
Dino langsung dibawa keruangan operasi, sedangkan Rey dan Anggel menunggu diluar bersama seorang bapak yang menolong nya tadi.
dikoridor rumah sakit tampak Dania berjalan tergesa gesa sambil menangis mencari ruangan anak nya. Dia sangat cemas dengan keadaan nya Dino, tidak jauh beda dengan daniel.
"Sayang, mana adik kalian" dania bertanya sama anak nya sambil menangis
"Dino ada didalam ma, maaf in Anggel ma, gara gara Anggel semua nya kayak gini. Coba Anggel ngak bawa Rey dan Dino main dulu, pasti ngk bakalan kayak gini."
"Ngk kak,, bukan cuma kakak, Rey juga salah. Seharus nya Rey bisa jaga kalian."
Melihat anak anak nya menangis karena merasa bersalah, Dania merasa kasihan.
"tidak sayang, ini bukan salah kalian. jadi stop menyalahkan diri sendiri, ini semua sudah takdir. " Dania memeluk kedua anak nya. Sedangkan Daniel bangga melihat sifat keibuan Dania, dia memang tidak salah memilih istri dan ibu dari anak anak nya. sekarang giliran dia yang harus menenangkan tiga bayi besar nya.
"Sudah sudah,, sini peluk papa, kita harus berdoa supaya Dino tidak kenapa kenapa, jangan sedih gini dong"
sudah dua jam berlalu tapi dokter belum keluar, Dania makin gelisah. kerjaan nya mondar mandir, sehingga anak dan suami nya pusing melihat kelakuan mama mereka.
"Kok dokter lama sekali ya mas"
"Sabar dong sayang, mending duduk sini, kamu bikin kita pusing melihat kamu mondar mandir"
__ADS_1
"iya mas"
selang beberapa menit, dokter keluar dari ruangan dino
"Dengan keluarga pasien"
"iya dok, saya mama nya, gimana keadaan anak saya?"
"maaf buk, pak kami telah berusaha semaksimal mungkin tapi, "
dug dug dug, jantung Dania berdetak kencang mendengar penuturan dokter
" Tapi apa dok? bisa jelaskan dengan sejelas jelas nya, jangan bikin istri saya makin panik"
mendengar penjelasan dokter, rasa nya dunia Daniel dan Dania terhenti seketika.Daniel terduduk dilantai rumah sakit diiringi Dania yg tidak percaya anak nya telah meninggal. Daniel ingat saat Dino bermanja manja sama dia, saat dia pulang kerja maka Dino akan menyambut nya dengan segudang cerita tentang kenakalan kakak kakak nya. Begitu pun Dania, Dia ingat pagi pagi Dino selalu merengek minta dibikinin susu.
Dania berlari kedalam ruangan dino diikuti suami dan anak anak nya.
"Dinoooo,, bangun sayang, ini mama nak, jangan tinggalin mama. Dino nak, ayoo bangun, mama janji akan bikinin susu kamu setiap pagi, mama juga janji akan ngajak kamu jalan jalan kemana yang kamu mau. Asal kamu bangun sayang, Dino kamu dengar mama kan, nak ayo nak bangun. "
Rey dan Anggel tidak kuasa melihat mama nya terpuruk seperti itu. Sedangkan Daniel, dia merasa telah gagal menjadi seorang ayah dan suami, karena telah membiarkan air mata jatuh dipipi anak dan istri nya.
__ADS_1
"sayang,, dengarin mas. kamu tau jika kamu seperti ini kamu tidak akan membuat dino tenang, dino tidak akan suka melihat mama nya nangis seperti ini. Dan coba kamu lihat anak kamu anggel dan Rey,, mereka sedih melihat mama nya seperti itu. "
mendengar itu, Dania menoleh kepada Rey Dan Anggel, terlihat Mata Rey dan Anggel yang berkaca kaca, bahkan badan mereka gemetaran saking takut nya mereka melihat ia. Dania berjalan menuju anak anak nya.
"Maaf in mama sayang"
"mama tidak salah, Anggel yang salah ma"
"Sudah sekarang kita urus pemakaman Dino, dan kalian semua harus tenag, ok"
"Iya pa/Mas"
seminggu berlalu sejak pemakaman Dino, keadaan masih sama, tidak ada lagi canda tawa dikeluarga Daniel.
seperti biasa, setiap pagi dania menyiapkan sarapan buat anak dan suami nya. meskipun ada pembantu, tapi untuk sarapan dania turun tangan sendiri karena suami dan anak nya hanya ingin makan masakan Dania.
sebelum kedapur dania menyempatkan diri untuk melihat televisi dulu.Dia tekejut dengan apa yang diberitakan, perusahaan suami nya bangkrut dan semua aset disita oleh Bank.
melihat itu Dania berlari menghampiri suami nya.
"Mas bangun,, apa benar apa yang diberitaka ditelevisi? "
__ADS_1
"iya sayang, maaf mas belum sempat cerita sama kamu, karena mas ngak mau nambah beban fikirin kamu".
mendengar itu, mata dania berkaca kaca.dia merasa terlalu egois, karena hanya meikirkan kesedihan nya.