Sayap Pelindung Anggel

Sayap Pelindung Anggel
Keusilan Rey


__ADS_3

Di kelas sudah ada Tania, dia sedang asyik membaca buku di bangku nya. Dengan jail nya Rey melangkah mendekati Tania dan merebut buku itu. Tani yang merasa ada yang menganggu ketenangan nya mendogak ke atas. Di depan nya sudah ada Rey dengan senyum evil nya. Tania memutar bola nya malas melihat kelakuan Rey.


"Balikin Rey" Ujar Tania lembut


"Tidak akan" Jawab Rey usil


"Rey"panggil Tania pelan


Rey hanya tersenyum sambil menggerakkan jari nya tanda tidak mau. Rey sangat senang menjahili Tania, bagi nya wajah Tania yang cemberut sangat Cantik dan imut bersamaan.


Rizky yang dari tadi memperhatikan tingkah Rey jadi melongo. Dari SMP dia sahabatan dengan Rey baru kali ini Rizky melihat sikap jail Rey. Itu pun kepada Gadis yang di jauhi satu sekolah ini. Seorang gadis yang bisa di bilang cupu dan anti sosial. Aneh, sejak kapan mereka kenal. Rizky terus memperhatikan Rey dan Tania, Rey menatap Tania dengan dalam, bukan nya Rizky tidak mengerti Arti tatapan itu tapi dia tidak menyangka jika Tania lah gadis nya. Tapi kalo di lihat lihat Tania cukup cantik, hanya terhalang oleh kaca mata nya itu. Dia pintar dan juga polos. Cocok dengan Rey, Lagian apa pun keputusan Rey Rizky akan tetap mendukung nya. Rizky akan berada di garis depan yang akan memberikan dukungan kepada Rey. Lamunan Rizky terhenti karena guru mata pelajaran masuk, Rizky berjalan ke tempat duduk nya sedangkan Rey dapat Rizky lihat dia duduk di samping Tania.


"Rey, kembaliin"Bisik Tania


"Tidak mau"


"Nanti di lihat sama guru, bisa bisa aku di marahi" bisik Tania lagi


"Aku akan berikan asal ada syarat nya" Jawab Rey dengan senyum evil nya


"Huuuffttt baiklah, apa" Tanya Tania


"Nanti pulang sekolah temani aku ke suatu tempat, okay "


"Baiklah. Sini buku nya" Tania mengulurkan tangan nya kearah Rey


"Aku akan berikan setelah kita pulang dari tempat yang aku maksud" Jawab Rey cuek sambil memasukan buku tersebut ke dalam tas nya


Tania hanya pasrah dengan apa yang di lakukan Rey, ingin membantah juga tidak akan bisa. Dia yakin Rey pasti tidak akan mau kalah.


Dirumah sakit,


Anggel dan Ifan serta baby Dennis sedang berkeliling di lokasi rumah sakit. Mereka menikmati matahari pagi, dengan Anggel yang duduk di kursi roda yang di dorong oleh Ifan. Sedangkan baby Dennis berada dalam pangkuan Anggel.


"Sayang, apa kamu tau siapa yang menabrak aku kemarin? "Tanya Anggel sambil mendogak keatas


" Belum sayang, aku belum dapat laporan dari mereka" Jawab Ifan


"Hhhmm, sebaik nya jangan di tuntut sayang, kali saja dia tidak sengaja"


"Tidak bisa sayang, aku akan minta keadilan atas semua ini. Gara gara dia aku hampir saja kehilangan kamu dan baby" Jawab Ifan dengan tegas dan dengan nada yang sangat marah


Anggel paham dengan sifat Ifan, dia tidak akan melepaskan orang tersebut begitu saja. Ifan bukan lah orang yang kejam, tapi dia tidak akan tinggal diam jika orang orang tersayang nya dalam bahaya.


"Tapi sayang"


"Sayang(Ifan jongkok di depan Anggel) Aku janji tidak akan ikut campur, tapi biarkan hukum berjalan sesaui prosedur nya sayang. Yang bersalah tetap lah salah, mereka harus di adili seadil adil nya." Ucap Ifan dengan pandangan memohon


"Baiklah" Jawab Anggel dengan senyum manis nya

__ADS_1


mereka melanjutkan berkeliling rumah sakit sampai mereka puas.


Di kantor polisi,


Angga sedang berbicara dengan beberapa polisi yang menangani kasus Anggel.


"Jadi bisakah saya bertemu dengan pelaku nya pak" Tanya Angga sopan


"Tentu pak, mari ikut saya(Polisi tersebut mengantarkan Angga)Ini pak, saya tinggal"


Angga heran siapa orang ini. Jadi pelaku nya seorang wanita, siapa dia? Apa motif nya.


"Permisi" Ujar Angga sopan


Wanita itu berbalik dan


Deg. betapa terkejut nya Angga melihat siapa pelaku nya.


"Siska"Ucap Angga dengan nada yang terkejut


"Ya ini saya, hahahha(Tertawa lepas) Bagaimana? Apakah wanita sialan itu sudah mati? Atau mungkin anak nya sudah di surga? Hahah" Siska tertawa seperti orang setres


"Saya tidak menyangka kamu senekat ini Siska. Kamu tau kamu hampir membunuh orang, Apa kamu gila" Teriak Angga marah


"Hahaha saya tidak peduli. wanita sial itu yang merebut Ifan dari saya. Hiks,, hiks,, Dia menjauhkan saya dengan Ifan, maka nya saya membunuh dia, hahaha" Siska seperti orang depresi sebentar menangis, sebentar tertawa sebentar marah marah dan mengamuk.


Jam sudah menunjukan pukul tiga sore, waktu jam pelajaran telah usai. Semua siswa telah berhamburan keluar kelas.


tinggal Rey dan Tania, sedangkan Rizky sudah pulang duluan.


"Jadi bagaimana? jadi kan menemani aku? "Tanya Rey


"Iya" Jawab Tania lembut


"Sebentar ya aku minta izin dulu"


"kepada siapa? "Tanya Rey lagi


"Kepada kakak aku, dia lagi di depan sekolah nungguin aku" Jawab Tania sambil bangkit dari duduk nya


"Aku temani deh, sekalian aku minta izin buat membawa kamu sebentar" Ucap Rey lagi sambil mengikuti Tania dari belakang


Tania hanya tersenyum kecil dengan kelakuan Rey, dia tidak masalah. Toh Rey anak baik, pasti kakak nya tidak akan marah


sesampai nya di sana, Tania mengetuk jendela mobil.Tidak lama kemudian Jendela tersebut terbuka dan nampak lah sosok wajah sayang kakak.


"Kak Leon" Seru Rey terkejut


Leon yang merasa nama nya di panggil menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


"Loh Rey " Jawab Leon dengan tidak kalah terkejut nya


"Kalian sudah saling kenal? "Tanya Tania Heran


"Iya dek, Ini Rey orang yang kakak latih ilmu bela diri nya. Dia jago lo dek" Jawab Leon dengan nada usil


Tania yang merasa di jahili kakak nya jadi malu, pipi nya bersemu merah karena ulah kakak nya. Rey tertawa pelan melihat sikap malu malu Tania.


"Cantik"Gumam Rey dalam Hati


"Ohh iya Kak, aku minta izin ya untuk membawa Tania ke suatu tempat" Izin Rey kepada Leon


"Kemana? "Tanya Leon


"Kerumah sakit kak" Jawab Rey santai


"Kamu masih sakit? Sakit apa? Atau sakit yang kemarin lagi" Cerocos Tania dengan nada khawatir


Leon terperangah melihat sikap adik nya, Tani tidak pernah seperti itu kepada orang lain kecuali kepada orang yang dia sayangi. Hhmm sekarang Leon paham, ternyata ada benih benih cinta di antara adik nya dan Rey. Leon hanya mengulum senyum melihat tingkah Adik nya.


"Bukan, kakak aku habis melahirkan. jadi aku mau kenalin kamu kepada baby Dennis"


"Jadi Anggel sudah melahirkan? Kapan? "Tanya Leon


"Kemaren Kak, sebenar nya sih belum waktu nya. cuma karena kak Anggel kecelakaan jadi terpaksa dia harus di Operasi dan alhamdulillah Kak Anggel dan anak nya selamat"


"alhamdulillah, syukur deh kalau begitu"


"Jadi bagaimana Kak? boleh Ngk? "Tanya Rey lagi


"Boleh, asal jangan kemalaman nganterin adik kakak pulang, ok"


"Siiip kak"


"Sampaikan salam kakak buat kak Anggel dan Ifan, jika ada kesempatan kakak akan berkunjung kerumah mereka nanti nya" Seru Leon


"ok kak" Jawab Rey


Rey dan Tania berangkat kerumah sakit sedangkan Leon kembali kerumah nya.


bersambung>>


next Chap~


Hayy semua, sorry baru Up lagi. Akhir akhir ini kesehatan Author menurun, jadi tidak bisa menulis. Hari ini Author usahain Up demi kalian,,


Happy Reading,, jangan lupa like like and like.


like itu gratis tidak bayar, terimakasih🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2