
"Dulu.. bla.. bla.. bla.. "Ujar Daniel
sedangkan Dania sudah menangis dipelukan Anggel, dia jadi teringat kejadian beberapa tahun yang lalu.
"Kurang hajar(muka yang sudah memerah). terus kamu sudah nemu siap yang nyuruh nya? "tanya Huda
"belum hud, bagaimana mau nemuin tiba tiba kasus nya ditutup dan semua aset kami disita, terpaksa kita keluar dari rumah dan memulai lagi dari nol. "terang Daniel
"Anehhh,, ini benar benar aneh. ada yang tidak beres ini niel, kamu tenang saja aku akan bantu kamu mencari pelaku nya dan membuka kasus ini lagi. "ujar Huda dengan senyum evil nya
"terimakasih Huda"jawab daniel
"hhmm"
"tapi omong omong, dia siapa Nia"Tanya Clara sambil menunjuk kearah Rey
melihat dirinya ditunjuk, Rey inisiatif memperkenalkan diri kepada mereka
"Hallo om, tante(sembari menyalami Huda dan Cara) saya Rey adik nya kak Anggel
"iya sayang,,, sangat tampan. panggil mama saja ya, sama kayak Kakak Anggel. Andai mama punya anak perempuan, udah mama ambil kamu menantu"Balas Clara
mereka semua tertawa mendengar ucapan Clara.
"ya sudah, kita makan yuk"ajak Dania sama tamu nya.
mereka semua berdiri dan berjalan menuju meja makan. Sebelum mereka duduk, terdengar suara ketukan pintu
tok.. tok..
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"jawab mereka bersamaan
"Tunggu sebentar"teriak Dania
__ADS_1
Dania berjalan kearah pintu dan membuka nya.
kriieett...
"iya,, cari siapa ya"tanya Dania
"maaf buk, saya Angga dan ini saudara saya Ifan(sambil menyalami Dania). saya anak nya mama Clara dan papa Huda buk."Terang Angga
"Owhh anak nya Clara dan Huda,, ayo masuk.mereka ada disalam ingin makan"Ajak Dania
sesampainya ruangan makan,
"Ifan, Angga, kalian kesini"tanya Clara
"Iya ma,,ini(menunjuk kearah Ifan) yang mengajak Angga kesini"jawab Angga
"Lo Anggel, kamu disini juga"tanya Angga polos
"iya Kak, kan ini rumah nya Anggel"jawab Anggel
"ohhh(Tersenyum misterius kearah Ifan) ini rumah kamu."ujar nya sambil tersenyum
akkkk
"Apa an sih lo"kesal Angga
"Berisik"jawab Ifan dingin
"udah,, jangan ribut.bikin malu aja, mau mama hukum"ancam Clara
"Ngk ma"jawab Angga
"ayuk makan"ajak Dania
mereka makan dengan tenang. Anggel duduk tepat disebelah Ifan. siapa lagi yang ngatur kalo bukan Angga dan Clara.
__ADS_1
Sesekali Ifan melihat kearah Anggel. Dia sangat lega Anggel tidak kenapa kenapa. Tapi dia masih sedikit khawatir dengan Anggel, melihat Tangan anggel sedikit membengkak.
Ifan ngk kebayang betapa susah nya Angggel tidur dengan tangan yang bengkak kayak gitu.
"Udah ngk usah dipandangi terus, Anggel ngk akan hilang kok"ujar Clara
mendengar ucapan mama nya, Ifan jadi salah tingkah sendiri.
lain hal nya dengan Anggel,, dia tidak mengerti dan hanya memandang polos kerah ifan
''..Kenapa dia melihat seperti itu sih? Bikin gemas, pengen aku bungkus dan bawa pulang. eh tapi tunggu, dia kan bukan makanan. aduh ifan, lo udah mulai gila ni"monolog Ifan dalam hati
Selesai makan, mereka melanjutkan obrolan diruang depan.
"Ma, pa, om, tante, pinjem Anggel bentar ya?(sambil berdiri) aku mau ngobrol didepan rumah"ujar Ifan
"jangan mau om, modus itu mah"sela Angga usil
"Apaan sih lo"kesal Ifan
mereka semua tertawa melihat kelakuan Ifan dan Angga. mereka seperti anak kecil kalo bertemu, tapi saling khawatir kalo salah satu nya tidak ada.
"Iya nak, Ngk apa apa. Asal kamu Ngk gigit anak om aja"Kelakar Daniel
kembali terdengar gelak tawa diseluruh ruangan, Ucapan Daniel benar benar membuat mereka memegang perut.
Ifan membawa Anggel kedepan rumah. mereka duduk bersebelahan.
entah kenapa Anggel tiba tiba gugup didepan pak Ifan.
hhemm, heemm
ifan memecah kesunyian
"kamu tidak apa apa kan? "tanya ifan yang tidak bisa menyembunyikan rasa khawatir nya.
__ADS_1
bersambung>>
next chap~~