
"ternyata Angga teman sekolah nya Ifan. Dia sudah tidak punya orang tua. semenjak kejadian itu mama angkat Angga jadi anak, begitulah sampai sekarang, dan semenjak hari itu Suami mama dan Ifan sangat over protektif sama mama. mama tidak boleh kemana mana jika tidak ada salah satu dari mereka yang nemenin mama. mama sangat sayang Angga dan Ifan, mama tidak pernah beda in mereka. " cerita Clara dengan senyum getir
dia jadi teringat kejadian beberapa tahun yang lalu.
"maaf ya ma(sambil menggenggam tangan Cara) sudah membuat mama membuka luka lama" ujar Anggel menyesal
"(merangkul Angel kepelukan nya) tidak apa apa sayang" jawab Clara menenangkan
tidak terasa mereka sampai dibutik.
"bapak duduk di caffe situ saja pak, kalo bosan nungguin saya, kalo sudah siap nanti saya telfon"Ujar Clara sopan
"baik buk" jawab pak sopir
sedangkan Anggel dan Clara memasuki butik, Clara mengambil beberapa pesanan nya, juga membelikan Anggel beberapa gaun yang cantik.
Anggel sudah menolak, tapi bukan Clara nama nya jika tidak bisa membujuk Anggel.
selesai dari butik mereka langsung pergi ke Mall, mereka berjalan jalan dan melihat lihat pakaian yang mereka rasa cocok.
saat berjalan mereka tidak lupa mengobrol, sedang asyik ngobrol mereka tidak menyadari ada orang didepan nya, insiden tidak bisa dielakan lagi.
bruukkk
"aaakk/awww"
"punya mata Ngk sih, kalo jalan tu lihat. Dasar orang susah"maki Siska sama Clara dan Anggel
ternyata yang mereka tabrak tak lain adalah Siska.
__ADS_1
Anggel membantu Clara berdiri.
"mama tidak apa apa? "tanya Anggel khawatir
"tidak apa apa sayang, seharusnya mama yang nanya, kamu tidak apa apa nak? kamu terbentur keras demi menyelamatkan mama"tanya Clara balik dengan sangat khawatir
"aduhhh Ngk usah pakek drama deh, maka nya kalo Ngk biasa pergi ke Mall Ngk usah pergi, kalian Ngk lihat itu tas saya jatuh. awas saja kalo sampai lecet, kalian tau berapa harga nya? apa kalian sanggup ganti rugi? kalo dilihat dari penampilan kalian sih Ngk mungkin ya? (Sambil memandang remeh Clara dan Anggel). bahkan kalian jual diri aja Ngk akan sanggup ganti kerugian nya" ujar Siska sarkis sama Anggel dan Clara
"Hati hati kalo bicara nak, bisa sopan sama orang tua?"ujar Clara tajam
"sama orang kayak kalian, sorry. Ngk deh, sampah"sambil memandang jijik Siska
plaaakkk,,Anggel menampar keras siska
"jaga bicara lo ya, dari tadi gue diam bukan nya takut, tapi malas ngajak ribut. tapi kalo lo sudah menghina mama gue, gue ngk terima. "jelas Anggel dengan pandangan tajam
tapi lebih dulu dihentikan oleh seseorang,
"Ada apa ini, saya Huda pemilik mall ini. jadi jika ada pengunjung yang merasa tidak nyaman, saya yang bertanggung jawab" Ujar Huda dingin
"syukur Anda datang, tolong usir dua wanita ini. orang susah pembuat rusuh, menjijikkan. mereka membuat tas mahal saya jatuh. Anda tau kan siapa saya" ujar Siska sombong
Sedangkan Huda sudah sangat geram melihat tingkah Siska.
berani sekali dia menghina istri sultan, apa dia tidak tau apa akibat nya.
"maaf nona, ini mall buat umum. Anda tidak bisa seenak nya mengusir orang, jika Anda ingin silahkan pergi dari tempat ini" Ujar Huda dengan dingin
Siska sangat malu karena telah dipermalukan,
__ADS_1
dia berlalu pergi dari hadapan semua orang.
''..awas kalian, tunggu apa yang akan gue lakuin sama kalian,, ''ujar Siska marah dalam hati
"kamu tidak apa apa sayang ?(menghampiri Clara dan memeriksa seluruh badan Clara) ada yang terluka? aku kan sudah bilang, kalo mau keluar harus ada yang menenun kamu.kalo tidak ada aku, harus ada ifan, kalo tidak Angga" ujar Huda panjang lebar
sedangkan Clara memutar mata nya malas mendengar ocehan suami nya. rasa nya tadi dia sudah minta ditemenin keluar sama suami nya. tapi apa, dia malah suruh nunggu beberapa jam lagi sampai pekerjaan nya selesai. dan sekarang dia seenak nya ngomel.
"Aku Ngk apa apa sayang, lagian kamu juga sih. kan aku sudah minta ditemenin sama kamu tadi keluar. tapi apa kamu malah bilang
'iya sayang tunggu sebentar, '
'iya sayang sejam lagi pekerjaan aku selesai'
dan sekarang kamu seenak nya ngomel sama aku. "ujar Clara kesal
Anggel hanya tertegun melihat interaksi mama Clara dan suami nya.
''..pantas saja Pak Ifan ganteng gitu, pabrik nya aja berkualitas.. ''ujar Anggel dalam hati
sedangkan huda hanya garut garut kepala mendengar istri nya ngomel.
"iya sayang maaf, aku salah. sekarang mana yang sakit? "tanya huda khawatir
"aku tidak apa apa mas, tapi Anggel yang kenapa kenapa, demi menahan tubuh aku tadi ,badan nya terbentur keras"jawab Clara khawatir.
bersambung>>>
next chap~~
__ADS_1