
tampak Dania sibuk bergulat didapur untuk menyiapkan sarapan buat anak dan suami nya.
saking sibuk nya dia ngk sadar diperhatikan sepasang mata dibalik dinding dapur.
Daniel terbangun dari tidur nyenyak nya karena tidak menemukan Dania disamping nya. Ia turun dari tempat tidur dan berjalan keluar, Daniel tau dimana harus mencari Dania kalo jam segini. Sesampai nya disana ternyata benar, Dania sibuk menyiapkan sarapan buat mereka sarapan.
"saking sibuk nya dia ngk sadar ada aku disini. awas saja, aku kerjain"
Dania yang sedang sibuk memasak tidak sadar kalo dari tadi suami nya memeperhatikan dia. sedang asik asik mengaduk masakan, Dania terlonjak kaget karena ada sepasang tangan yang melingkar dipinggang nya.
"Ahh,," Dania berbalik,
"mas, kamu ngagetin aku tau. kalo aku kena tumpahan panas gimana? kamu ni ya" Dania cemberut karena keusilan suaminya.
"cup" Daniel mencuri kecupan dari bibir Dania.
"Siapa suruh kamu ninggalin aku, kamu kan tau aku ngk terbiasa lihat kamu ngk ada disamping aku pas bangun. Dan lagian itu. morning kiss aku. "
"maaf sayang,, habis kamu tadi tidur pules banget.aku ngk tega bangunin, ya sudah sekarang kamu mandi biar kita bisa sarapan sama anak anak."
"ok deh, tapi cium dulu"
"Cup,,sudah.. sana" Dania mengecup bibir Daniel dan setelah itu baru lah Daniel beranjak meninggalkan istrinya untuk bersih bersih.
sudah jam delapan pagi, semua anggota keluarga sudah berkumpul dimeja makan. meskipun makan dengan seadanya, mereka tetap bersyukur masih bisa makan dan berkumpul seperti ini.
__ADS_1
"Ayo sayang sarapan" Dania menyiapkan nasi dan lauk untuk anak dan suaminya.
"oh ya Sayang, gimana? kamu dah dapat pekerjaan nya" tanya Daniel
"Belum pa, ternyata cari kerja tu susah ya pa"
Anggel menjawab nya dengan lesu.
Melihat anak nya jadi murung, Daniel mengusap usap sayang kepala anak nya.
"Tidak apa apa sayang, jangan patah semangat. dan ingat jangan kamu paksaain. papa masih sanggup untuk biayain kalian semua. Dan papa ngk mau kamu kenapa kenapa. "
"Iya pa" Dania beranjak dari duduk nya dan berjalan memeluk Daniel.
".makasih pa"
"semangat kak Anggel"
"iya dx, makasih"
sedangkan Dania tersenyum haru. dia sangat bersyukur dihadirkan ditengah tengah mereka yang sangat harmonis dan saling mendukung. Dania tidak kebayang jika hidup nya tanpa ada mereka.
sedangkan dikeluarga Atmaja, tampak kesibukan sedang berlangsung. dari lantai atas nampak Ifan berjalan menuruni tangga. sesampai nya dimeja makan, ifan tidak melihat mama papa nya.
"Tumben mama papa belum hadir, itu Angga kemana lagi, apa dia ngk tau pekerjaan numpuk. awas aja kalo sampai tu anak masih molor, aku potong gaji nya. " ifan sibuk ngomel sendiri karena kesal tidak ada satu orang pun yang dia temui dimeja makan.
__ADS_1
"Bi'ijah,"
"iya nak"
"mama papa mana? Angga juga? kok mereka belum turun? "
"ngk tau juga nak, coba bibi panggil ya"
sebelum bi'ijah melangkah, Clara dan Huda lebih dulu tiba yang diikuti Angga dibelakang.
"ngk usah bi, kita dah disini"
akhirnya mereka semua sarapan dengan tenang. setelah selesai, Ifan dan Angga pamit untuk berangkat kerja.
"kita pergi ya ma pa" ujar ifan dan Angga
"iya sayang hati hati"
Ifan dan Angga berlalu dari kediaman atmaja.
"pa ma, Dex Anggel berangkat ya. Doa in semoga Anggel dapat pekerjaan nya. "
"iya sayang, mama dan papa selalu doa in yang terbaik buat kamu"
bersambung>>
__ADS_1
next chap