
"Anggel" Pekik Ifan syok
Ifan berlari kearah Anggel, dia menatap sedih dengan keadaan Anggel. Tangan terikat, baju basah, bahkan bibir nya sudah membiru.
Ifan melepaskan ikatan tangan Anggel lalu mengangkat Anggel dan membawa nya pergi dari gudang. tidak lupa Ifan membalutkan Jas nya ketubuh Anggel yang basah, berharap dapat mengurangi rasa dingin Anggel.
Ifan sangat khawatir dengan keadaan Anggel, Ifan membawa Angel keruangan nya.
"Angga cepat hubungi dokter pribadi keluarga kita" Perintah Ifan
Angga melaksanakan tugas nya, nampak dia berbicara dengan dokter lewat telefon.
"sebentar lagi dia datang" Ucap Angga
"Hhemm" Jawab Ifan
"satu lagi hubungi mama kalo kita telat pulang, biar aku menghubungi orang tua nya Anggel." Ujar Ifan lagi
dikediaman Anggel, dania mondar mandir diruang tamu menunggu kedatangan Anggel. seharus ya Anggel sudah pulang, tapi ini sudah malam Anggel juga belum pulang
"Kemana dia?, tidak biasa nya dia seperti ini. kalo dia lembur pasti dia izin dulu. kenapa perasaan ku tidak enak" Gumam Dania cemas
dari arah kamar muncul Rey dengan ekspresi yang sama, dia sangat khawatir dengan kakak nya.
"Bagaimana ma, kakak sudah pulang? "Tanya Rey
"Belum sayang" Jawab Dania
__ADS_1
"Papa mana ma?" Tanya Rey lagi
"itu dia lagi mencoba menghubungi teman teman kakak kamu, kali aja kakak kamu disana. Kamu tidak belajar sayang? tugas kamu sudah dikerjakan? "Tanya Dania berusaha menyembunyikan rasa khawatir nya.
Dania tidak ingin Rey ikut ikutan khawatir dengan kakak nya. Cukup dia dan suami nya yang merasakan itu.
"Sudah ma" Jawab Rey
Rey tau pasti mama nya tidak ingin dia ikut cemas, maka nya mama berusaha terlihat tegar dihadapan dia.
"Rey temani mama disini ya nungguin kak Anggel " ujar Rey
Dania tersenyum melihat sikap tulus anak nya. Dia paham maksud Rey, Rey tidak ingin dia terlalu cemas dan merasa sendirian.
"Terimakasih sayang" Jawab Dania
"Hallo pa" Ucap Ifan
"Iya Fan, kenapa? "Tanya Daniel
"ini pa, saya cuma ingin kasih tau kalo Anggel lembur dan nanti Anggel nginap dirumah Mama, Papa sama mama jangan khawatir. Anggel tidak apa apa." Jelas Ifan
"Syukurlah, Anggel sama kamu. ya sudah tidak apa apa, jagain putri papa Fan" perintah Daniel tegas
"Iya pa" Jawab Ifan dan mematikan Telfon nya
tok.. tok..
__ADS_1
"Permisini"Ucap Suara dari luar
"Barangkali itu dokter Hana" Ujar Angga sambil berjalan menuju pintu
Ternyata benar itu dokter Hana, dokter keluarga Atmaja.
"Dokter bawa pesanan saya kan? "Tanya Ifan Tegas
"Bawa pak" Jawab Dokter
"ok. sekarang periksa keadaan Anggel dan tolong ganti baju nya dengan pakaian yang dokter bawa tadi, Anggel ada didalam sana(menunjuk ruang pribadi Ifan). Saya tunggu disini" Ujar Ifan lagi
selama dokter memeriksa keadaan Anggel, Ifan dan Angga duduk disofa ruangan Ifan. Ifan sangat gelisah, dari tadi dia terus melihat kearah ruangan Anggel.
beberapa menit kemudian, Dokter keluar.
"Bagaimana keadaan Anggel" Tanya Ifan cemas
"Nona Anggel tidak apa apa, dia tadi hanya kedinginan. sekarang dia lagi tidur, jika dia bangun cepat beri dia obat ini, kalo begitu saya permisi dulu" Jelas Dokter dan pamit pulang
"Terimakasih dok" Ucap Ifan
Dokter Hana tercengang melihat Sifat Ifan, selama dia jadi dokter pribadi keluarga Atmaja, baru kali ini Ifan berterimakasih sama dia. sungguh kemajuan yang pesat. Dokter Hana hanya tersenyum dan berlalu pergi dari ruangan Ifan.
bersambung>>
next chap~~
__ADS_1
jangan lupa, like and vote nya teman teman