengan preman tadi.Anggel berdiri dan memegang tangan ifan.
"Kamu tidak apa apa?"
__ADS_1
"deg... deg... deg.. " jantung ifan berdetak dengan kencang
"Kantungku" ujar ifan dalam hati
"gue tidak apa apa" Rey berujar dengan nada dingin.
"Cepat naik kemobil gue, gue antar lo kerumah lo"
Anggel masuk kemobil ifan. dan mereka berlalu dari tempat tadi menuju rumah Anggel. Di dalam mobil, suasana sangat hening. Ifan sibuk dengan fikiran nya sendiri dan sesekali melihat kearah Anggel.
"Seperti nya gadis ini pulang dari ngelamar kerja. dilihat dari pakaian dan map map yang dia bawa, kayak nya gitu deh" Terka ifan dalam hati
setelah beberpa lama, mereka sampai ditempat Anggel. Anggel turun dari mobil.
"Terimakasih dah nganter saya"
"Hemm"
ifan berlalu pergi dari rumah Anggel. Anggel berjalan masuk kerumah nya.
bersambung>>
next chap~~
happy reading guys, semoga kalian suka. jangan lupa coment.
__ADS_1