Sayap Pelindung Anggel

Sayap Pelindung Anggel
Rencana Siska 1


__ADS_3

Saat Anggel keluar dari Wc, seseorang membekap mulut Anggel dari belakang dengan tisu yang sudah di beri obat bius, sehingga membuat Anggel jatuh tak sadarkan diri.


"Bawa dia" Perintah siska


sedangkan di tempat Ifan, dia sedang meminum minuman yang di sajikan.


"Kemana Anggel, kenapa dia lama sekali" Gumam Ifan dalam hati


Dari arah belakang Ifan muncul Siska, kemudian kembali duduk di tempat duduk nya semula. Tiba tiba Ifan merasa badan nya panas dan kepala nya sedikit pusing


"Ada apa dengan aku? "Gumam Ifan dalam hati


sementara Siska dan ayah nya sudah tersenyum senang karena sebentar lagi rencana nya akan berhasil.


Ifan terus menekan nekan kepala nya dan berusaha untuk meredakan panas di tubuh nya.


"kamu kenapa Fan"Tanya Siska pura pura peduli


"Tak apa" Jawab Ifan


Ifan sudah di ambang batas kesadaran. Siska dengan sigap memapah Ifan dan membawa nya ke sebuah kamar yang telah dia pesan di sebuah hotel yang menyatuh dengan restaurant. Sedangkan pak wibowo pergi dari restaurant tersebut.


saat Siska membawa Ifan tanpa sengaja Siska berpapasan dengan Fara sahabat Anggel.


"Bukan kah itu suami Anggel? "Gumam Fara pelan


"Ahhh benar, apa yang hendak gadis itu lakukan sama Ifan?. Aku harus ikutin. " Ujar Fara lagi


dengan cerdik nya Fara merekam semua kejadian tersebut. Dia yakin perempuan ini mempunyai niat buruk kepada Ifan, dilihat dari keadaan Ifan.


saat mengikuti Ifan, tiba tiba Fara melihat Anggel pingsan yang di bawah oleh seorang pria.


"Anggel(pekik Fara pelan) Gawat ini, gawat. tidak ada yang beres ini" Ujar Fara


"Aduhh siapa yang mesti aku tolong?(Fara panik sendiri) Aduhhh siapa ya(kebetulan lewat seseorang di depan Fara) eh tunggu, saya boleh minta tolong? "

__ADS_1


"Kenapa?"tanya orang itu


"saya Fara, bisa tolong ikuti mereka(menunjuk Anggel), aku harus menyelamatkan suami dia, sedangkan dia juga dalam masalah. aku janji akan ganti dengan apa pun. dan bawa ini(memberikan alat perekam, kartu identitas, dan no HP) hubungi aku jika selesai, ok" Ujar Fara


"baiklah, aku Leon" jawab Leon tulus


"Terimakasih" Jawab Fara dan kembali lari mengejar siska


begitupun dengan Leon, dia melakukan sesuai perintah Siska tadi. Kebetulan dia anak hukum, jadi dia akan membantu orang yang membutuhkan pertolongan dia.


Fara melihat Siska membawa Ifan masuk kesebuah kamar dan menutup nya.


"Gawat, aku telat"


"bagaimana ini?(Fara jadi panik sendiri) Ahh aku tau minta tolong sama siapa"


Fara menelfon seseorang


"Hallo paman, ini aku Fara. Fara boleh minta tolong?, Bisa paman minta salah satu Staf hotel memberikan kunci duplikat kamar no 05 kepada Fara, ini gawat paman. ini masalah hidup dan mati seseorang" Ujar Fara panik


"Emang kenapa nak" Tanya Bian paman Fara


"Nanti aku cerita In paman" Jawab Fara lagi


"Baiklah" Jawab paman Bian pasrah


"Terimakasih paman" Ujar Fara dan mematikan telfon nya


Tidak berapa lama datang salah satu staf hotel memberikan kunci duplikat kepada Fara.


"Ini nona" Memberikan sebuah kartu untuk membuka kamar tersebut


"Terimakasih" Jawab Fara


sementara di dalam kamar, Siska mulai membuka baju nya.

__ADS_1


"Sini sayang" Ujar Siska genit


Ifan berjalan sempoyongan menuju Siska, dia melihat itu istri nya.


"Sayangg, bantu aku meredakan rasa panas ini, cup" mencium Siska ganas


dengan penuh semangat Siska membalas ciuman Ifan. baru ingin mencium leher Siska tiba tiba bayangan Anggel menangis melintas di kepala Ifan. kesadaran nya mulai tumbuh


"Kamu(mendorong Siska) Apa yang kamu lakukan pada saya" Ujar Ifan dingin


Ifan masih sempoyongan,


"Ayo lah sayang, kita bersenang senang" Ujar Siska genit dan berusaha memeluk Ifan


saat itu lah Fara masuk dengan menyamar menjadi salah satu service Room.


"Malam nona ini(menyerahkan sebuah minuman kepada Siska) minuman yang akan membuat malam anda semakin lancar" Ujar Fara meyakinkan kan siska


"tapi saya tidak memesan nya" Jawab Siska heran


"Tadi ada seseorang yang memesan kan nya untuk anda. orang nya sudah berumur" Jawab Fara


"Mungkin ini bagian dari rencana papa yang tidak aku ketahui" ujar Siska dalam hati


"Terimaksih" Jawab Siska


kemudian dia meminum air tersebut, Fara tersenyum menang melihat Siska yang percaya akan perkataan nya. Tidak berapa lama kemudian, Siska jatuh pingsan.


"Rasa in lo" Ejek Fara


dengan sigap Fara menelfon seseorang, tidak lama kemudian datang dua orang laki laki ke kamar tersebut.


"Bawa dia(menunjuk Ifan)ke mobil saya" perintah Fara


"Baik nona"

__ADS_1


bersambung>>


next chap~~


__ADS_2