
"Aku tidak kenapa kenapa sayang" Jawab Anggel dengan senyum meyakinkan
"Kamu yakin? "Tanya Ifan lagi
"Iya sayang"
Ifan tidak melanjutkan pertanyaan nya, karena dia yakin pasti Anggel tidak akan memberi tahu kejadian yang sebenar nya.
"Kamu sudah makan? "Tanya Ifan mengalihkan pembicaraan. Dia akan mencari tau sendiri apa yang terjadi sebenarnya sehingga membuat Anggel jadi melamun seperti ini.
"Aahhh belum sayang"Jawab Anggel dengan senyum cengengesan
"Kok bisa? kamu harus memperhatikan kesehatan kamu sayang. kamu bisa sakit nanti nya sayang" Omel Ifan dengan kesal
"Sebentar, aku pesan nasi buat kamu"
Ifan berdiri dan menyuruh seseorang untuk membeli makanan.
"tunggu sebentar, makanan nya sedang menuju kesini" Ucap Ifan kepada Anggel
"Makasih sayanggg"Jawab Anggel manja
"Hheemm" Jawab Ifan sambil memeluk Anggel
Dari arah luar nampak Angga berjalan menuju ruangan Ifan
kriett..
"Fann. Ya ampunnnn dimana mana bermesraan mulu, emang ya pengantin baru itu bawaan nya pengen berdua an mulu" Ledek Angga
"Mau apa lo" Tanya Ifan jutek tampa melepaskan pelukan nya
"Ngk sih, Gue cuma ngingetin besok nenek lampir kesini" Ujar Angga
"Nenek lampir? siapa itu?"Tanya Anggel heran
"Biasa, penggemar gila ifan Nggel"
"apa sih. Ngk usah didengarin sayang" Jawab Ifan sewot
"Udah, mending aku balik keruangan dari pada lihat kalian bermesraan" Ujar Angga
"Udah sana, siapa suruh kesini" Jawab Ifan cuek
Tidak lama sepeninggalan Angga pesanan Ifan datang.
"Sayang, kamu makan dulu"perintah Ifan
"Hhmmm" Anggel makan sambil melamun.
__ADS_1
Anggel heran apa maksud orang tadi. Apa tujuan dia mengganggu Anggel.
Sedangkan Ifan terus memperhatikan gerak gerik Anggel, dia yakin pasti terjadi sesuatu tadi dengan Anggel saat dia pergi.
"Sayang, aku keruangan Angga sebentar ya. Apa tidak apa aku tinggal sebentar? "Tanya Ifan lembut
"Iya sayang" Jawab Anggel dengan senyum manis nya
Ifan berlalu dari ruangan nya menuju ruangan Angga.
"Angga" Panggil Ifan sesampai disana
"Iya, kenapa ko? "Tanya Angga heran
"Temani Gue keruangan kontrol CCTV" Perintah Ifan dingin
"Ada apa? "Tanya Angga heran
pasti terjadi sesuatu maka nya Ifan seperti itu.
"Gue merasa ada yang disembunyikan istri gue" Jawab Ifan lagi
"Maksud lo?, lo mencurigai Anggel? "Tanya Angga memastikan
"Hhhmm"
"Plaakk(menggeplak bahu Angga), bukan curiga dalam arti lain mbing, tapi gue yakin terjadi sesuatu pada Anggel saat kita keluar tadi. soal nya pas gue nyampek Anggel nampak ketakutan dan wajah nya pucat serta pandangan kosong Ngga." Jelas Ifan
"Ok,yuk."
Ifan dan Angga keluar menuju ruangan CCTV kontrol. ini pusat ruangan Kontrol CCTV yang baru dibuat Ifan semenjak kejadian Angel waktu itu. Semua akses kantor nampak diruangan ini tanpa terkecuali. Ruangan ini khusus untuk Ifan dan Angga saja, sedangkan ruangan Kontrol CCTV untuk jangkaun terbatas berada dilantai 2.
"Cepat, cari Ngga" Perintah Ifan
Angga mengotak atik komputer, dan akhirnya ketemu.
"Ini dia"Sambil menyalakan nya
Nampak Anggel berjalan keluar dari ruangan Ifan, tapi tiba tiba ada seorang laki laki menarik Anggel dengan paksa ke arah tangga darurat.
"Itu siapa Fan? "Tanya Angga heran
"Gue Ngk tau"
Nampak disana Anggel berusaha melepaskan diri, tapi orang tersebut menyudutkan Anggel kedinding.
"Kurang hajar" Marah Ifan
"Lo lihat fan, bukan kah itu karyawan lo" menunjuk kearah Lisa yang bersembunyi
__ADS_1
"Apa yang dia lakukan disana? "Gumam Ifan heran
Angga dan Ifan terus memperhatikan gerak gerik Lisa dan laki laki tersebut. Disana nampak Lisa memotret Anggel dan laki laki tersebut. selanjutnya mereka pergi dari sana.
"Apa ini? Apa hubungan dia dengan orang itu? "Gumam Ifan lagi
Ifan lalu menelfon seseorang
"Cepat cari tau riwayat kedua orang ini. saya ingin menerima laporan nya satu jam lagi, dan ingat saya ingin kalian membawa yang laki laki kehadapan saya"Perintah Ifan dan mematikan Hp nya
Ifan dan Angga keluar dari ruangan kontrol CCTV, saat mereka melewati beberapa karyawan Ifan mendengar mereka berbicara sesuatu yang sangat mengganggu Ifan.
"Ternyata karyawan baru itu cewek tidak benar ya" bisik salah satu dari mereka
"Iya benar, jangan jangan dia bekerja disini karena menjual tubuh nya lagi" Timpal yang satu lagi
Ifan berhenti mendengar ucapan mereka, dia mundur dan melihat kearah karyawan tersebut.
"Coba ulangi lagi ucapan kalian"Perintah Ifan tegas
"Mmmmm anu pak"Jawab mereka ketakutan
"Ayo cepat, saya ingin tau seperti apa karyawan saya disini" Ucap Ifan lagi
"Ini pak(memperlihatkan photo Anggel digrup) bukan kah ini asisten bapak, kelakuan nya saja seperti ini pak" Jelas mereka
"Jadi ini rencana dia, baiklah akan saya ikuti. Tapi jangan menyesal karena telah membangunkan singa tidur" Monolog Ifan dalam hati sambil tersenyum evil
Angga dibuat merinding karena ekspresi Ifan.
"Kenapa ini setan, masak setan kerasukan setan sih. ihhhh seram amat yak" ucap Angga dalam hati
"hhhm ok. nanti saya urus" Ucap Ifan sambil berlalu pergi dari sana
sedangkan karyawan tersebut tersenyum riang karena mereka yakin sebentar lagi itu cewek pasti akan dipecat.
Lain hal nya dengan Anggel, sehabis makan dia keluar dari ruangan nya menyusul Ifan. Tapi baru beberapa langkah dia dicibir beberapa karyawan
"Jadi ini orang nya. perempuan penggoda" Ejek mereka sambil memandang jijik Anggel
"Iya dia orang nya. perempuan rendahan" Timpal yang satu lagi
Anggel tidak jadi keluar, dia kembali keruangan suami nya.
"Apa maksud mereka? "Gumam Anggel heran
bersambung>>
next chap~~
__ADS_1