Sayap Pelindung Anggel

Sayap Pelindung Anggel
Anggel kecelakaan


__ADS_3

sesampai nya di UKS


"Kamu tunggu di sini dulu" perintah Tania kepada Rey


Tania mencari dokter di UKS ternyata tidak ada. Tania mencari obat untuk menghilangkan sakit Teman nya. tidak lupa dia memberi makan terlebih dahulu buat Rey.


"Kamu makan dulu"


Tania membantu Rey duduk dan menyuapkan nya makanan. Setelah selesai makan, Tania menyuruh Rey untuk minum obat.


"Istirahat lah"


Rey perlahan merebahkan kepala nya dan perlahan lahan dia tertidur.


cukup lama Rey tertidur, sampai sampai Tania juga ikut tertidur.


"Eugghh"Rey perlahan membuka mata nya


Rey menoleh ke samping, dia bisa melihat Tania sampai tertidur karena nungguin dia. perasaan Rey menghangat karena dapat perlakuan manis dari Tania.


"Tania(Panggil Rey) Ayo bangun" Panggil Rey halus


"Eugghh" Tania mengucek mata nya pelan dan perlahan membuka mata nya


Rey terpana melihat keindahan mata Tania. Tania memang tidak pernah buka kaca mata, dia selalu memakai kaca mata nya kemana pun dia pergi. Dan ini untuk pertama kali nya Rey bisa melihat betapa indah nya ciptaan tuhan di balik kaca mata itu.


"Kamu sudah bangun? Bagaimana? Masih ada yang sakit? "Tanya Tania lembut


"Tidak, terimakasih" Jawab Rey lembut


untuk pertama kali nya juga Rey berkata lembut kepada orang lain selain keluarga nya.


"Syukurlah"


"Ayo kita kembali ke kelas, sebentar lagi jam pulang" Ujar Rey


"Kamu duluan saja, nanti aku nyusul" Tolak Tania halus


"Kenapa? Kamu malu jalan bareng aku? "Tanya Rey memastikan


"Bukan itu, aku tidak mau cari masalah. Kamu tau kan Fans kamu seperti apa, bisa bisa aku jadi bubur nanti nya sama mereka. Aku hanya tidak mau menimbulkan keributan" Jawab Tania dengan senyum manis nya


senyum nya menular kepada Rey, dia mengerti sekarang.


"Baiklah, aku duluan ya" Ujar Rey dan pergi dari sana


setelah beberapa menit barulah Tania ikut dari belakang.

__ADS_1


Dikediaman Anggel dan Ifan


"Sayang, kita jalan jalan yuk" Ajak Anggel dengan manja


"Hhhhmm kamu bosan ya? "Tanya Ifan lagi


semenjak kandungan Anggel memasuki bulan ke tujuh Ifan sudah tidak ke kantor lagi. Dia lebih memilih bekerja dari rumah, dan semua urusan kantor dia percayakan kepada saudara laki laki nya.


"Baiklah di kabulkan. Tunggu sebentar aku ganti baju dulu" Ujar Ifan lagi


Skip


"Sayang, ayo" Ajak Ifan setelah dia selesai ganti baju


"Ayooo" Jawab Anggel dengan riang


mereka berjalan mengelilingi tempat yang di sukai oleh Anggel. Finis nya taman hiburan, setelah mereka capek berkeliling akhir nya mereka memutuskan untuk istirahat di taman tersebut. Mereka terus becanda, tanpa mereka ketahui ada sebuah mobil yang mengikuti mereka dari tadi. Siapa lagi kalo bukan Siska.


"Aku benci melihat tawa itu, tunggu Anggel akan aku kirim kau ke surga bersama anak mu itu"Ujar Siska dengan penuh kebencian


Sedangkan Ifan dan Anggel masih asyik becanda, mereka tidak tau jika bahaya sedang mengintai mereka.


"Sayang, aku mau buah itu(menunjuk penjual buah yang berada di seberang jalan)"


"Baiklah, kamu tunggu di sini biar aku yang beliin"Ujar Ifan


Anggel bisa melihat Ifan sedang mengobrol dengan mas mas penjual buah nya.


"Aku lupa bilang, kalau aku juga ingin rujak itu. Aku samperin saja deh" Gumam Anggel pelan


Anggel berdiri dan berjalan menuju Ifan, Ifan melihat Anggel tersenyum ke arah nya. Saat Anggel menyeberang jalan, Tiba tiba ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju kearah Anggel. Ifan terkejut melihat itu


"Sayang Awas" Seru Ifan keras


terlambat sudah, Mobil sudah berada di dekat Anggel


"Akkkk"Pekik Anggel dan


"Brakk" Tubuh Anggel terpental jauh


Ifan berlarian menuju istrinya.


"Sayanggg hiks,, hiks,, bangun. Anggel bangun(Sambil menagis tersedu sedu) Aku sudah bilang tunggu disana, kenapa masih kesini? Ayo bangun sayang" Ujar Ifan dalam tangis nya


Ifan mengangkat istri nya dan melarikan nya kerumah sakit


Skip

__ADS_1


"Dokter, Dokter cepat tolong istri saya" Teriak Ifan panik


Tubuh Anggel langsung di bawah ke ruangan operasi. Tim dokter memeriksa kondisi Anggel, tidak lama kemudian dokter keluar untuk menemui Ifan


"maaf pak, ada yang harus kita bicarakan mari ikut keruangan saya" Ujar Dokter


Ifan mengikuti dokter sampai keruangan nya. Sebelum nya Ifan sudah memberi tau keluarga nya tentang yang mereka alami.


"Begini pak, Nona Anggel harus segera di operasi. Dia harus melahirkan sekarang, benturan yang terjadi mempengaruhi kandungan nya pak. Dan maaf saya harus mengatakan ini, kami tidak bisa menyelamatkan kedua nya, bapak harus memilih salah satu di antara mereka" Ujar Dokter itu lagi


dor. Ifan bagaikan tersambar petir mendengar ucapan dokter. Tumpah sudah air mata nya, bagaimana dia bisa memilih di antara mereka. Anggel adalah nafas nya dan Baby Bi adalah hidup nya. Ifan tidak bisa memilih nya.


Ifan bangun lalu berjalan menuju dokter dan bersimpuh di sana sambil menangis pilu


"Dokter, saya mohon selamatkan kedua nya. saya tidak bisa memilih di antara mereka dokter, mereka hidup saya bagimana saya bisa memilih salah satu dari mereka.Tolong dok" Ujar Ifan pilu


Dokter tersebut tidak tega melihat kondisi Ifan,


"Bangun lah pak, saya akan berusaha semampu saya pak. Tapi saya tidak menjamin, karena hidup dan mati kita hanya Allah yang tentukan. kita berdoa semoga operasi nya lancar sehingga ibu dan bayi bisa di selamatkan " Ujar Dokter itu lagi


di luar ruangan dokter semua Anggota keluarga mendengar percakapan Ifan dan dokter. Mereka sampai di sana pas Ifan hendak memasuki ruangan Dokter. mereka memutuskan untuk mendengarkan apa yang Dokter sampaikan. Betapa terkejut nya mereka mendengar kabar itu. lebih lebih melihat kondisi Ifan, Ifan seperti orang kehilangan arah.


Ifan melangkah keluar dari ruangan dokter dengan pandangan kosong, mata bengkak dan baju yang masih berlumuran darah Anggel. Ifan tidak ubah nya seperti orang gila.


"Ifan, nak" Panggil Clara dan Dania bersamaan


Clara dan Dania sudah menangis dari tadi.


"Mama" Seru Ifan dengan pandangan terluka


dia berlari menuju Clara dan Dania, Ifan merangkul kedua mama nya sambil menangis pilu.


"Ma, hiks hiks, aku telah gagal jadi suami ma. Aku juga gagal jadi seorang ayah. Apa yang harus aku lakukan ma hiks hiks(Tangis Ifan pilu) Ifan tidak sanggup kehilangan salah satu dari mereka ma, mereka hidup Ifan.Hiks hiks,, tolong Ifan ma" Ratap Ifan pilu


Daniel, Huda, Angga, Rey dan Fara tidak sanggup melihat kondisi Ifan. mereka memalingkan wajah sambil menitikan air mata.


"Sayang, dengar kan mama. Kita harus percaya jika istri dan anak kamu akan selamat. Ayo kita berdoa semoga Allah. mengabulkan doa doa kita" Ujar Clara lembut dalam tangis nya


"Mama kamu benar sayang, dan kamu tidak boleh menyalahkan diri sendiri" Sambung Dania


mereka menenangkan Ifan selama operasi berlangsung.


bersambung>>


next chap~~


Ayoo gusy, like, like, and like. Karena Like itu gratis Ngk bayar.

__ADS_1


ayo buruan, terimakasih🤗🤗


__ADS_2