
Ifan POV:
Dunia ku seakan runtuh seketika mendengar pernyataan dokter. Bagaimana bisa dia menyuruh aku memilih salah satu di antara mereka. Sungguh aku tidak sanggup
Ya tuhan, tolong selamatkan kedua nya, jangan biarkan salah satu dari mereka pergi dari hidup ku tuhan Aku tidak sanggup.
Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang. Dunia ku seolah berhenti, aku sulit mencari udara untuk bernafas. Aku mengalihkan pandangan ku keseliling, bisa aku lihat semua anggota keluarga ku menunggu dengan harap cemas.
Baby Bi kamu lihat sayang, semua orang mengharapkan kehadiran kamu.Dan kamu Anggel semua orang juga menunggu kamu. Jadi aku mohon sayang, berjuang lah demi kita semua.
Operasi berlangsung selama dua jam, selama itu juga belum ada tanda tanda dokter akan keluar. Dari tadi Ifan tidak berhenti nya berdoa untuk keselamatan ibu dan anak nya. Dia berharap Baby Bi bisa lahir dan melihat ke indahan dunia.
Clekk
pintu ruang operasi terbuka, Ifan dan seluruh anggota keluarga langsung memburu dokter dan memberondong dengan segudang pertanyaan.
"Jadi bagaimana dok? "Tanya Ifan dengan harap harap cemas
"Pak Ifan kami telah berusaha semaksimal mungkin..
Belum selesai Dokter berbicara Ifan dengan cepat memotong pembicaraan dokter tersebut
"Tidak dok, saya tidak mau mendengar salah satu dari mereka tidak bisa di selamatakan"
"Dengarkan dulu dodol, dokter nya belum selesai berbicara udah di potong duluan" Ujar Angga dengan kesal
Terkadang Ifan sangat bodoh jika menyangkut orang orang tersayang nya. Bisa bisa nya di saat yang genting kepintaran nya hilang, dan kedodolan nya datang. Terkadang Angga heran Ifan pintar di dunia bisnis tapi sangat awam di keadaan seperti ini.
"sayang belum selesai pak(Dokter melanjutkan cerita nya) Kami para tim medis sudah berusaha semaksimal mungkin alhamdulillah doa kita di ijabah sama Allah, Nona Anggel sudah melewati masa gratis nya. Dan selamat untuk pak Ifan sekarang anda sudah menjadi seorang ayah. Anak anda berjenis kelamin laki laki, lahir dengan sehat."
"Alhamdulillah " Semua orang mengucap syukur
terlebih dengan Ifan dia sampai sujud syukur karena doa nya di dengarkan oleh Allah. Ifan tidak bisa memendung rasa haru nya, dia terduduk dengan perasaan bahagia. Dia sangat berterimakasih Allah masih memberi dia kesempatan untuk bertemu putra nya.
"Terimakasih ya allah atas nikmat yang kau berikan kepada ku. Terimakasih karena engkau masih memberi aku kesempatan untuk bertemu dengan istri dan anak ku. Aku berjanji akan menjaga mereka dengan sebaik mungkin" Bisik Iran dalam hati
"Kalau begitu saya permisi pak, nona Anggel akan di pindahkan keruangan nya jadi bapak bisa melihat nya nanti di sana"
selepas kepergian dokter tersebut para suster memindahkan Anggel keruangan VIP dirumah sakit ini. Karena mereka tau Anggel adalah menantu dari pemilik rumah sakit ini.
beberapa suster mendorong ranjang Anggel dan Bayi nya menuju ruangan inap. Semua Anggota keluarga beserta Ifan mengikuti nya dari belakang.
__ADS_1
Sesampai nya di ruangan Anggel, para suster pamit keluar. Nampak Anggel masih belum siuman sedangkan Baby Bi tertidur di ranjang bayi yang sudah di siapkan diruangan ini.
"Ma coba lihat(Seru Rey kepada mama nya) Dia sangat gagah ma sama persis kayak kakak Ifan " Ujar Rey polos
dia sangat kagum dengan paras keponakan nya Sangat tampan.
Semua orang terpana melihat paras putra Ifan, sangat tampan dan menggemaskan.
"menggemaskan sekali, ini tidak seperti anak Ifan. Bapak nya mah biasa biasa saja sedangkan anak nya luar biasa. Dia lebih cocok jadi anak aku deh, sama sama gagah" Ujar Angga usil
Ifan mendelik tajam kearah Angga. Mulailah perdebatan tidak penting antara Ifan dan Angga. mereka sama sama tidak mau mengalah, sama sama keras kepala.
"Ngk usah ngaur, tampang pas pas san kok bilang seperti itu. Malu noh sama cicak"
Ifan tidak mau kalah, dia membalas perkataan Angga dengan santai. Semua orang di sana geleng geleng kepala melihat tingkah Ifan dan Angga. saat saat seperti ini masih sempat sempat nya mereka debat.
"Ngomongin diri sendiri, dihh" ledek Angga lagi
Sebelum Clara turun tangan Angga dan Ifan tidak akan berhenti.
"Angga Ifan"
Clara menatap tajam kedua putra nya, Ifan dan Angga merinding melihat tatapan mama mereka.
"Bahaya nih, malaikat ngamuk" Ucap Angga pula dalam hati
"Bisa diam?"Tanya Clara sambil menatap Ifan dan Angga tajam
"Yes mom"Jawab mereka patuh
Skip
saat asyik mengobrol, tiba tiba Anggel tersadar dari pingsan nya.
"Eguhhh" Perlahan Anggel membuka kedua bola mata nya
Ifan yang dari tadi memperhatikan gerak gerik Anggel, baru beberapa jam dia tidak melihat mata itu. sekarang Ifan sangat merindukan nya, merindukan pusat dunia nya. Perlahan lahan mata itu terbuka dan
Deg. deg. Jantung Ifan kembali berdetak dengan kencang. Mata itu tetap sama memancarkan sinar keteduhan, dan menenggelamkan orang disana dengan ke keindahan nya.
Anggel yang baru sadar agak sedikit linglung, dia mengingat apa yang terjadi. Dan
__ADS_1
"Baby"
Anggel meraba perut nya yang kempes, dimana anak nya?. Jangan bilang anak nya tidak bisa di selamatkan karena kecelakaan yang dia alami. Anggel mengalihkan pandangan kearah samping, nampak suami nya disana memandang Anggel dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Sambil menangis pelan Anggel bertanya kepada suami nya
"Sayang perut aku kenapa? Baby mana? "
"Sayang," Ifan menjeda kalimat nya
"tidak aku tidak ingin mendengar jika Baby tidak ada lagi"
"Bukan sayang, dengarkan aku hey(Ujar Ifan lembut) Kamu lihat di sana(menunjuk Baby yang sedang tidur diranjang nya)Baby baik baik Saja dan sekarang dia lagi tidur"
"Hiks hiks Baby"
Pecah sudah tangis Anggel melihat anak nya baik baik saja. Dia sangat bahagia anak yang dia jaga dan nantikan akhir nya lahir dengan selamat. Anggel sangat bersyukur dan sekarang dia sudah menjadi seorang Ibu.
Melihat istri menangis Ifan memeluk Anggel untuk menenangkan.
"Sayang, kamu bahagia? "
"Ya aku sangat bahagia, sekarang aku sudah jadi seorang ibu"
Anggota keluarga Anggel terharu melihat pemandangan ini.
"Kakak" panggil Rey
"Iya dek" Jawab Anggel
"Selamat, sekarang kakak sudah jadi orang tua. dan kakak tau keponakan aku sangat gagah, sama persis kayak kakak Ifan" Celoteh Rey polos
"Makasih dek" Jawab Anggel tulus
"Sama sama kak"
semua orang bergantian mengucapakan selamat kepada Anggel dan Ifan.
"Selamat sayang(Dania memeluk anak nya penuh sayang) Sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu. Rasa nya baru kemarin mama menimang kamu dan sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu.
"Terimakasih ma"
__ADS_1
bersambung..
next chap