
"Ha? Kamu serius? tidak sedang becanda kan sayang? "tanya Clara memastikan
"Serius ma. sebentar lagi mama akan mendapat menantu"Ujar Angga lagi
"Wahhh,, mama sudah Ngk sabar" Ucap clara sambil tersenyum senyum sendiri
"Angga tidur duluan ya ma" Pamit Angga sambil mencium pipi Clara dan berlalu pergi dari sana
Lain hal nya dengan Ifan, dia sama sekali tidak bisa tidur. entah kenapa dia sangat gelisah. Dari tadi dia hanya balik sini balik sana diatas tempat tidur nya.
keadaan nya tidak jauh beda dengan Anggel. Anggel juga tidak bisa memejamkan mata nya, sudah dari tadi dia ngantuk tapi mata nya tidak bisa terpejam.
beberapa menit kemudian, listrik di Apartemen Ifan mati. Anggel phobia gelap, semenjak kejadian dia diculik Anggel sangat takut akan kegelapan.
"Ahhhkkk"Pekik Anggel ketakutan sambil memeluk lutut nya
"Ahhhkkk"Pekik Anggel ketakutan sambil memeluk lutut nya
Ifan terkejut mendengar pekikan Anggel
"Anggel" Ujar Ifan sambil turun dan berlari keluar menuju kamar Anggel
tidak lupa Ifan membawa HP nya untuk penerang jalan.
tok.. tok..
__ADS_1
"Anggel, kamu kenapa? buka pintu nya nggel, jangan bikin aku khawatir"
Ifan berusaha memanggil Anggel, Tapi Anggel tidak menyahut, situasi ini semakin membuat Ifan khawatir. Ifan berlari ke kamar tamu untuk mencari kunci duplikat kamar nya.
"Come on, kunci dimana kunci" Gumam Ifan panik
"Ketemu"
Ifan kembali berlari ke kamar Anggel, dan membuka pintu nya.
kriekk
"Anggel " panggil Ifan
Ifan bisa melihat Anggel duduk sambil memeluk kedua kutut nya dan menagis disana. Ini bisa dilihat dari pundak nya naik turun dan suara isak tangis nya. Ifan berjalan menghampiri Anggel.
Anggel menoleh kearah Ifan,
"Aku takut hiks.. hiks.. ( langsung beringsut memeluk Ifan) Listrik nya mati, aku takut kegelapan. ini mengingatkan aku akan kejadian yang waktu itu. Aku takut fan" Ucap Anggel dengan tubuh gemetar memeluk Ifan
"Usss(membalas pelukan Anggel tidak kalah erat nya) Sudah tidak apa apa. lihat aku(mengangkat wajah Anggel dan mengapit dengan kedua tangan nya), aku tidak akan membiarkan kamu terluka sedikitpun. jadi jangan takut lagi ok"Jelas Ifan dan kembali membawa Anggel kepelukan nya.
Anggel merasa tenang berada dipelukan Ifan. Perlahan lahan dia mulai tenang, tapi tetap tidak melepaskan pelukan dari Ifan.
"Sebentar, aku hubungi dulu pihak Gedung ini" Ucap Ifan
__ADS_1
"Tapi jangan pergi, disini saja." pinta Anggel dengan mata yang berkaca kaca
"Kenapa dia menggemaskan sekali dengan ekpresi seperti itu? "monolog Ifan dalam hati
"Iya, aku disini kok" Jawab Ifan sambil tersenyum manis
nampak Ifan sibuk berbicara dengan pihak gedung ini,
"ok. terimakasih pak" Jawab ifan sambil mematikan Sambungan telefon nya
"Bagaimana?, " Tanya Anggel dengan tampang polos
"Anggel jangan pasang wajah seperti itu, kamu ingin menggoda aku? "Ujar Ifan dalam hati nya
"Kata nya ada perbaikan Listrik, jadi kemungkinan baru hidup besok pagi. " Jawab Ifan
Anggel jadi gelisah mendengar pengakuan Ifan. Sedangkan Ifan paham apa yang difikirkan Anggel.
"Aahh aku Punya ide" Ucap Ifan dengan senyum evil nya dalam hati
"Ya sudah, aku tidur dulu Ya. kamu juga tidur" Ucap Ifan dengan senyum evil nya
Ifan pura pura berdiri dari kasur dan hendak pergi dari sana
tapi sebelum Ifan melangkah Anggel lebih dulu menahan nya dan memeluk Ifan dari belakang.
__ADS_1
bersambung>>
next chap ~~