
sekitar jam setengah tiga sore Ifan baru sampai apartemen dia. Rumah tanpa Sepi, Ifan hendak melangkah ke kamar nya di lantai atas, tapi dia melihat sekelibas bayangan orang di dapur. karena penasaran Ifan melangkah menuju dapur
"Bi Ijah kapan datang Bi?" Tanya Ifan sambil menyalimi bi Ijah
Ifan sudah menganggap Bi Ijah orang tua nya, Bi Ijah termasuk salah satu orang yang Ifan sayangi. Ifan ingat waktu kecil jika tidak ada Bi ijah saat dia tidur, dia tidak akan mau tidur. begitupun pergi liburan. Bi Ijah seperti mama kedua bagi Ifan
"Tadi pagi nak" Jawab Ijah
"Owhh,,Terus istri Ifan mana Bi? "Tanya Ifan sambil melihat keseliling
"ohh itu, tadi kata nya Anggel lelah dan ingin tidur, mungkin masih tidur tuh. bangunin gih dia pasti lapar, Bibi udah masakin makanan kesukaan kalian" Jawab Bi Ijah
"Baik lah Bi, aku ke atas dulu ya bi" pamit Ifan sambil berjalan menuju lantai Atas
sesampai nya di atas ternyata benar, Anggel masih asyik bergelung di balik selimut nya. Ifan dengan perlahan berjalan menuju Anggel. Dia memperhatikan ekspresi Anggel saat tidur, Sangat Alami dan natural. benar benar cantik, Ifan jadi gemes sendiri melihat wajah Anggel.
"Kenapa kamu imut sekali saat tidur hhmm" Ujar Ifan halus sambil mencolek hidung Anggel sayang
perlahan tangan Ifan turun ke perut datang Anggel, perasaan itu datang lagi. perasaan hangat yang menyelusup ke hati Ifan setiap dia menyentuh darah daging nya.
"Heyy nak(mengelus pelan perut Gaby) Kamu baik baik ya di sana, jika kamu lahir nanti Daddy akan perlihatkan betapa indah nya dunia ini" Bisik Ifan dengan penuh cinta
"euugghhhmm" Anggel mengeliat bangun.
"Sayanggg, ayo bangun kamu harus makan. Baby pasti lapar" Ujar Ifan halus
"Hhmm bangunin" Ucap Anggel manja
__ADS_1
"Manja sekali istri aku" Jawab Ifan gemes
Ifan membantu Anggel bangun, dan mendudukan nya di kasur.
"Kamu tadi habis ngapain hmm" Tanya Ifan lembut sambil merapikan rambut Anggel yang tergerai
"Ngk ada sayang, akhir akhir ini aku mudah lelah, mager, dan bawaan nya pengen tidur saja" Jawab Anggel polos
"Mungkin efek kehamilan mungkin tuh" Ujar Ifan
"Ya sudah ayo kita makan, Baby pasti lapar" Ujar Ifan lagi
"Baikalah, ayo" Ajak Anggel
"mau gendong atau jalan" Tanya Ifan lembut
Ifan tersenyum sayang melihat sikap manja Anggel, semenjak hamil Anggel tidak segan segan bersikap manja kepada dia. Ifan menggendong Anggel sampai ke meja makan.
"Ayo makan sayang" Ujar Ifan sambil ingin mengisi piring Anggel
"sayang biar aku saja. Sini aku ambilin nasi buat kamu" jawab Anggel sambil mengambil nasi buat Ifan
" Ini sayang"menyerahkan sepiring nasi yang lengkap dengan lauk ke hadapan Ifan
"Makasih sayang" Jawab Ifan dengan senyum manis nya
"Bi ijah mana sayang? "Tanya Anggel heran
__ADS_1
"Iya ya, kemana Bi ijah"gumam Ifan pelan
"Bentar ya sayang aku lihat ke dapur dulu" Ucap Ifan lagi
sesampai nya di dapur Ifan melihat Bi Ijah sedang bersih bersih di sana.
" Bi ijah" panggil Ifan pelan
"Iya nak, ada yang kurang? ada yang ingin bibi buatkan? "Tanya Bi ijah
"Bukan bi semua nya sudah siap, kurang nya hanya bibi. Ayo makan bi, waktu nya kita makan nanti lanjutkan lagi pekerjaan nya. Bibi jangan terlalu capek, nanti bisa sakit" Omel Ifan sama Bi Ijah
"Iya nak, kalian makan aja duluan. Bibi belakangan saja" Jawab Bi Ijah
"Ngk bisa, kita harus makan bersama. Ayo" Bantah Ifan sambil menuntun Bi Ijah ke meja makan
"Ini sayang, Bi ijah nya" Ujar Ifan
" Ayo makan bi( ajak Anggel sambil mengisi piring Bi Ijah), ini makan lah bi" menyerahkan piring yang lengkap dengan lauk lauk nya
" Ngk perlu repot nak, bibi bisa ambil sendiri" Jawab Bi Ijah segan
" Tak apa bi" Jawab Anggel dengan senyum manis nya
akhir nya mereka menyantap makanan dengan hikmat.
bersambung>>
__ADS_1
next chap~~