
Hari berlalu digantikan dengan bulan. Beberapa bulan terkahir banyak hal yang Anggel lalui, mulai dari penculikan sampai dia hampir kehilangan anak nya.
Pak wibowo telah di tangkap dan di jatuhkan hukuman se umur hidup atas semua kejahatan yang dia lakukan.
sedangkan Siska tidak di temukan di mana jejak nya. Sampai sekarang dia masih buronan.
Kandungan Anggel sudah memasuki bulan ke tujuh. Perut Anggel sudah membesar, dia sekarang sulit bergerak. Untuk tidur saja Anggel harus mencari posisi yang aman.
Dug. dug. dug.
"Akhh" pekik Anggel pelan
Mendengar istri nya kesakitan Ifan menghampiri Anggel.
"Kamu kenapa sayang? "Tanya Ifan khawatir
"Ngk apa apa sayang, ini Baby Bi nendang nendang. Dia sangat aktif tadi" Jawab Anggel dengan senyum yang menenangkan
Ifan jongkok di depan perut istri nya.
"Baby (mengusap sayang perut Anggel), Kamu sangat aktif sekali sih. tidak sabar ingin bertemu dengan kamu. Kamu tenang ya jangan nendang terlalu kuat kasihan mommy kesakitan. I love you baby cup(mencium perut Anggel "
Ajaib nya setelah Ifan ngomong perlahan lahan Baby Bi mulai tenang.
"Bagaimana? "Tanya Ifan memastikan
"Dia sudah tenang kok, makasih sayang" Jawab Anggel lagi
dikediaman Angga dan Fara
"Sayang, kamu mau makan sekarang? "Tanya Angga kepada istri nya
Angga dan Fara telah menikah empat bulan yang lalu. Dan sekarang Fara sedang hamil dua bulan.
"hhmm boleh, tapi aku mau makan nasi goreng buatan kamu" Jawab Fara dengan manja
"Baiklah sayang ku"
Angga menyiapkan apa yang di inginkan istri nya. hanya butuh lima menit untuk Angga menyiapkan apa yang istri nya mau.
"Selesai, makan lah sayang" Ujar Angga sambil menghidangkan nasi goreng di depan Fara
"Terimakasih sayang" Jawab Fara tulus
Fara memakan makanan nya dengan lahap. Semenjak hamil Fara tidak banyak tingkah, dia hanya ingin makan masakan Angga.
ting. tong.
Angga berjalan kedepan untuk membuka pintu.
"Mama, papa" Ujar Angga
semenjak menikah Angga dan Fara tinggal di apartemen.
"Iya sayang, mama rindu kalian" Jawab Clara
"Masuk ma, pa" Ajak Angga kepada kedua orang tua nya
"Fara mana?" Tanya Clara
__ADS_1
"Ada di dalam, dia sedang sarapan ma" Jawab Angga lagi
"Fara"panggil Clara
"Mama"
Clara berlari kecil dan memeluk Clara manja
"hati hati sayang, ada Baby" seru Angga
"Hehhe" Fara hanya cengengesan
Fara terkadang suka lupa kalau dia sedang hamil.
"Tak apa sayang, Kamu sekarang lebih berisi ya" Ujar Clara kepada menantu nya
"heheh, habis fara laper terus ma. bawaan nya pegen makan mulu" Jawab Fara sambil tersenyum manis
"Kamu ini" mencolek hidung Fara pelan
"Jadi mama aja nih yang di peluk, papa tidak? "Canda Huda
"Papa" Ujar Fara manja dan memeluk papa mertua nya
"Kita sarapan yuk" Ajak Angga lagi
dikediaman orang tua Anggel
"Ma, pa aku berangkat dulu" Pamit Rey
"Hati hati nak" Jawab Dania dan Daniel bersamaan
"Iya ma" Jawab Rey
"Sayang, aku juga berangkat ya" Pamit Daniel
semenjak wibowo tertangkap, perusahaan Sinar Jaya kembali ke tangan Daniel. semua itu tidak luput dari bantuan dari keluarga Atmaja. Berkat mereka semua milik Daniel kembali lagi. meskipun begitu tidak membuat Daniel menjadi sombong. Mereka tetap tinggal di rumah mereka yang lama.
"Hati hati mas" Jawab Dania
"Hhm cup"mencium kening Dania
Daniel berangkat ke kantor sedangkan Dania kembali kedalam rumah.
di SMA Darmabangsa Rey termasuk anak yang populer. populer karena dia pintar, Sifat nya yang dingin membuat dia tambah keren. tidak hanya itu, dia juga memiliki wajah yang tampan. Di sekolah Rey dijuluki Ice Prince. Banyak perempuan yang tergila gila dengan Rey, tapi Rey tidak pernah memperdulikan mereka.
Di sekolah Rey hanya memiliki satu teman yaitu Rizki.
"Rey, lo duluan saja ya. gue mau ke toilet bentar kebelet nih" Ujar Rizki
"Hhmm"Jawab Rey cuek
dia berjalan duluan menuju kelas, sedangkan Rizki melangkah menuju toilet.
Saat Rey berjalan di koridor sekolah menuju kelas banyak siswa yang menyuarakan nama nya.
"Rey tampan sekali"
"Dia sangat keren"
__ADS_1
"Aku ingin sekali jadi pacar nya"
"Rey I Love you"
kurang lebih seperti itu lah setiap Rey sampai di sekolah. Setiap hari Rey mendapatkan berbagai hadiah, entah dari siapa. Tapi sayang semua hadia itu akan berkahir di tempat sampah.
"Berisik sekali" Ujar Tania
Tania seorang gadis polos dan lugu, dia sama sekali tidak tertarik dengan apa yang di sorakan teman sekelas nya. Bagi nya yang terpenting belajar, penampilan nya biasa saja, karena dia tidak terlalu suka dengan kemewahan.
di sekolah Tania tidak memiliki teman, bukan dia tidak mau berteman tapi karena mereka semua yang tidak mau berteman dengan Tania.
meskipun begitu dia tidak pernah membenci mereka. Berteman atau tidak mereka dengan Tania itu tidak jadi masalah buat dia, yang penting dia bisa belajar itu sudah lebih dari cukup.
Rey Pov:
Terkadang aku bosan hidup seperti ini, Tapi mau bagaimana lagi. Setiap pagi aku harus mendengar mereka berteriak hal hal yang tidak jelas menyebalkan sekali.
Aku tidak memperdulikan apa yang mereka lakukan, aku terus berjalan menuju ke kelas. sesampai nya di sana seperti biasa hanya ada satu orang di sana yaitu Tania. Cewek unik yang pernah aku temui, hanya dia satu satu nya cewek di sekolah ini yang tidak ikut melakukan hal hal bodoh seperti yang cewek cewek lain lakukan.
dia sih tidak banyak tingkah, dari yang aku tau dia tidak pernah memiliki teman. Entah kenapa? Aku juga tidak tau. dari yang aku lihat sih tidak ada yang salah dengan dia, mungkin hanya penampilan dia saja. Tapi ya emang dasar sekolah ini kebanyakan orang orang sombong.
Rey berjalan menuju tempat duduk tepat di belakang Tania. Rey lebih nyaman duduk di sini.
Jam pelajaran di mulai, semua siswa mulai mengikuti pelajaran dengan tenang.
saat jam pelajaran berlangsung, tiba tiba perut Rey sakit. ini di sebabkan karena dia tidak sarapan pagi tadi.
"Akkhh sakit sekali" Ujar Rey pelan
Tania yang berada di dekat Rey mendengar rintihan cowok tersebut.
"Dia kenapa ya? "Gumam Tania dalam hati
Tania memutuskan untuk melihat ke belakang, betapa terkejut nya Tania melihat kondisi Rey.
"Kamu tidak apa apa? "Tanya Tania Lembut
untuk pertama kali nya Tania berbicara kepada Rey semenjak dia sekelas dengan cowok tersebut.
Rey pun jadi terperangah sekaligus kagum dengan suara lembut Tania.
"Parut aku sakit, bisa bantu aku izin kepada guru untuk ke UKS" Ujar Rey lemah
"Hhmm" Tania mengangguk
"pak(mengangkat tangan nya) Rey seperti nya sakit pak" Ujar Tania
guru tersebut memeriksa keadaan Rey, dan berkata kepada Tania
"Tania kamu antarkan teman kamu ke UKS"perintah pak guru
"Baik pak" Jawab Tania sambil memapah Rey menuju UKS
__ADS_1
bersambung>>
next chap ~~