
"sayang, kok malah bengong? kamu mikirin apa hayo?"
"tidak apa apa ma, maaf in Rey ya ma, Rey janji ngk akan ngulangi nya lagi"
"iya sayang,,, mama maaf in, sini peluk mama"
Rey berjalan menghampiri Dania dan memeluk mamanya. Daniel dan Anggel tidak mau ketinggalan, mereka juga ikut memeluk Dania.
"Duh,, duh,, duh,,, bayi besar ku kenapa ini? kenapa malah meluk mama semua nya,,hhmm? "
"sayang,, masak Rey aja sih yang rasain pelukan hangat kamu, kami juga mau dong,, ya ngak Nggel?"
"iya,, tau nih,, masak Rey aja,, kita juga mau dong"
"iihh papa sama kak Anggel manja banget deh,"
"Kenapa Iri,,bilang bos" Daniel malah meledek anak nya.
"Lagian Dania punyaku"
"apa nya punya papa? mama tu punya kita"
Rey dan Anggel serentak ngejawab dan pelototin papa nya.
"ngak,, Mama punya papa, dia kan istri papa"
"tapi kan Dania mama kita,,iya ngk Kak? "
"iya bener,, mama kan mama kita,,iya kan ma,, mama milik kita"Anggel bertanya pada mama nya. sedangkan Dania pusing melihat anak dan suami nya bertingkah seperti anak kecil. Ini tidak akan berakhir sebelum Dia menjawab nya.
"mama milik kalian,, udah jangan bertengkar. mama pusing melihat nya, mending kalian pergi kekamar masing masing.bersih bersih,,mama mau masak makan malam dulu"
"iya Ma/Sayang" nyali mereka seketika ciut melihat Ibu peri ngamuk. untuk cari aman, mereka terpaksa nurut. Daniel berdiri dan mendekat ke Dania.
"Cup, aku cinta kamu sayang,, jangan marah" Daniel berlari menuju kamar
"cup, cup, kita sayang mama" Anggel dan Rey melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan papa mereka, lalu berlalu menuju kamar mereka masing masing.
melihat kelakuan anak dan suami nya, Dania tersenyum. bagaimana dia bisa marah, jika kelakuan mereka seperti itu.
seperti biasa, mereka makan malam bersama.dimeja sudah tersedia berbagai masakan dania, disitu juga sudah ada Danie dan Rey, sedangkan Dania sibuk bolak balik dapur membawa masakan, yang sesekali dibantu suami nya.
"Rey, mana kakak kamu, kita mau makan, ayo cepat panggil"
__ADS_1
"iya ma"
Rey beranjak dari tempat duduk nya, tapi sebelum melangkah, Anggel sudah muncul didepan Rey.
"kakak udah disini Rey,,ma Anggel izin ya, makan diluar sama teman teman Anggel, untuk rayain kelulusan kita"
"iya sayang,, tapi hati hati,, ingat. jangan pulang kemalaman,"
"siapp buk bos"
Dania tersenyum melihat kelakuan Anggel,
"Sudah izin sama papa?"
"belum ma"
"Ya sudah izin Dulu sana"
Anggel berjalan menghampiri papa nya didapur yang sedang menolong Dania,
"Pa"
"iya sayang"
"ada apa sayang"
"hhmm pa,, Anggel boleh izin keluar sama teman teman?, kita mau rayakan kelulusan kita" Anggel merunduk, dia tidak berani melihat papa nya,, Anggel tau papa nya sangat posesif sama dia dan mama nya.
"dimana sayang"
"di Cafe tariya pa, tempat langganan kita dulu,,boleh ya pa, please. Anggel janji ngk akan pulang kemalaman"
"iya sayang boleh,, kamu dijemput sama siapa"
"bener pa? yeeaahhh,,," Anggel meloncat kegirangan sambil memeluk papa nya.
"Anggel dijemput, Fara pa. bentar lagi dia juga datang,,makasih ya papa,, Love you,, muachh"
"Kamu ini ya,, udah besar masih saja seperti anak kecil, ngk malu sama mama kamu dan Rey, tuh"
Anggel nengok kearah meja makan dimana ada mama dan Rey disitu, Anggel hanya nyengir melihat mereka.
sedangkan Rey dan Dania tersenyum sambil geleng kepala melihat kelakuan Anggel.
__ADS_1
Anggel dan Daniel berjalan menghampiri meja makan, dari luar terdengar motor berhenti
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab mereka semua
"biar Anggel yang buka ma,, itu pasti fara"
Anggel berjalan kedepan untuk membuka pintu
"Krieett,,lama banget sih far"
"iya sorry, sorry,, tadi gue ketiduran"
"kebiasaan deh"
sedangkan fara nyelonong masuk tanpa dipersilahkan, dia sudah terbiasa disini. Rumah Anggel ibarat rumah kedua bagi fara.
"Mama,, papa,, Rey,, fara yang cantik sudah datang,, mama,, papa,, kangen"
seperti itu lah teman teman Anggel,, mereka semua manggil Dania dan Daniel mama dan papa.
"heyy sayang,, sini peluk mama dulu,, kamu sudah makan"
"belum ma,, sekalian aja kita makan di cafe nanti"
fara peluk dania dan nyalim Daniel, sedangkan Anggel hanya tersenyum melihat keakraban Sahabat dan keluarga nya.
"ma, pa Anggel berangkat dulu ya,, takut pulang kemalaman"
"Fara juga ma,, pa"
"iya,,hati hati ya kalian,, ingat jangan pulang kemalaman"
"siap,, ma"
Anggel dan fara salim dulu sama Dania dan Daniel,,
"hati hati ya kak,, telfon Rey jika terjadi sesuatu" Rey ikut berpesan buat kakak kakak nya.
"iya sayang"
Anggel dan Fara berlalu dari rumah ny.
__ADS_1
bersambung...